Kamis, 05 Juni 2014

Prabowo dan Jokowi harus mampu kelola APBN dengan baik

Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Pengamat politik Soegeng Sarjadi menilai dua pasangan capres dan cawapres yag akan bertarung dalam Pilpres 9 Juli mendatang tak akan membawa perubahan signifikan terhadap bangsa Indonesia. Menurutnya persoalan kesejahteraan rakyat masih menjadi persoalan yang menonjol bagi Indonesia dalam lima tahun mendatang.

"Saya mau katakan satu yang tidak bisa diubah itu siapapun presidennya, Indonesia tidak bisa berubah," kata Soegeng dalam sambutannya dalam acara diskusi politik di Hotel Four Seasons,Jakarta Selatan, Kamis (5/6).

Menurutnya, Indonesia masih seperti Somalia yang jauh dalam kesejahteraan. Sebab pemimpin kedepan masih dihadapkan masalah pengelolaan uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1.800 triliun.

"Tantangannya adalah bagaimana Jokowi atau Prabowo mampu mengelola uang itu untuk membiayai negara, membayar utang dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh kedua pasangan itu, kata Soegeng adalah semakin meningkatnya pertumbuhan kelas menengah yang hampir menembus angka 100 juta. Salah penangan dalam satu persoalan bisa berdampak sistemik.

"Tantangan berikutnya bagaimana menangani kelas menengah tersebut. Isu-isu SARA tidak akan mempan terhadap kelas menengah, itu akan berbalik jika isu itu digulirkan," terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar