BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 05 November 2013

Agar Warga Tidak Berobat ke LN, Presiden Minta Rumah Sakit Indonesia Tingkatkan Pelayanan

Oleh : DESK INFORMASI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali meminta rumah sakit di Indonesia meningkatkan pelayanan, mulai dari segi kemampuan dokter hingga peralatan medis. Dengan peningkatan tersebut, harapannya agar warga Indonesia tidak perlu lagi berobat ke luar negeri (LN), bahkan bisa jadi warga asing yang akan berobat ke Indonesia.
"Bagaimana caranya, ayo kita bangun hospital dengan teknologi, tenaga ahli yang bisa membuat rakyat kita tidak sedikit-sedikit ke Singapura, ke Jerman, ke Amerika Serikat, ke Australia," kata Presiden, saat menerima Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11).
Kepala Negara menegaskan, meski Singapura mendapatkan pemasukan hingga Rp 2 triliun per tahun hanya dari biaya berobat warga negara asing. Adalah tidak mungkin dengan Keppres (Keputusan Presiden) lalu (mengatakan) mulai besok orang Indonesia dilarang berobat ke Singapura.
Namun, Presiden setuju , sebaiknya warga Indonesia hanya berobat ke luar negeri atas rekomendasi dokter. Tidak seperti sekarang, banyak warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, meski hanya untuk check up.
Karenanya, Presiden meminta dunia kedokteran Indonesia harus berubah untuk mendapat keuntungan. Menurut Presiden, memang perlu waktu untuk menjadikan dunia kedokteran di Indonesia seperti di negara maju. Namun jika hanya terus mengeluh, hal itu tidak akan tercapai. "Perlu ada kesiapan, regulasi harus tepat," tutur SBY.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden SBY sudah berkali-kali meminta agar warga Indonesia tidak gampang berobat ke luar negeri. Sebelumnya, permintaan itu disampaikan ketika acara Gerakan Sadar BPJS Kesehatan di Sukabumi pada pertengahan Oktober lalu.
Saat menerima pengurus KADIN itu, Presiden SBY disampingi Wakil Presiden Boediono, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhuka Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Lakono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menperin MS Hidayat, Menteri ESDM Jero Wacik, Mendag Gita Wirjawan, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Jaksa Agung Basrief Arief.
Sedang pengurus KADIN yang hadir antara lain Ketua Umumnya Suryo Bambang Sulisto, Anindya N. Bakrie, Emirsyah Satar, dan Peter F. Gonta. (PS/Humas Setkab/ES)

Tidak ada komentar: