Merdeka.com - Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan jika dia terpilih dalampilpres 9 Juli. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum PartaiGerindra Fadli Zon menegaskan wacana itu tidak pernah dibahas dalam tim pemenangan Prabowo - Hatta .
"Kalau dari tim tidak ada (wacana Soeharto jadi pahlawan)," kata Fadli di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (4/6).
Walau demikian, sebagai loyalis Prabowo , Fadli menyatakan setuju atas pernyataan bosnya tersebut. "Tapi sebagai pribadi saya setuju. Menurut saya pantas (Soeharto jadi pahlawan)," ujarnya.
Sementara itu, Politikus Partai Golkar Tantowi Yahya mengaku wacana Soeharto jadi pahlawan nasional sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun, dia menampik bila hal tersebut diembuskan oleh partainya.
"Wacana ini sudah ada sejak 2 tahun lalu dan sangat didukung oleh Golkar. Sebenarnya wacana itu bukan dari Golkar. Tapi wacana yang muncul dari rakyat," ujar Tantowi di lokasi yang sama.
Dia melanjutkan, sosok Soeharto merupakan Dewan Pembina partai berlambang pohon beringin tersebut. Maka dari itu, Tantowi pun ikut mendukung pernyataan dari Prabowo tersebut.
"Ya karena sangat menghargai figur Soeharto sebagai dewan pembina kami, sebagai tokoh bangsa, ya tentu saja kami mendukung (Soeharto jadi pahlawan)," ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengeluh dirinya sering mendapat fitnah karena terlalu nasionalis. Tak hanya dirinya, Prabowo menuturkan, Bung Karno dan Pak Harto tak lepas dari fitnah atas nasionalisme tersebut.
Mantan Danjen Kopassus ini pun menjanjikan, jika dirinya terpilih sebagai presiden, dia akan memperjuangkan Presiden RI kedua, Soeharto sebagai pahlawan nasional.
"Jika saya terpilih sebagai presiden, kita akan perjuangkan Pak Harto jadi pahlawan nasional, saya ngomong begini bukan karena ada Titiek," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan dari seluruh peserta Rapimnas FKPPI.
Seperti diketahui bahwa Soeharto adalah mantan mertua dari Prabowo yang turut juga membesarkan karirnya saat di militer dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar