BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Senin, 06 Januari 2014

Dahlan: Inilah Dampak Bila LPG 12 Kg Batal Naik

Oleh: Wiyanto
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menyatakan bila elpiji 12 kg tidak jadi naik, dividen ke pemerintah akan berkurang.

Menurut Dahlan, kerugian Pertamina akibat penjualan gas elpiji 12 tersebut yang menyebabkan margin ke seluruhan Pertamina tidak maksimal.

"Kita pernah tawarkan ke pemerintah elpiji 12 kg tidak naik dengan mengurangi dividen, tapi pemerintah gak mau," ujar Dahlan saat di BPK, Senin (6/1/2014).

Dahlan menuturkan opsi yang pernah disampaikan Pertamina ke pemerintah selain pengurangan deviden yang ternyata tertolak, yaitu pengalihan deviden ke infrastruktur. Lagi-lagi opsi tersebut ditolak pemerintah.

"Pertamina sebelum menaikan memberikan opsi pengurangan deviden dan pengalihan dividen ke infrastruktur, tapi ditolak," jelas Dahlan.

Sementara itu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan tidak ingin mendengar lagi persoalan mengetahui atau belum mengetahui kenaikan harga gas elpji. "Sudahlah itu saya gak mau ngomong begini dan begitu," jelasnya.

Termasuk Jero Wacik, baru mengetahui kenaikan tersebut pada 2/1/2014. Meskipun tertanggal surat pemberitahuan kenaikan gas elpiji 12 kg pada 31/12/2013. "Saya nggak tahu, memang saya nggak tahu, diputuskan kenaikan harga gas elpiji 30 Desember 2013. Saya terima tanggal 2 Januari 2014," katanya. [hid]

Tidak ada komentar: