BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Minggu, 16 Maret 2014

Banyak Akun Twitter Anonim Bermunculan Menjelang Pemilu, Diduga Bayaran

Prins David Saut - detikNews

Jakarta - Euforia dukungan terhadap parpol atau capres dalam pemilu 2014 tidak hanya terjadi di dunia nyata. Dunia maya seperti Twitter juga mulai bermunculan akun-akun anonim yang mendukung salah satu parpol atau capres.

Senior Media Analyze lembaga pemantau media Awesometrics, Satria Setianda menilai akun-akun itu kerap muncul ketika ada momentum tertentu. Saat di telusuri, salah satu akun anonim telah berkicau sebanyak 800 kali, namun follower-nya 0 dan follow-nya hanya beberapa orang yang di antaranya adalah kandidat capres.

"Saya curiganya itu sewa beberapa orang, akun berbeda-beda tapi mention sama. Misalnya ada 100 akun dijadwalkan berkicau bisa jam sama semua dan isinya sama persis semua. Saya temukan dia mention Pak Anis Matta dan Pak Suryadharma Ali," kata Satria di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (16/3/2014).

"Kalau akun resminya banyak follower. Kalau akun yang disewa istilahnya buzzer, sekali tweet berapa rupiah. Ada juga begitu, ada yang followernya 0 ada juga yang banyak," ujar Satria menambahkan.

Satria mengamati, akun-akun anonim itu menyediakan jasa tweet mulai dari ratusan ribu per tweet hingga jutaan rupiah untuk satu kali kicauan. Hal ini tergantung jumlah follower yang dimiliki akun tersebut. Satria memberi contoh, ada satu aku memiliki 1000 follower, dan 1000 follower itu memiliki masing-masing 100 follower, maka dampak kicauannya bisa mencapai 100 ribu akun.

"Kalau harga pasnya saya nggak begitu, tapi ada juga yang satu kali tweett dari Rp 100 ribu sampai jutaan rupiah. tergantung jumlah follower-nya, semakin banyak semakin tinggi harganya," papar Satria.

Istilah untuk akun-akun ini adalah akun komersil, akun komersil resmi selalu terang-terangan menuliskan tweetnya dibayar oleh pihak kedua. Namun berbeda dengan akun komersil anonim yang tak menyebutkan kicauannya adalah sewaan atau bukan.

"Akun anonim itu kita belum identifikasi total, misalnya kita lihat yang dominan saja. Seperti akun Pak Suryadharma Ali itu tidak ada, tapi ada akun yang menyebut namanya," ujar Satria.

Tidak ada komentar: