Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo menuding Tim Jokowi-JK membocorkan surat rekomendasi dari Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Jubir Tim Jokowi-JK Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pihaknya sudah sering diserang seperti itu.
"Serangan tajam yang ditujukan kepada Jokowi-JK cermin kekhawatiran kubu Prabowo-Hatta atas kuatnya dukungan rakyat. Tanpa harus dimobilisasi untuk memberikan dukungan, relawan Jokowi-JK bergerak spontan," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (12/6/2014).
Menurut Hasto, serangan demikian semakin kuat setelah penampilan capres Jokowi dan cawapres JK dalam debat capres Senin (9/6) lalu. Wasekjen PDIP ini menilai jawaban pasangan tersebut menguasai isu-isu nasional dan regional.
Hasto malah menambahkan bahwa elite yang tergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta sebelumnya pernah memuji Jokowi. Dia mengatakan, dalam buku 'Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar', Prabowo menyebut Jokowi sebagai figur pemimpin sebenarnya.
Hasto juga menyebut, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD juga pernah mengatakan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang anti korupsi. "Kalau Jokowi, saya kira dia salah satu contoh pejabat yang bekerja apa adanya, penuh kesederhanaan, dan kesungguhan. Saya kira enggak adalah yang bisa membantah itu," kata Mahfud seperti dikutip Hasto.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan Jokowi meneladani kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie pada akhir April lalu memuji Jokowi sebagai calon presiden yang sopan.
"Pak Jokowi dan Pak JK akan selalu mengingat pujian yang pernah disampaikan itu. Kalau sekarang berbalik menyerang dengan kata-kata yang keras, tidak masalah. Karena keduanya pemimpin yang tidak mau larut dalam pujian dan tidak mudah kecewa," pungkas Hasto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar