Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan masyarakat untuk tidak
sekali-kali mengkorupsi darah Palang Merah Indonesia (PMI).
"Amit-amit
jangan ada korupsi darah, karena dosanya akan sangat sulit diampuni
oleh Tuhan," pesan Presiden SBY dalam pidatonya usai penganugerahan
tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial untuk pendonor darah 100
kali di Hotel Sahid, jakarta, Selasa (17/12).
Penghargaan
dianugerahkan kepada 21 orang mewakili lebih dari 950 orang pendonor
darah dari 21 provinsi. Jawa Timur menempati urutan teratas dengan lebih
dari 400 pendonor darah 100 kali, disusul DKI Jakarta dengan sekitar
100 orang.
Atas nama kepala negara, pemerintah dan pribadi, Presiden SBY menyampaikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela.
Menurut Presiden SBY, pendonor darah merupakan pahlawan kemanusiaan. "Give Blood Gift Live
, Darah merupakan hadiah yang paling berarti bagi kehidupan. Sekantong
darah dapat menyelamatkan satu jiwa manusia," kata Presiden, seraya
mengharap tindakan para pendonor sukerela menjadi teladan bagi
masyarakat lainnya.
Kepada Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK), Presiden SBY mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kiprah nyatanya memimpin PMI.
"Pak
JK secara pro-aktif telah bekerja secara nyata, bukan hanya wacana,
selalu ada di setiap bencana.. Setiap kali saya ke daerah bencana, yang
saya temui pertama kali pasti PMI selain TNI dan Polri," kata Presiden
SBY.
Presiden
SBY menilai, dibawah kepimpinan Jusuf Kalla, peran PMI terus
meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Presiden kemudian
menyampaikan terima kasih Presiden Filipina Benigno Aquino kepada PMI
yang telah turut membantu korban bencana topan Haiyan yang menerjan
Filipina November lalu.
"Bangsa
Indonesia bangga. Saya juga berterima kasih atas upaya Pak JK memimpin
PMI ini menyelamatkan jiwa, dan membantu masyarakat yang sedang
mengalami masalah seperti yang kita jumpai di derah-daerah bencana,"
kata Presiden.
Stok
darah nasional, kata Presiden, terus meningkat. Persediaan darah di
berbagai daerah yang sebelumnya minim hanya 20 kantong seperti Medan dan
Manado sekarang ada peningkatan stok darah untuk 5 hari (sekitar 500
kantong).
Dalam
tiga tahun terakhir PMI secara nasional mengalami peningkatan stok
darah yang berasal dari para pendonor kurang lebih 50% dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya.
Mendampingi
Presiden SBY dalam acara ini, diantaranya Ibu Negara Hj Ani Bambang
Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Menkes Nafsiah Mboi, dan Mensos
Salim Segaf Al Jufri. (Humas Setkab/WID/ES)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar