BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 30 Oktober 2013

6 Kesaksian Istri Sah Gatot Supiartono Terkait Holy

Rachmadin Ismail,Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Herbudianti menceritakan sekelumit rumah tangganya dengan Gatot Supiartono dalam pemeriksaannya sebagai saksi kepada polisi. Kendati mengetahui soal pernikahan suaminya dengan Holy Angela Ayu, namun istri sah dari pejabat esolon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu tidak pernah tahu permasalahan suaminya dengan istri keduanya.

"Kita tanyakan juga apakah pernah ada pertengkaran hebat (Gatot dengan Holy), namun istrinya ini tidak tahu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/10/2013).

Dalam pemeriksaan di Unit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Senin 28 Oktober 2013 lalu, Herbudianti memberikan kesaksiannya soal keseharian Gatot. Berikut 6 poin yang menjadi kesaksian Herbudianti dalam pemeriksaan tersebut.
1. Gatot Tak Minta Izin Menikah
Pernikahan Gatot Supiartono dengan Holy Angela Ayu tidak pernah disampaikan ke istri sahnya, Herbudianti. Herbudianti baru mengetahui pernikahan kedua suaminya dengan Holy setelah diceritakan oleh Gatot sendiri.

"Namun disampaikannya bukan sebelum menikah tetapi setelah menikah baru diberitahukan kepada istrinya," jelas Rikwanto.

Tidak diketahui jelas kapan Gatot dan Holy ini menikah. Tetapi, Gatot menceritakan pernikahan keduanya itu kepada Herbudianti sekitar tahun 2010.

"Ya itu kan perlu proses. Mungkin setelah beberapa bulan menikah atau satu tahun menikah baru diceritakan, bisa saja," ungkap Rikwanto.
2. Tak Tahu Barang yang Diberikan Gatot ke Holy
Gatot diketahui memberika Holy sejumlah fasilitas setelah dinikahi secara agama. Namun, Herbudianti tidak juga tidak tahu-menahu barang-barang apa saja yang pernah diberikan pejabat esolon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu kepada Holy.

"Istrinya tidak tahu apa saja yang pernah diberikan G (Gatot) kepada Holy. Tahu setelah kejadian saja," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap Herbudianti, Senin (28/10) kemarin, istri pertama Gatot itu baru mengetahui bahwa suaminya sudah membelikan Holy apartemen dan mobil Honda CRV, setelah kasus tersebut mencuat.

"Tahunya juga bukan dari G sendiri," imbuh Rikwanto.

Dari sumber di kepolisian, selain dibelikan apartemen, Holy juga mendapatkan mobil Honda CRV B 19 HLY warna hitam. Holy juga dibelikan sejumlah perhiasan swarovski dan uang saku bulanan
3. Herbudianti Tak Pernah Bertemu dengan Holy
Herbudianti mengaku tidak tahu banyak soal hubungan rumah tangga suaminya Gatot Supiartono dengan istri keduanya, Holy Angela Ayu. Istri sah Gatot itu bahkan tidak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dengan Holy setelah mengetahui suaminya menikah lagi.

"Herbudianti tidak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dengan Holy. Dia hanya tahu dari cerita-cerita G (Gatot) saja," ujar Rikwanto.
4. Gatot Ceritakan Keinginan Holy Ceraikan Herbudianti
Holy pernah meminta Gatot Supiartono untuk menceraikan istri sahnya, Herbudianti. Keinginan Holy itu pernah disampaikan pejabat esolon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu langsung ke Herbudianti.

"G pernah cerita kepada Herbudianti, keinginan Holy untuk menceraikan Herbudianti," imbuh Rikwanto.

Menurut Rikwanto, Herbudianti tidak menunjukkan sikap yang reaktif ketika suaminya menceritakan keinginan Holy untuk menceraikannya. Herbudianti hanya memasrahkan semuanya kepada Gatot.

"Reaksinya terserah suami saya. Saya sebagai istri yang sah, kalau mau diceraikan terserah," ucap Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, Gatot menceritakan unek-uneknya itu kepada Herbudianti pada pertengan tahun 2013.

Rikwanto melanjutkan, Herbudianti sudah tidak bisa menuntut apa-apa sejak mengetahui pernikahan Gatot dengan Holy.
5. Sejak Tahu Soal Holy, Istri Sah Tak Pedulikan Gatot SupiartonoHerbudianti hanya bisa pasrah setelah mengetahui suaminya, Gatot Supiartono memiliki istri baru, Holy. Sejak saat itu pula, Herbudianti tidak pernah memusingkan Gatot pulang atau tidak ke rumahnya di Penggilingan, Jakarta Timur.

"Sehari-hari, istri G ini tidak mempermasalahkan kapan (Gatot) pulang atau tidak pulang," terang Rikwanto.

Menurut Rikwanto, Herbudianti tidak banyak mempertanyakan kemana saja suaminya setelah seharian bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di samping karena mengetahui kesibukan dinas suaminya sebagai pejabat esolon I BPK, Herbudianti juga bisa memaklumi bila Gatot sudah 'terbagi dua'.

"Karena sudah tahu sudah menikah dengan Holy dan pekerjaannya sibuk juga, jadi tidak banyak tanya," ujar Rikwanto
6. Herbudianti Pernah Bertemu Surya
Herbudianti juga memberikan kesaksian soal Surya Hakim (45), tersangka yang menjadi koordinator dalam pembunuhan Holy. Namun, Herbudianti mengungkapkan tidak pernah tahu siapa Surya, kendati sudah pernah bertemu beberapa kali.

"Herbudianti pernah bertemu dengan S, di kantor dan juga di rumahnya. Pernah ke rumahnya di Penggilingan, tetapi hanya di teras rumah," jelas Rikwanto.

Menurut Herbudianti kepada penyidik, ia tidak tahu betul siapa Surya sebenarnya. Yang ia tahu, Surya adalah sopir rental yang diminta Gatot untuk menyopirinya.

"Dia tidak kenal S itu, hanya tahu sopir rental," imbuh Rikwanto.

Surya Hakim adalah sopir freelance yang dikenal Gatot di Hotel Pecenongan, Jakarta Pusat sekitar tahun 2011. Sejak saat itu, hubungan Gatot dengan Surya semakin intens.

Surya sering diminta oleh Gatot untuk mengantarnya menemui Holy di Apartemen Kalibata City. Gatot pula lah yang menyuruh Surya untuk mencari eksekutor untuk menghabisi nyawa Holy.

Dipolisikan Pukuli Orang, Anggota DPRD Mengaku Hanya Melerai

TRIBUNNEWS.COM,  MALANG - Sugiyanto, anggota DPRD kaget ketika tahu kalau dirinya dilaporkan ke Polres Malang oleh Untung karena kasus pemukulan.
Menurut politisi dari Partai Golkar ini, kedatangannya ke warung kopi di perempatan jalan Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur itu  untuk melerai adiknya, Sumadi yang berkelahi dengan Untung. "Saat saya datang ke warung itu, Sumadi dan Umar sudah terlibat cekcok dengan Untung,” terangnya ketika dihubungi Surya Online lewat ponselnya, Selasa (29/10/2013) malam.
Menurutnya, saat itu ia sempat mendorong adiknya agar menjauh dari Untung. Menurutnya, sebelum ke warung itu ia dan puluhan temannya hendak menggelar istighotsa di tambang pasir itu. “Sekarang saya kok malau dibilang menganiaya Untung,” tutur Sugik, panggilan akrabnya. 
Rendra Kresna, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang menyatakan yang dilakukan Sugiyanto tindakan pribadi dan tidak terkait partai. Ia hanya mengharapkan, bisa diselesaikan secara adat yaitu kompromi-kompromi.

Jika terbukti terjadi penganiayaan, menurut Rendra, institusi tidak bertanggung jawab terhadap ulah oknum. Ia khawatir jika di jalur hukum, maka masih ada buntut-buntut lagi yang tidak terima. (Sylvianita Widyawati)

Wapres Boediono ingatkan ketidakpastian ekonomi dunia

Pewarta: Ahmad Wijaya

London (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono di depan pemimpin politik dan bisnis sejumlah negara mayoritas penduduknya Muslim mengingatkan ketidakpastian finansial masih terasa sangat tinggi sehingga setiap negara harus tetap waspada.

"Ekonomi dunia diperkirakan akan sedikit membaik tahun depan. Perbaikan ini belum lagi perubahan yang signifikan, namun setidaknya cukup sebagai bentuk perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya," kata Boediono saat berbicara dalam "World Islamic Economic Forum" (WIEF) ke-9 di London, Inggris, Selasa.

Hadir dalam acara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, juga pimpinan negara dan pemerintahan dari 10 negara-negara Muslim seperti Afghanistan, Bangladesh, Bermuda, Bosnia dan Herzegovina, Brunei Darussalam, Yordania, Kosovo, Maroko, dan Pakistan.

Dikatakan Boediono, pada saat yang sama dunia menyaksikan berkembangnya konflik di banyak daerah yang terjadi di negara Muslim bermukim.

Wapres mengatakan, meski "World Islamic Economic Forum" khususnya membahas tentang isu ekonomi dan bisnis, tak mungkin menghindar bahwa masalah keamanan sangat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan.

"Dalam forum seperti ini, di mana para pemimpin politik dan pemimpin bisnis dari negara-negara Muslim bertemu, tidak ada salahnya membicarakan tentang isu-isu ini. Bagaimana kita bisa mengurangi penderitaan mereka dan mendukung perdamaian di wilayah-wilayah konflik," kata Wapres.

Secara global, kata Wapres, terdapat pertanyaan besar situasi keuangan global dan prospeknya ke depan untuk satu hingga dua tahun ke depan.

Dari pesan yang sama yang diperoleh dari pertemuan G-20, KTT APEC dan Rapat Tahunan World Bank, IMF didapatkan bahwa ekonomi global berubah di mana pertumbuhan negara-negara berkembang melambat dan negara-negara maju justru membaik.

Menurut Wapres, isu penting pertama yang sebaiknya menjadi bagian dari forum ini adalah mengidentifikasi opsi-opsi kerja sama di antara korporasi dan negara-negara Muslim serta negara-negara non-Muslim dengan tujuan memaksimalkan potensi pertumbuhan.

"Isu kedua adalah mengantisipasi ancaman ketidakstabilan di wilayah masing-masing akibat kondisi keuangan global," katanya.

Di samping persoalan makro ekonomi, kata Wapres, ada sejumlah isu lain yang menjadi masalah mendasar di dalam forum ekonomi negara-negara Muslim beberapa tahun terakhir yakni bagaimana upaya kolektif mengatasi ancaman perubahan iklim, bagaimana mempercepat pertumbuhan institusi-institusi finansial Islam untuk membantu umat.

Juga mengatasi masalah dasar kurangnya infrastruktur yang dihadapi banyak negara-negara berkembang, meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara global.

Selasa, 29 Oktober 2013

Kapolri Larang Kelompok Masyarakat Lakukan Penegakan Hukum

Depok (Antara) - Kapolri Komjen Pol Sutarman melarang kelompok masyarakat melakukan upaya penegakan hukum, karena hal itu melanggar hukum.
"Siapapun, apapun kelompok masyarakatnya, tidak melaksanakan tujuannya dengan cara-cara melanggar hukum. Kita harus tegakkan hukum secara tegas," katanya setelah serah terima jabatan Kapolri di Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa.
Sutarman menegaskan bahwa tidak boleh ada yang melakukan penegakan hukum, kecuali aparatur penegak hukum. Kepolisian sebagai lembaga penegak hukum wajib melakukan upaya penegakan hukum guna mencegah terjadinya hukum rimba.
"Karena kalau kita biarkan, begitu berjalan terus, ini bisa berlaku hukum rimba. Artinya siapa yang kuat dia yang menang, ini berbahaya buat negara," ujarnya.
Sutarman juga mengimbau masyarakat agar tidak berbuat kejahatan sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum.
Ia juga mengingatkan masyarakat supaya berada di jalur yang benar. "Jadi kalau terjadi pelanggaran hukum, diserahkan kepada institusi penegak hukum," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengajak ulama untuk menyampaikan pesan tersebut kepada umat agar tidak ada kelompok masyarakat yang main hakim sendiri. (tp)

Polisi Tangkap Eks Pacar Sespri Kapolda Lampung, Diduga Sebarkan Foto Syur

Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Polisi telah mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang mengunggah foto polwan yang bertugas sebagai staf Sekretaris Pribadi (Sespri) Polda Lampung yang berpose syur. Pelaku tak lain adalah mantan pacarnya sendiri yang merupakan warga sipil biasa.

"Sudah diketahui yang upload, mantan pacarnya," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F Sompie, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2013).

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, polisi pun kemudian mengejar pelaku. "Baru ditangkap," kata Ronny.

Terkait motif, Ronny menduga pelaku nekat menggunggah foto mantan kekasihnya itu karena persoalan pribadi. Tak lain dan tak bukan karena hubungan asmaranya dengan polwan cantik itu tidak berakhir dengan baik.

"Motifnya kan sudah bisa diperkirakan, ya sakit hati," ujarnya.

Sekurangnya ada 3 foto syur staf Sespri yang beredar di dunia maya. Foto-foto itu kemungkinan diambil sendiri oleh polwan yang sudah bekerja sebagai Sespri tersebut dengan kamera telepon genggamnya.

Tidak ada siapa-siapa selain Sespri itu sendiri di dalam foto yang beredar. Salah satu foto terlihat seragam dinas kepolisian yang tergantung di lemari kamarnya.

Upah Naik, Perusahaan Rumahkan Puluhan Ribu Buruh

VIVAnews - Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), pada Selasa 29 Oktober 2013, menyatakan, puluhan ribu pekerja di Jabodetabek telah dirumahkan pada awal tahun ini.

"BPS (Badan Pusat Statistik) DKI Jakarta merilis, pada Mei 2013 sudah ada 65 ribu tenaga kerja yang dirumahkan," kata Wakil Sekjen Apindo, Franky Sibarani, di kantor Apindo, Jakarta.

Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi, menambahkan, tahun lalu, sekitar 200 ribu karyawan dirumahkan, karena masalah upah. Alasannya, banyak perusahaan padat karya yang kesulitan membayar upah buruhnya.

Dia menjelaskan, industri padat karya seperti garmen, sepatu, dan pakaian, telah menghabiskan hampir setengah biaya modal untuk membayar gaji buruh.

"Industri padat karya itu mengeluarkan 30-40 persen biayanya untuk upah," kata dia.

Sofjan menambahkan, beberapa perusahaan asing juga telah memutuskan keluar dari Indonesia dan mengalihkan investasinya ke negara lain. Relokasi tersebut disebabkan perusahaan keberatan membayar upah minimum Rp2,2 juta.

"Perusahaan Korea ada yang pindah ke Kamboja dan Myanmar yang upahnya masih US$40 per bulan. Sedangkan upah buruh di Indonesia mencapai US$200 dolar," kata dia.

Terkait aksi mogok kerja nasional yang direncanakan pada 31 Oktober-1 November 2013, Sofjan meminta agar buruh turut menjaga kondisi ekonomi di dalam negeri. Karena, demonstrasi bisa mengganggu iklim investasi.

"Kita tahu, pengangguran terbuka ada 9-10 juta orang dan setengah menganggur 40 juta orang. Silakan mogok, tapi jangan memaksa orang lain untuk mogok," kata dia. (eh)

Buruh Ancam Mogok Nasional, Ini Kata Pengusaha

VIVAnews - Serikat buruh berencana melakukan aksi mogok kerja nasional pada 31 Oktober-1 November 2013. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai aksi ini sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, Selasa 29 Oktober 2013, menyatakan seharusnya aksi mogok tersebut dilakukan apabila perundingan mengenai upah minimum antara pengusaha, buruh, dan pemerintah gagal. Kenyataannya, perundingan tripartit yang dilakukan dewan pengupahan berjalan baik.

"Mogok itu sebenarnya terjadi kalau perundingannya gagal. Ini, perundingannya baik, sampai gubernur dan bupati memutuskan yang terbaik," ujar Sofjan di Jakarta.

Meski begitu, ia melanjutkan, jika rencana aksi mogok tetap dilaksanakan, diharapkan berjalan tertib dan damai. "Kami meminta mereka agar tidak memaksa teman-temannya yang tetap ingin bekerja," kata Sofjan.

Serikat pekerja yang menggelar aksi mogok ini juga diminta tidak memaksa para buruh untuk ikut serta. Apindo mengecam penyisiran atau sweeping para buruh yang tidak ikut berpartisipasi dalam aksi menuntut kenaikan upah ini.

"Kami menyesalkan adanya sweeping yang ada di Cimahi dan Tangerang," kata Sofjan. (umi)

Istri Gatot mengaku tak pernah bertemu Holly

Pewarta: Dewanto Samodro

Jakarta (ANTARA News) - Herbudianti, istri auditor Badan Pemeriksa Keuangan Gatot Supiartono yang menjadi tersangka pembunuhan Holly Angela Hayu, mengaku tidak pernah bertemu dengan Holly.

"Namun, Herbudianti tahu bahwa Gatot menikah lagi dengan Holly. Setelah menikahi Holly baru Gatot menyampaikan ke Herbudianti sehingga yang bersangkutan tidak bisa apa-apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto, di Jakarta, Selasa.

Rikwanto mengatakan saat dimintai keterangan oleh penyidik, Herbudianti mengatakan Gatot pernah menyampaikan bahwa Holly meminta Gatot menceraikan dirinya.

"Hal itu disampaikan Gatot sekitar pertengahan 2013. Sebagai istri, Herbudianti mengatakan hanya pasrah. Terserah suami, katanya," tutur Rikwanto.

Menurut Rikwanto, Herbudianti juga ditanya mengenai keseharian Gatot. Setelah mengetahui Gatot memiliki istri lagi, Herbudianti mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kapan suaminya pulang atau tidak pulang, apalagi sebagai auditor BPK, Gatot termasuk sibuk.

Sebelumnya, penyidik Subdit Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meminta keterangan Herbudianti terkait pembunuhan Holly Angela Hayu yang disangkakan kepada suaminya.

Penyidik juga sudah meminta keterangan dari adik Holly, Prabu. Polisi kembali memeriksa Prabu untuk mengetahui apa saja yang dia ketahui tentang Gatot dan hubungannya dengan Holly.

Auditor BPK Gatot Supiartono menjadi tersangka atas kasus pembunuhan berencana terhadap Holly Angela Hayu di Ebony Tower, Apartemen Kalibata City, Senin (30/9).

Gatot diduga memerintahkan Surya Hakim, tersangka lain, merekrut beberapa orang untuk membunuh Holly. Surya kemudian merekrut Abdul Latif, Elrizki Yudhistira, PG dan R.

Penyerahan Jabatan Kapolri Digelar di Depok

VIVAnews - Hari ini, Selasa 29 Oktober 2013, Komisaris Jenderal Sutarman rencananya resmi melakukan serah terima jabatan sebagai Kepala Polisi Republik Indonesia menggantikan Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Acara yang berlangsung di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok itu dikabarkan akan berlangsung sederhana.

Kadiv Humas Mabes Polri, Ronny F Sompi kepada wartawan mengatakan bahwa sertijab diagendakan berlangsung sekitar pukul 08:30 WIB. Saat ini, berbagai persiapan masih terus berlangsung.
       
"Pak Timur inginnya sederhana. Usai prosesi serah terima, ia akan menyalami pejabat utama di depan dan pergi dari sini menggunakan mobil bersama istri," kata Ronny.

Sebelum pergi, Timur lebih dulu menyerahkan tongkat komando dan jabatan serta panji-panji Polri. "Tongkat komando, tanda jabatan, panji Polri, Tri Brata, dan bendera pataka adalah bagian legitimasi Kapolri," ujarnya.

"Ada pisah sambut internal. Namun, lebih dulu ada pidato dari mantan Kapolri dan juga Kapolri baru di lapangan utama," ucap Ronny. 

Upacara sertijab Kapolri akan dihadiri Panglima TNI, Pimpinan KPK, Kepala Lembaga Negara, sejumlah menteri, Komisi III DPR dan Pimpinan DPR RI, Ombusman, Komisioner Kompolnas, dan mantan-mantan Kapolri. (eh)

Pesan Jenderal Timur Pradopo untuk Kapolri Baru

VIVAnews - Mantan Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo meminta Kapolri baru Komisaris Jenderal Sutarman fokus mempersiapkan pengamanan Pemilu 2014. Pesan ini disampaikan Timur saat serah terima jabatan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, 29 Oktober 2013.

"Amanah seperti yang saya sampaikan tadi," kata Timur kepada wartawan usai serah terima jabatan.

Menanggapi permintaan itu, Sutarman mengaku telah menyiapkan sejumlah jurus pengamanan Pemilu. Salah satu yang akan dilakukan menurunkan pasukan untuk menjaga kemananan, khususnya di daerah rawan konflik.

"Polri dengan kekuatan penuh siap mengamankan Pemilu," katanya. Ia juga berjanji pasukannnya akan tetap netral, sehingga keamanan Pemilu tetap terjaga.

Dalam serah terima jabatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan menteri, seeperti Menteri Pertahanan PurnomoYusgiantoro dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Pada kesempatan itu, Basuki menilai sosok Sutarman sebagai pribadi yang tegas. "Kami butuh orang yang bisa perang. Perang terhadap korupsi, kriminal, dan narkoba," kata Wakil Gubernur Ahok.

Ketika ditanya lebih jauh, Ahok tak banyak komentar. Dengan gayanya yang santai, Ahok pun pergi meninggalkan wartawan dan memilih kembali ke tempat duduk menunggu acara dimulai.

Hari ini, Komisaris Jenderal Sutarman resmi menerima serah terima jabatan sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Timur Pradopo. Acara yang berlangsung di Mako Brimob itu berlangsung sederhana.

"Pak Timur inginnya sederhana," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Ronny F Sompi. (eh)

BPK: Jelang 2014, Korupsi Keuangan Negara Meningkat

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengingatkan para pejabat di tingkat pusat maupun daerah agar supaya berhati-hati dalam mengelola keuangan negara menjelang pemilihan umum 2014.

Anggota BPK, Agung Firman Sampurna mengatakan, menjelang pemilu 2014, resiko pengelolaan dan korupsi keuangan negara semakin meningkat. Biasanya terjadi dalam bentuk pelaksanaan belanja bantuan sosial dan hibah, belanja modal dan belanja barang.

Praktik ini lanjut Agung, bisa berpotensi menurunkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara atau daerah.

"Berdasarkan temuan BPK modus baru fraud dalam pengelolaan keuangan negara yang terjadi saat ini tidak saja pada pengelolaan APBN dan APBD," kata Agung saat paparan di kantor pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa 29 Oktober 2013

Di samping itu kata Agung, celah korupsi juga terjadi dalam pengelolaan BUMD yang melibatkan kepala daerah. Bahkan kecenderungan, pegelolaan itu ditutup-tutupi dengan pemailitan sejumlah aset BUMD.

"Itu adalah modus baru yang perlu segera dicermati dan disikapi secara proaktif," ujarnya. (eh)

Tiga Hakim Hadapi Sidang Etik 6-7 November

Jakarta (Antara) - Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung akan melakukan sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) terhadap tiga hakim pengadilan tingkat pertama yang diduga melanggar etika pada 6-7 November 2013.
"Kami belum mendapat undangannya, namun sudah ada agenda sidang MKH pada 6-7 November mendatang," kata Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus, di Jakarta, Selasa.
Dia mengungkapkan bahwa pada Rabu (6/11) akan menyidangkan dua hakim, sedangkan untuk Kamis (7/11) satu hakim diberi kesempatan membela diri pada sidang MKH.
Namun Jaja belum mengetahui majelis hakim perwakilan Mahkamah Agung yang akan menyidangkan tiga hakim yang diduga melanggar etik tersebut.
"Karena baru agenda saja, jadi belum tahu siapa saja hakim agung yang menjadi anggota majelis MKH," kata Jaja.
Dia mengungkapkan baru mengetahui anggota majelis MKH yang berasal dari KY saja.
Dalam pemberitaan sebelumnya, KY sudah menetapkan tiga majelis yang akan menyidangkan ketiga hakim yang diduga melakukan pelanggaran etik tersebut.
Ketiga hakim itu yang direkomendasikan oleh KY sebanyak dua orang dan seorang hakim merupakan rekomendasi dari MA.
Untuk MKH terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim salah satu PN di wilayah Sumatera Utara yang diduga menggunakan narkoba adalah Komisioner Eman Suparman, Komisioner Jaja Ahmad Jayus, Komisioner Ibrahim dan Wakil Ketua KY Abbas Said.
Sedangkan MKH terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim salah satu PN di wilayah Jawa Barat adalah Komisioner KY Ibrahim, Komisioner KY Eman Suparman, Komisioner KY Imam Anshori Saleh dan Wakil Ketua KY Abbas Said.
Sementara Untuk MKH terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim salah satu PN di wilayah Jawa Timur adalah Komisioner KY Imam Anshori, Komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri, Komisioner KY Eman Suparman dan Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus.(rr)

Investasi Bodong, Suami Artis Eddies Ditahan

Oleh: Ahmad Farhan Faris

INILAH.COM, Jakarta - Aparat Polda Metro Jaya menahan suami dari artis Eddies Adelia, Ferry Setiawan terkait kasus dugaan penipuan kepada rekan bisnis hingga miliaran rupiah.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan, yang bersangkutan FR alias Ferry sudah ditahan dan sebagai tersangka.

"Ia ditangkap pada 18 Oktober 2013 lalu," kata Rikwanto di kantornya, Senin (28/10/2013).

Ia melanjutkan, Ferry ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta ketika baru turun dari Singapura. Sebab, sebelumnya sudah diketahui gerak-geriknya oleh aparat kepolisian.

"Yang bersangkutan diduga menipu dalam bisnis investasi bodong penjualan batubara," ujarnya.

Rikwanto menjelaskan, awalnya ada korban inisial AM yang melaporkan ke Polda Metro Jaya perihal ditipu oleh Ferry. Menurutnya, modus yang dilakukan pelaku yakni menawarkan investasi bodong dalam bisnis penjualan batubara.

"Tersangka bertindak sebagai penghimpun investor dalam bisnis tersebut," jelas dia.

Ia menuturkan, FR meyakinkan korban dengan membubuhkan bukti serta dokumen-dokumen sehingga AM percaya. Namun setelah diselidiki, ternyata investasinya fiktif.

"Dokumen itu fiktif bodong, FR juga tidak ada kerjasama dengan batubara. Korban mengalami kerugian Rp 25 miliar," tukasnya lagi.

Rikwanto menambahkan, saat ini Ferry masih dilakukan pemeriksaan penyidik untuk mengetahui kemana aliran dana tersebut. "Ferry disangkakan pasal 378 KUHP," ucap dia.[jat]

Buruh "istirahat" dari demo di balaikota karena hujan

Pewarta: Yakob Arfin T Sasongko

Jakarta (ANTARA News) - Hujan yang mengguyur Selasa siang membuat terhentinya unjuk rasa forum buruh DKI di balaikota Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat.

Menjelang hujan deras, Sekjen forum buruh DKI Muhamad Toha, mengumumkan kepada seluruh  peserta aksi bahwa unjuk rasa akan dilanjutkan setelah hujan reda.

Para buruh seketika berhamburan mencari tempat berteduh di sekitar kawasan balaikota.

Ada yang berteduh di bawah tenda pedagang kaki lima, shelter bus serta halte busway balaikota

400 polisi antisipasi mogok buruh di Buleleng

Pewarta: I Made Tirthayasa

Singaraja (ANTARA News) - Sedikitnya 400 polisi dikerahkan untuk mengantisipasi mogok kerja para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Kabupaten Buleleng, Bali.

"Setelah dilakukan apel kesiapan antisipasi rencana buruh itu secara berkala saya perintahkan anggota untuk melakukan pemantauan, terutama di kawasan industri yang banyak terdapat buruh," kata Kepala Kepolisian Resor Buleleng Ajun Komisaris Beny Arjanto di Singaraja, Senin.

Dia menyebutkan beberapa wilayah yang menjadi prioritas pemantaun, di antaranya Desa Celukan Bawang dan Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak.

"Kedua desa itu merupakan kawasan industri yang tentu saja banyak mempekerjakan buruh," katanya.

Namun sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi adanya gerakan buruh untuk melalukan mogok kerja di Buleleng. "Saya telah lakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh buruh dan mereka pastikan tidak akan ikut dalam aksi itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Buleleng Abdul Gafar Makaramah mengaku tidak mendapat instruksi apa pun dari pusat sehingga tidak ikut aksi mogok buruh untuk merespons ajakan KSPI.

"Saya sudah lakukan koordinasi dengan pimpinan SPSI Provinsi Bali dan sepakat kami tidak akan lakukan aksi mogok," katanya. (MDE/M038)        

Yana Novia, Staf Gapura Angkasa Pernah 'Disemprot' Azlaini 7 Bulan Lalu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Rupanya bukan kali ini saja staf PT Gapura Angkasa, Yana Novia (20), berurusan dengan anggota DPR periode 1999-2014 Azlaini Agus (51). Tujuh bulan lalu dia juga mengalami pengalaman tidak mengenakkan.

Saat ditemui oleh detikcom, Selasa (29/10/2013), Yana menuturkan awal pertemuannya dengan Azlaini yang kini menjadi komisioner Ombudsman. Dia pertama bertemu dengan Azlaini sekitar tujuh bulan lalu saat masih baru bekerja di Gapura Angkasa.

Saat itu, Yana bertugas di pintu gate I Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru untuk memeriksa seluruh ID dan boarding pass seluruh penumpang. Ketika hendak memeriksa ID dan boarding pass milik Azlaini, Yana mengaku kena 'semprot'.

"Waktu saya minta ID, Ibu itu ngomong ke saya 'Kamu belum kenal saya ya?' Saya jawab, 'Maaf saya tidak kenal Ibu'," tutur Yana.

"Kamu tidak kenal saya, atau IQ kamu yang jongkok," imbuh Yana mengutip perkataan Azlaini saat itu. Yana mengaku dirinya hanya bisa menjawab: "Maaf Ibu, saya hanya menjalankan tugas."

Pertemuan tak mengenakkan berikutnya terjadi Senin (28/10/2013) pagi. Pipi kanannya ditampar Azlaini dengan tangan kiri setelah mengumumkan penundaan penerbangan pesawat. Akibat peristiwa itu, Yana Novia melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.

Sedangkan Azlaini sendiri membantah telah menampar Yana. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut. Azlaini saat itu mendampingi anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja.

Yana Novia, Staf Gapura Angkasa Beberkan Insiden Penamparan yang Dialaminya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru - Staf Gapura Angkasa, Yana Novia, yang menjadi korban penamparan komisioner Ombudsman Azlaini Agus angkat bicara. Wanita berusia 20 tahun ini menuturkan insiden penamparan yang dialaminya saat bertugas.

"Saya hanya bertugas untuk menyampaikan bahwa pesawat delay karena pilot ingin memastikan soal cuaca terkait Gunung Sinabung. Saya masih menjelaskan, langsung saja Ibu itu menampar pipi kanan saya," ujar Yana Novia kepada detikcom di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (29/10/2013).

"Saya sendiri tidak mengetahui kalau Ibu itu dalam keadaan emosional, tapi saya menjalankan tugas untuk menerangkan kepada seluruh penumpang terkait cuaca menuju Bandara Kuala Namu," imbuhnya.

Yana mengaku, dirinya sempat melontarkan protes kepada Azlaini usai ditampar. "Kok Ibu menampar saya? Apa salah saya?" ucap Yana mengulang pertanyaannya kepada Azlaini saat itu.

Mendapat protes darinya, menurut Yana, Azlaini justru menjawab dengan gaya cuek. "Emang masalah kamu saya tampar?" tutur Yana mengutip perkataan Azlaini kepadanya, saat insiden terjadi pada Senin (28/10) pagi.

Mendengar perkataan seperti itu, Yana mengaku dirinya hanya bisa terdiam dan menangis.

Yana Novia melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.

Sedangkan Azlaini membantah telah menampar Yana. Mantan anggota DPR dari PAN yang juga dosen hukum ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut.

Akhirnya, Loyalis Anas Siap Penuhi Panggilan KPK

VIVAnews - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Cilacap, Jawa Tengah, Tri Dianto, Senin 28 Oktober 2013, siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tri akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

"Iya. Jadi hari Senin tanggal 28 Oktober 2013 surat panggilan kedua sudah saya terima," kata Tri kepada VIVAnews.

Tri berjanji akan bersikap kooperatif apabila KPK meminta maaf atau mengirim surat panggilan cukup satu alamat yaitu tempat tinggal istri pertamanya, di Desa Gentasari RT 8/RW 3, Kroya, Cilacap. Karena salah satu permintaannya itu dipenuhi, maka ia tidak keberatan memenuhi panggilan KPK.

"Maka pada hari Kamis besok tanggal 31 Oktober 2013 saya siap untuk hadir memenuhi panggilan KPK. Jadi saksi untuk tersangka atas nama Anas Urbaningrum," ujarnya.

Tri menegaskan akan memberikan kesaksian sejujur-jujurnya apa yang dia ketahui di hadapan penyidik.

Namun sampai hari ini, dia tidak meyakini keterlibatan tokoh yang sekarang menjabat sebagai Ketua Presidium Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu dalam kasus tersebut.

"Ya nanti kita akan menjelaskan kepada penyidik KPK. Dan tetap dari awal kasus ini muncul saya tetap berkeyakinan Anas tidak terlibat dalam kasus Hambalang. Meskipun Hambalang dan kongres selalu dikaitkan dengan Anas," tuturnya.

Sebelumnya, Tri menolak memenuhi panggilan KPK. Bahkan, dirinya menuntut lembaga tersebut meminta maaf karena surat panggilan dikirim ke rumah istri-istrinya.

Surat panggilan dia terima 14 Oktober 2013, dipanggil untuk hari Jum'at 18 Oktober 2013, pukul 10.00 WIB untuk menjadi saksi dengan tersangka Anas Urbaningrum.

"Sudah mengganggu privasi dan kenyamanan keluargaku dan kalau KPK tidak minta maaf di media, saya besok hari Jumat, 18 Oktober 2013 tidak akan memenui panggilan KPK," kata Tri ketika itu. (umi)

Pimpinan Ombudsman akan Klarifikasi Kasus Penamparan Staf Garuda

Ferdinan - detikNews

Jakarta - Pimpinan Ombudsman akan mengklarifikasi insiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru kepada komisionernya Azlaini Agus. Staf maskapai Garuda Indonesia melaporkan Azlaini karena melakukan penamparan.

"Ada rencana kami akan adakan rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut," kata komisioner Ombudsman, Budi Santoso, saat dihubungi, Selasa (29/10/2013).

Hingga pagi ini Budi mengaku belum mendapat keterangan langsung dari Azlaini yang kini tengah berada di Medan untuk mendampingi kunjungan Komisi II DPR. Dia memastikan akan ada komite etik yang memeriksa dugaan pelanggaran Azlaini.

"Semua kemungkinan (pemeriksaan) mau kami bahas dalam rapat pimpinan nanti," ujarnya.

Yana Novia yang jadi korban penamparan melapor ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru. Pelapor juga menyertakan bukti foto yang menunjukkan guratan merah bekas tamparan Azlaini yang juga dosen ilmu hukum Universitas Islam Riau.

Penamparan ini terjadi ketika Azlaini berada di lintasan bandara saat akan menaiki pesawat. Diduga dia kesal karena mendadak pihak maskapai mengumumkan penundaan keberangkatan ke Bandara Kuala Namu, Medan.

Pesawat yang sedianya berangkat pukul 07.45 WIB ditunda hingga pukul 08.20 WIB. "Kami harus tunda keberangkatan karena menunggu kepastian cuaca terkait aktifnya Gunung Sinabung," papar Kepala Stasiun Garuda di Pekanbaru Irawan menjelaskan alasan penundaan keberangkatan
Azlaini membantah keterangan yang menyebut keterlambatan penerbangan karena faktor cuaca. Dia menyebut keterlambatan terjadi karena pesawat GA 227 terlambat datang ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Sebab begitu penumpang masuk dalam pesawat, awak pramugari meminta maaf atas keterlambatan tersebut dengan alasan terlambatnya pesawat tiba di Pekanbaru. Jadi bukan kerena masalah cuaca," kata Azlaini kepada detikcom, Senin (28/10) malam.

Keterlambatan ini yang memicu emosi Azlaini. Mantan anggota DPR ini lantas menampar staf Garuda bernama Yana Novia. Tapi Azlaini membantah tuduhan penamparan.

"Tidak ada saya menampar, saya cuma membentak karena kesal, tidak ada jawaban yang pasti, kenapa pesawat mengalami keterlambatan. Dan setelah saya bentak, wanita itu pergi," ujar Azlaini menceritakan kejadian yang terjadi di Bandara.

Kasus Staf Garuda, Kemenhub: Penumpang Jangan Main Hakim Sendiri!

Ferdinan - detikNews

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung langkah staf Garuda Indonesia melaporkan komisioner Ombdusman Azlaini Agus ke polisi. Penyelesaian jalur hukum dianggap penting agar kasus serupa tidak terulang.

"Kemenhub mendorong penyelesaian jalur hukum agar kasus ini tidak lagi terulang. Biar proses hukum yang menyelesaikan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Selasa (29/10/2013).

Bambang mengaku sudah menerima laporan insiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kemarin (28/10). Dia menyesalkan bila benar terjadi penamparan seperti dilaporkan staf Garuda, Yana Novia ke polisi.

Bambang menuturkan, seharusnya pengguna jasa menggunakan hak-haknya sebagaimana diatur dalam peraturan terkait bila merasa dirugikan. Aturan itu juga mengatur hak dan kewajiban pengguna dan penyedia jasa angkutan.

"Jangan main hakim sendiri karena sudah ada aturannya," tutur dia.

"Kita negara hukum selesaikan dengan hukum, banyak orang yang main hakim sendiri yang malah merugikan kedua belah pihak," imbuh Bambang.

Staf Garuda melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.

Sedangkan Azlaini sendiri membantah telah menampar Yana. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut.

Atas kejadian ini, pimpinan Ombudsman juga akan mengklarifikasi Azlaini."Ada rencana kami akan adakan rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut," kata komisioner Ombudsman, Budi Santoso, saat dihubungi secara terpisah.



Senin, 28 Oktober 2013

Sejumlah Elemen Buruh Karawang Tidak Mogok Nasional

Karawang (Antara) - Sejumlah elemen buruh di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang tergabung dalam Aliansi Besar Karawang sepakat tidak akan menggelar mogok nasional.
Juru Bicara Aliansi Besar Karawang Abda Khair Mufti, Senin mengatakan, melalui deklarasi itu para buruh sepakat untuk menciptakan hubungan kerja sama yang baik, saling menghormati dan menghargai, serta siap bersinergi dengan pemangku kepentingan dunia usaha.
Kesepakatan para buruh untuk tidak mogok nasional tersebut tertuang dalam Deklarasai Damai yang digelar di halaman Pemerintah Kabupaten Karawang.
Selain tidak menggelar aksi mogok nasional, para buruh dari Aliansi Besar Karawang juga tidak akan melakukan kegiatan lainnya yang mengganggu aktivitas perusahaan dan mengganggu kepentingan umum terkait pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat.


Sebanyak 10 elemen buruh di Karawang yang tergabung dalam Aliansi Besar Karawang yang menyetujui kesepakatan itu. Kesepakatan itu juga ditandatangani Bupati Karawang, Ketua Apindo Karawang, dengan disaksikan Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, serta tokoh masyarakat setempat.


Ia menilai, ajakan mogok nasional yang disuarakan oleh para elit buruh di Jakarta kurang relevan dengan kondisi riil yang ada di lapangan, khususnya di Karawang.
"Tidak ada alasan bagi kami di Karawang mengikuti jejak mereka untuk mogok nasional, karena mekanisme penyelesaian perbedaan maupun perselisihan ketenagakerjan sudah berjalan sesuai dengan kesepakatn bersama," kata dia.
Ia menginginkan agar para buruh bisa berpartisipasi dalam menciptakan keamanan, ketentraman dan kenyamanan bagi pelaku usaha, pekerja, maupun lingkungan masyarakat.
Dalam deklarasi damai tersebut, Apindo Karawang sepakat akan menaikkan upah buruh pada 2014. Para buruh menerima kenaikan tersebut dan mekanismenya diserahkan kepada Dewan Pengupahan Kabupaten Karawang yang mengacu kepada ketentuan yang berlaku. (ar)

Ditampar, Staf Garuda Laporkan Komisioner Ombudsman ke Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru, - Yana, staf maskapai Garuda Indonesia di Pekanbaru melaporkan penumpang berinisial AA. AA yang juga komisioner Ombudsman ini diduga melakukan penamparan saat hendak terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Yana diduga ditampar oleh penumpang bernama AA, Wakil Ketua Ombudsman," kata Kepala Stasiun Garuda Pekanbaru, Irawan Suryadi saat dihubungi detikcom, Senin (28/10/2013).

Penamparan ini terjadi ketika AA berada di lintasan bandara saat akan menaiki pesawat. Diduga AA kesal karena mendadak pihak maskapai mengumumkan penundaan keberangkatan ke Bandara Kuala Namu, Medan. "Penumpang ini merasa tidak sabar padahal penumpang lainnya tidak protes," ujar dia.

Pesawat yang sedianya berangkat pukul 07.45 WIB ditunda hingga pukul 08.20 WIB pagi tadi. "Kami harus tunda keberangkatan karena menunggu kepastian cuaca terkait aktifnya Gunung Sinabung," papar Irawan menjelaskan alasan penundaan keberangkatan.

Korban penamparan didampingi pihak maskapai kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolsek Bukit Raya, Pekanbaru. "Sudah dibuatkan laporan. Korban juga sudah diminta keterangan," ujarnya.

Staf Garuda Ditampar Komisioner Ombudsman Saat Umumkan Delay

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru, - Yana Novia (20) staf maskapai Garuda Indonesia di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru ditampar penumpang bernama Azlaini Agus. Tak terima ditampar, Yana melapor ke Mapolsek Bukit Raya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (28/10/2013) pagi tadi. Saat itu Azlaini diketahui akan berangkat ke Bandara Kuala Namu, Sumut menggunakan pesawat Garuda GA 227 dengan jam keberangkatan pukul 07.45 WIB.

Namun keberangkatan harus tertunda, karena pilot meminta kepastian soal cuaca terkait aktifnya Gunung Sinabung. Saat itu seluruh penumpang berangkat menuju bus yang mengantar ke pesawat.

Yana mendapat tugas untuk menyampaikan kepada seluruh penumpang soal keterlambatan keberangkatan. "Waktu kejadian posisi Yana berada di depan pintu masuk bus, saat itulah penumpang kami bernama Azlaini Agus menamparnya. Kayak menampar sambil mencakar, soalnya ada bekas goresan di wajahnya staf kami," kata Kepala Stasiun Garuda di Pekanbaru, Irawan kepada detikcom.

Perlakuan kasar yang dilakukan Azlaini akhirnya dilaporkan ke Polsek Bukit Raya, Pekanbaru.

"Benar kita menerima laporan dari staf Garuda terkait dugaan penamparan itu," kata Kapolsek Bukit Raya, Kompol HM Sembiring terpisah.

Saat dikonfirmasi Azlaini mengaku sedang rapat. "SMS saja," kata dia meminta detikcom mengajukan pertanyaan melalui pesan singkat.

Polisi Siap Tindak Tegas Pendemo Anarki

VIVAnews - Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal (Pol) Ronny Frankie Sompie menyatakan, akan menindak tegas perilaku anarki yang terjadi dalam kegiatan demo buruh.

Seperti diketahui, ratusan buruh menggelar demo hampir di seluruh wilayah Jakarta. Demo itu dilakukan dalam rangka aksi mogok nasional yang digelar mulai hari ini hingga 1 November 2013 mendatang.

Ronny pun menyatakan, jika pendemo melakukan pemblokiran jalan, merusak fasilitas umum, dan membangun tenda-tenda di tempat umum dan pabrik, sanksi keras akan segera diberikan. "Yang jelas, izin aksi buruh adalah mogok kerja dengan damai," kata Ronny.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto juga mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 17.276 personel gabungan, terdiri daru, Satuan Tugas Daerah (Satgasda) 4.136 personel, Satuan Tugas Resor (Satgasres) 5.950, BKO Mabes Polri 1.882, BKO TNI sebanyak 3.280, dan BKO Pemda DKI 8.15 personel, serta jajaran Mapolres untuk cadangan sebanyak 1.210 personel.

"Nantinya mereka akan ditempatkan pada aksi mogok nasional berlangsung, terutama mengamankan di sekitar lingkungan kerja, depan Istana Negara, gedung MPR/DPR, dan Bunderan HI," kata Rikwanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 28 Oktober 2013.

Kendati demikian, dikatakan Rikwanto dari ratusan buruh yang berdemo tak semua pekerja setuju dengan aksi ini. "Sebagian berdemo, sebagian tetap bekerja." (umi)

Presiden SBY: Pemuda Indonesia Milikilah Tekad Bangun Bangsa

Oleh : DESK INFORMASI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap Pemuda Indonesia memilikil semangat dan tekad berjuang untuk membangun bangsa demi hari esok yang lebih baik. Harapan ini disampaikan Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya Senin (28/10) beberapa saat lalu.
Melalui akun twitternya itu, Presiden SBY juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda!, yang jatuh pada hari Senin (28/10) ini.
Sebelumnya, melalui akun twitternya pula Presiden SBY (25/10) menegaskan, bahwa kemajuan sebuah bangsa adalah hasil persatuan dan kerja keras seluruh rakyat, bukan kerja pemerintah belaka. Kemajuan Bangsa Indonesika, menurut Presiden SBY, bukan merupakan tujuan final.
Menurut Presiden, kamajuan bangsa Indonesia itu masih membutuhkan keberlanjutan . Presiden SBY yakin bahwa bangsa Indonesia memerlukan kontinuitas, bukan jalan pintas. Indonesia memerlukan  kerja keras, bukan suara keras.
"Kami telah menempuh jalan yang panjang untuk mewujudkan visi tersebut. Namun demikian, pencapaiannya tidaklah mudah. Kami melakukannya dengan kerja keras, keberanian dan kegigihan," kata Presiden SBY dalam pidato penganugerahan World Statesman Award (WSA), di  New York, Amerika Serikat, Kamis (30/5).
Presiden SBY kala itu mengingatkan bahwa kemajuan bangsa dan keberlanjutannya hanya dapat dicapai bila warga yang berbagai suku, keyakinan dan nilai-nilai, hidup bersama dalam harmoni. Bangsa Indonesia, kata Presiden, memiliki aspirasi untuk menjadi bangsa yang bersatu di dalam perbedaan.
Presiden SBY mengakui, selain banyak capaian, masih banyak pekerjaan rumah (PR) menyangkut harmoni atar peradaban, antar komponen bangsa di Indonesia, termasuk antar umat beragama, juga toleransi, perlindungan bagi mereka untuk menjalankan hak-hak politiknya, termasuk hak untuk beribadah.
“Saya harus akui di sana-sini masih ada kekurangan. Tapi kalau kita bandingkan dengan situasi 1998, 1999, 2000 dan 2001, situasinya tentu berbeda. Anggaplah itu cambuk, sarana untuk memotivasi kita untuk berbuat lebih," papar Presiden SBY.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun ini mengangkat tema “DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA WUJUDKAN PEMUDA YANG SANTUN, CERDAS, INSPIRATIF, DAN BERPRESTASI”. Tema tersebut membawa pesan bahwa pemuda Indonesia perlu meyakinkan dunia bahwa generasi pemuda tetap memelihara kesantunannya di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia. (WID/ES)