BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 17 Desember 2013

Presiden: Amit-Amit Jangan Ada Korupsi Darah

Oleh : DESK INFORMASI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan masyarakat untuk tidak sekali-kali mengkorupsi darah Palang Merah Indonesia (PMI).
"Amit-amit jangan ada korupsi darah, karena dosanya akan sangat sulit diampuni oleh Tuhan," pesan Presiden SBY dalam pidatonya usai penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial untuk pendonor darah 100 kali di Hotel Sahid, jakarta, Selasa (17/12).
Penghargaan dianugerahkan kepada 21 orang mewakili lebih dari 950 orang pendonor darah dari 21 provinsi. Jawa Timur menempati urutan teratas dengan lebih dari 400 pendonor darah 100 kali, disusul DKI Jakarta dengan sekitar 100 orang.
Atas nama kepala negara, pemerintah dan pribadi, Presiden SBY menyampaikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela.
Menurut Presiden SBY, pendonor darah merupakan pahlawan kemanusiaan. "Give Blood Gift Live , Darah merupakan hadiah yang paling berarti bagi kehidupan. Sekantong darah dapat menyelamatkan satu jiwa manusia," kata Presiden, seraya mengharap tindakan para pendonor sukerela menjadi teladan bagi masyarakat lainnya.
Kepada Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK), Presiden SBY mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kiprah nyatanya memimpin PMI.
"Pak JK secara pro-aktif telah bekerja secara nyata, bukan hanya wacana, selalu ada di setiap bencana.. Setiap kali saya ke daerah bencana, yang saya temui pertama kali pasti PMI selain TNI dan Polri," kata Presiden SBY.
Presiden SBY menilai, dibawah kepimpinan Jusuf Kalla, peran PMI  terus meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Presiden kemudian menyampaikan terima kasih Presiden Filipina Benigno Aquino kepada PMI yang telah turut membantu korban bencana topan Haiyan yang menerjan Filipina November lalu.
"Bangsa Indonesia bangga. Saya juga berterima kasih atas upaya Pak JK memimpin PMI ini menyelamatkan jiwa, dan membantu masyarakat yang sedang mengalami masalah seperti yang kita jumpai di derah-daerah bencana," kata Presiden.
Stok darah nasional, kata Presiden, terus meningkat. Persediaan darah di berbagai daerah yang sebelumnya minim hanya 20 kantong seperti Medan dan Manado sekarang ada peningkatan stok darah untuk 5 hari (sekitar 500 kantong).
Dalam tiga tahun terakhir PMI secara nasional mengalami peningkatan stok darah yang berasal dari para pendonor kurang lebih 50% dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, diantaranya Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Menkes Nafsiah Mboi, dan Mensos Salim Segaf Al Jufri. (Humas Setkab/WID/ES)

Tidak ada komentar: