Jumat, 06 Januari 2012

Warga Diminta Waspadai Banjir

RMOL.Wilayah Jakarta, Bogor dan Tangerang berpotensi diguyur hujan sepanjang Januari hingga Februari. Dua bulan tersebut, potensi hujan malah di atas rata-rata normal. Warga yang tinggal di titik rawan banjir diminta waspada.
Hal ini berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Potensi cu­rah hujan di Jakarta selama bulan Januari diprediksi akan tinggi, di atas 400-500 milimeter. Potensi curah hujan yang lebih tinggi berada di wilayah Selatan dan Barat Jakarta, yakni Bogor dan Tangerang.
“Curah hujan bisa tinggi atau rendah. Sifat hujan tidak me­nentu, bisa kapan saja. BMKG memprediksi Januari dan Fe­bruari sebagai puncak musim hujan,” ujar Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto.
Curah hujan pada Februari pun menurutnya tetap tinggi, meski tidak sebesar bulan sebe­lumnnya. Musim penghujan di­prediksi berakhir antara Maret hingga April. Kukuh menyata­kan, poten­si curah setiap hari bersifat fluk­tuatif. Hujan lebat akan ter­jadi selama 1-2 jam, sedangkan hujan ringan dapat bertahan hingga 6 jam.
Naiknya air laut pasang (rob) di daerah pesisir pantai, tam­bahnya, akan terjadi di atas 10 -20 Januari. Gelombang air laut saat ini tinggi, meski kondisinya tergantung kekuatan angin.
Kukuh mengkhawatirkan kon­­disi gelombang dan arus air laut tetap tinggi  saat rob terjadi. Kon­­disi ini tentunya jadi rawan banjir, terlebih jika saat ber­samaan hujan turun dengan curah yang lebat.
Lebih jauh dia mengingatkan warga DKI Jakarta yang tinggal di lokasi banjir tetap mewaspadai banjir kiriman dari wilayah Bo­gor. Curah hujan di Kota Hujan tersebut lebih tinggi dari Jakarta, yang tentunya akan mengirim air dalam jumlah besar ke Jakarta.
Meski Jakarta terus dilanda hujan beberapa hari ini, keting­gian pintu air di beberapa titik seperti Katulampa, Manggarai dan Pasar Ikan masih normal. Petugas Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksana, Bambang H me­nya­takan, tinggi pintu air ter­pantau stabil, meski hujan terus mengguyur Jakarta. Namun tetap saja, warga Jakarta harus was­pada jika tiba-tiba air meng­ge­nangi wilayah tempat tinggal.
Untuk mengatasi banjir 2012, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp 557 miliar. Hal itu dikatakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. “Prog­ram prioritas 2012 adalah pe­ngen­dalian banjir, dengan ang­garan Rp 557 miliar,” katanya.
Anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk penyelesaian pembebasan lahan kering Kanal Banjir Timur (KBT), pem­be­ba­san tanah Waduk Marunda dan Waduk Surilang, normalisasi Kali Mookervart dan Kali Sekretaris, pembebasan tanah Kali Sunter, Kali Pesanggrahan dan Kali Ang­ke Hulu, yang pembangunan fi­siknya akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat. [Harian Rakyat Merdeka]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar