Minggu, 15 Juni 2014

Jelang Pilpres Dukungan Makin Deras ke Dua Capres

VIVAnews - Mendekati Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dukungan masyarakat semakin deras bagi masing-masing pasangan capres. Berbagai cara dilakukan para pendukung untuk menarik perhatian masyarakat. Tujuannya, agar rakyat bisa benar-benar memperhatikan visi misi pasangan capres yang ingin mereka sampaikan.

Misalnya saja, elemen petani di Yogyakarta. Kali ini, dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta dilakukan kelompok tani yang tergabung dalam Gerakan Setia Nusantanra (GSN), dengan menggunakan cara unik untuk menarik perhatian.

Sebagai ungkapan ekspresinya, para petani melakukan pawai dengan menggunakan mesin penggiling padi keliling, atau yang lebih dikenal dengan huller pada Minggu 15 Juni 2014. Mereka melakukan pawai damai yang diikuti puluhan petani, melewati beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Bantul.

Pawai damai dengan menggunakan huller, cukup efektif mencuri perhatian dari masyarakat yang kebetulan melintas di jalan.

Setelah melakukan pawai dengan huller, para petani di Bantul kemudian mendaklarasikan diri mendukung pasangan Prabowo-Hatta untuk menjadi Presiden dan Wakil presiden 2014-2019.
Sebelum menggelar acara deklarasi, secara simbolis Ketua DPP GSN, Yuli Astuti menyerahkan satu karung gabah kepada Enggar Jatmiko, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kabupaten Bantul untuk digiling di salah satu huller yang dibawa oleh petani.

"Kenapa kita pawai damai menggunakan huller? Karena di Bantul mayoritasnya petani, namun kehidupan mereka tak beranjak baik. Jika ini dibiarkan, generasi petani akan jatuh dalam kemiskinan absolut," Yuli disela-sela acara Deklarasi.

Yuli menyatakan, visi-misi Prabowo-Hatta sejalan dengan visi-misi GSN yaitu mensejahterakan petani.

"Cita-cita Prabowo yang menyatakan 'Berdikari' merupakan cita-cita yang bisa mewadahi para petani untuk memperjuangkan nasib petani yang selalu terjebak kemiskinan," kata dia.

Tak hanya pendukung Prabowo-Hatta, pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla juga memiliki cara unik sendiri untuk mengekspresikan dukungannya.

Masyarakat Seniman Remen Jokowi-JK (Mas Rejo) dan Relawan Bela Jokowi (Bejo) Sagan juga mendeklarasikan diri untuk mendukung mantan Walikota Solo dan mantan Wakil Presiden RI itu menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 yang akan datang.

"Hingga saat ini, hampir seluruh wilayah kota Yogyakarta telah solid mendukung pasangan Joko Widodo-JK, dan hanya wilayah selatan yang perlu digarap secara lebih serius lagi," kata Imam Priyono, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Kota Yogyakarta disela-sela acara deklarasi Bejo.

Wakil Wali Kota Yogyakarta ini juga menegaskan untuk wilayah Kota Yogyakarta, dia optimistis dengan semakin banyaknya relawan yang ada dan terus bertambah target 70 persen suara akan tercapai.

"Nanti, setiap kelurahan ada dua hingga lima posko pemenangan Joko Widodo-JK. Setiap hari, saya juga mendatangi posko-posko baru yang dibangun oleh relawan tersebut," kata dia.

Sementara itu, Heru Kris perwakilan dari Mas Rejo, mengatakan relawan dari Mas Rejo saat ini lebih dari 200 orang seniman dan budayawan di Yogyakarta, dan akan terus bekerja untuk memenangkan Joko Widodo-JK.

"Mas Rejo memandang, terciptanya visi Indonesia Hebat akan terwujud jika pemerintahan dipegang oleh Joko Widodo-JK, mengindahkan, mendinamisasi, dan mempromosikan peran dan eksistensi seni dan budaya di Indonesia yang beraga melalui pendekatan nasional/global yang berpijak pada tiga pilar strategis yaitu estetika, ekonomi dan ekologi," kata dia di Museum Affandy, Kota Yogyakarta.

Heru menambahkan, revolusi mental yang digemakan oleh Joko Widodo menjadi sebuah keharusan, supaya dapat terbangun bangsa Indonesia yang terhormat, disegani, beradab, dan memiliki harga diri serta bermartabat sebagaimana ajaran Tri Sakti Bung Karno.

"Untuk membersihkan kolusi, korupsi, dan suap yang merajalela di seganap lapisan birokrasi dan masyarakat, maka revolusi mental salah satu caranya," ujar dia. (asp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar