Oleh: Ajat M Fajar
INILAHCOM, Jakarta - Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta
Rajasa terus meningkat menjelang Pilpres. Bahkan pasca acara debat Capres
elektabilitas kembali naik.
Pengamat politik dari Universitas Nasional Alfan Alfian mengatakan, meningkatnya elektabilitas Prabowo disebabkan beberapa hal salah satunya hasil debat tahap kedua.
"Ini setelah Prabowo melontarkan sejumlah konsep perekonomian yang berbasis pada kekuatan rakyat. Prabowo menyampaikan kemandirian ekonomi yang bertumpu pada kekuatan rakyat," ujar Alfan di Jakarta.
Menurutnya, gagasan Prabowo yang menitik beratkan kekeuatan rakyat dalam perekonomian dinilai bisa menjawab permasalahan negara. Misalnya, mengenai pencegahan kebocoran negara, penguatan infrastruktur, dan penambahan lahan pertanian.
"Prabowo secara konkret menyebut akan membuat kebijakan di sektor pertanian dan nelayan dengan memperkuat bank petani dan nelayan. Ini artinya pemerintah akan lebih proaktif, terangnya.
Alfan menambahkan, gagasan yang disampaikan Jokowi selama debat capres hanya bersifat mikro. Jokowi punya gagasan menarik, tapi cakupannya belum dalam skala negara. Sementara Prabowo memang tampak lebih visioner karena tema-tema yang diangkat kebijakan-kebijakan makro atau nasional , tuturnya.
Sedangkan Jokowi berusaha memberikan kesan dirinya sangat menguasai hal teknis mikro. Kenyataannya, Jokowi hanya mengungkapkan kebijakan yang pernah diterapkannya di Solo dan Jakarta.
Dia lebih banyak kasih contoh kebijakan dia waktu jadi Walikota Solo dan Gubernur DKI. Di DKI sendiri kan sesungguhnya masih banyak soal yang belum tuntas, kata dia.
Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga lebih unggul, baik dalam penyampaian materi, penampilan, dan subtansi. [fad]
Pengamat politik dari Universitas Nasional Alfan Alfian mengatakan, meningkatnya elektabilitas Prabowo disebabkan beberapa hal salah satunya hasil debat tahap kedua.
"Ini setelah Prabowo melontarkan sejumlah konsep perekonomian yang berbasis pada kekuatan rakyat. Prabowo menyampaikan kemandirian ekonomi yang bertumpu pada kekuatan rakyat," ujar Alfan di Jakarta.
Menurutnya, gagasan Prabowo yang menitik beratkan kekeuatan rakyat dalam perekonomian dinilai bisa menjawab permasalahan negara. Misalnya, mengenai pencegahan kebocoran negara, penguatan infrastruktur, dan penambahan lahan pertanian.
"Prabowo secara konkret menyebut akan membuat kebijakan di sektor pertanian dan nelayan dengan memperkuat bank petani dan nelayan. Ini artinya pemerintah akan lebih proaktif, terangnya.
Alfan menambahkan, gagasan yang disampaikan Jokowi selama debat capres hanya bersifat mikro. Jokowi punya gagasan menarik, tapi cakupannya belum dalam skala negara. Sementara Prabowo memang tampak lebih visioner karena tema-tema yang diangkat kebijakan-kebijakan makro atau nasional , tuturnya.
Sedangkan Jokowi berusaha memberikan kesan dirinya sangat menguasai hal teknis mikro. Kenyataannya, Jokowi hanya mengungkapkan kebijakan yang pernah diterapkannya di Solo dan Jakarta.
Dia lebih banyak kasih contoh kebijakan dia waktu jadi Walikota Solo dan Gubernur DKI. Di DKI sendiri kan sesungguhnya masih banyak soal yang belum tuntas, kata dia.
Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga lebih unggul, baik dalam penyampaian materi, penampilan, dan subtansi. [fad]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar