Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan
membantah anggapan dewan menahan pengesahan Rancangan Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2014. Saat ini pembahasan masih
berjalan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI dengan pihak
eksekutif.
"Kami nggak nahan anggaran, buktinya sekarang
masih rapat. Kalau nahan anggaran itu, nggak ada rapat sama sekali.
Jadi usulan APBD, sama saya ditaruh di bawah meja," kata pria yang juga
menjabat ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta itu, Selasa
(21/1/2014) pagi.
Menurut dia, lebih baik terlambat tiga minggu
pengesahan APBD DKI untuk menghasilkan anggaran yang maksimal. Daripada
terburu-buru tetapi nanti kedepannya menghasilkan Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran (SiLPA) 2014 yang semakin besar.
"Kalau terlambat tiga
minggu tapi maksimal, itu lebih bagus. Yang tahu pembangunan Kota
Jakarta kan DPRD dan gubernur-nya," jelasnya.
Keterlambatan yang
terjadi, diungkapkan Ferrial, dikarenakan pihak eksekutif dan legislatif
berupaya menaruh SiLPA Tahun 2013 di APBD Penetapan 2014. Untuk
menghasilkan realisasi penyerapan yang maksimal. Sebab, selama ini SiLPA
ditaruh di APBD Perubahan selalu tidak bisa terserap dengan baik karena
waktu penyerapan anggaran yang terlalu singkat yaitu antara dua hingga
tiga bulan.
"Yang tahu pembangunan kota Jakarta kan DPRD dan
gubernur. Kami sampaikan jalan keluarnya. Kalau silpa-nya ditaruh di
anggaran perubahan banyak tidak terserap, supaya terserap banyak, maka
ditaruh di APBD penetapan," jelas Ferrial.
Sebelumnya, Menteri
Dalam Negeri Gamawan Fauzi melayangkan teguran tertulis kepada Pemprov
DKI Jakarta karena belum juga mengesahkan APBD 2014. Teguran itu
dijatuhkan sebagai konsekuensi pelanggaran Peraturan Pemerintah No. 58
Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Menurut aturan
tersebut, maksimal 30 November atau sebulan sebelum tahun anggaran
berjalan, APBD untuk tahun berikutnya sudah harus ditetapkan. Selain DKI
Jakarta saat ini masih ada beberapa daerah juga belum mengesahkan RAPBD
2014 yakni Sumatera Utara dan Papua.[yeh]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar