Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah
siap untuk mengurangi anggaran rutin yang tidak perlu serta menerapkan
berbagai kebijakan penghematan yang dinilai tidak bisa memuaskan semua
pihak.
"Kita harus mengurangi anggaran rutin yang tidak perlu," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Senin.
Wapres juga menyadari bahwa efisiensi melalui larangan rapat PNS di hotel telah membuat pengusaha hotel menjerit.
Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah ingin memperkuat APBN khususnya untuk bidang pembangunan di berbagai bidang.
Apalagi, Wapres mengungkapkan bahwa porsi untuk pembangunan pada saat ini telah menurun drastis hingga sekitar 10 persen.
Untuk itu juga mengapa pemerintah juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi subsidi seperti untuk BBM.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Senin (17/11) mengatakan,
penghematan anggaran belanja barang dan pegawai salah satunya dilakukan
dengan membatasi kegiatan rapat di luar kantor.
"Penghematan ini dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan ruang
rapat kantor dan mendayagunakan fasilitas kantor atau memanfaatkan
fasilitas kantor instansi lain," kata Yuddy Chrisnandi.
Yuddy menuturkan langkah-langkah penghematan tersebut disesuaikan
dengan situasi dan kondisi masing-masing instansi, tanpa mengurangi
efisiensi kinerjanya terhadap masyarakat.
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago
mengatakan penghematan anggaran perjalanan dinas dan rapat-rapat sebesar
Rp16 triliun dipergunakan untuk infrastruktur.
"Semuanya untuk mendukung yang diprioritaskan itu, prioritasnya itu
infrastruktur, infrastruktur juga ada prioritasnya, yang diperuntukkan
untuk peningkatan produksi pangan, irigasi, waduk, dan lain-lain,"
katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/11).
Selain itu, menurut dia, pemerintah juga masih menghitung efisiensi mata anggaran lainnya yang selama ini tidak efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar