Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah punya
harta dan gaya hidup yang wah. Ini sejumlah fakta menarik tentang
kekayaan tersangka kasus suap Pilkada Banten itu.
Ratu Atut jadi
tersangka setelah KPK menggelar ekspose 12 Desember 2013 lalu. Hasilnya,
politisi Golkar itu dijerat dengan dua kasus yakni suap Pilkada Lebak
dan pengadaan alat kesehatan.
Sepanjang perjalanan kasus ini, banyak terungkap fakta soal gaya hidup dan kekayaan Atut. Ini dia rangkumannya:
Harta Kekayaan
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah
tercatat di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK
melapor pada Oktober 2006. Kala itu, dia masih jadi wakil gubernur
Banten. Hartanya berjumlah total Rp 41,93 miliar, meningkat dari laporan
sebelumnya pada Oktober 2002 yang bernilai Rp 30,63 miliar.
Tak
ada laporan terkini di LHKPN soal harta Atut. Namun saat maju jadi
gubernur Banten 2011 lalu, Atut sempat menyampaikan kekayaannya ke KPUD
Banten.
Diketahui harta Atut pada tahun 2011 adalah Rp 37,73
miliar. Perinciannya, harta tidak bergerak Rp 14,96 miliar, alat
transpotasi dan mesin lainnya Rp 3,93 miliar, harga bergerak lainnya Rp
8,22 miliar, surat berharga Rp 7,8 miliar, giro dan setara kas Rp 2,76
miliar.
Jumlah total kekayaan Atut mengalami penurunan sebanyak Rp 4,2 miliar jika dibandingkan pada Oktober 2006.
Banyak Tanah dan Mobil Mewah
Dalam laporan
kekayaannya, Atut memiliki banyak tanah dan mobil. Sedikitnya ada 122
item tanah dan bangunan yang masuk dalam laporan. Di antaranya berada di
Serang, Bandung, Cirebon, Jakarta Barat. Nilainya mencapai Rp 19
miliar.
Lalu, ada juga sejumlah kendaraan yang dilaporkan. Di
antaranya tergolong mewah yakni Mercedes-Benz senilai Rp 1,05 miliar,
Mercedes-Benz senilai Rp 500 juta dan Lexus senilai Rp 1,1 miliar.
Belanja Kartu Kredit Miliaran
Dalam catatan Pusat
Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah
sering membeli barang mewah. Bahkan dalam satu transaksi ada yang
mencapai angka miliaran rupiah dan ratusan juta rupiah.
Transaksi
Atut terekam dalam catatan PPATK. Informasi yang diperoleh, Atut
bepergian ke beberapa kota di luar negeri dan membeli barang mewah.
Orang nomor satu di Banten ini belanja mulai dari Tokyo hingga
Singapura. Semua dengan kartu kredit.
"Ada tas Hermes yang harganya sampai Rp 500 juta," bisik penegak hukum.
Pembayaran kartu kredit itu kabarnya juga tak lewat kantong Atut. Ada perusahaan-perusahaan yang membayar tagihan-tagihan itu.
Saat dikonfirmasi, Atut tak membantah. "Jadi begini, kalau kerja kan mesti berpakaian. Masak telanjang," kata Atut enteng.
Sering Jalan-jalan ke Luar Negeri
Hampir setiap
bulan, Ratu Atut selalu menyempatkan diri pelesir ke luar negeri. Salah
satu negara yang sering didatangi adalah Singapura.
Dalam catatan
perjalanan imigrasi tercatat, sang gubernur pergi ke Singapura hampir
terjadi setiap bulan. Terakhir, dia pergi tanggal 21 September 2013 lalu
pulang empat hari kemudian. Sebulan sebelumnya, Atut juga pernah ke
Singapura selama tiga hari. Di bulan-bulan sebelumnya, Atut juga kerap
bolak balik ke Singapura.
Ada kemungkinan, Atut menjadikan Singapura sebagai tempat transit saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar