BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 30 Juli 2015

Polisi Tangkap Penembak Mobil Keluarga di Tol JORR

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Polisi berhasil mengamankan penembak mobil keluarga di Tol JOOR, Kp Rambutan, Jakarta Timur. Saat ini pelaku sedang diperiksa intensif di Mapolres Jakarta Timur.

"Tersangka ditangkap malam tadi, oleh buser ranmor," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes Umar Faruq dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (30/7/2015).

Umar mengatakan pelaku diketahui bernama Rahmanto. Hasil penyelidikan tersangka bertempat tinggal di kawasan Tangerang Selatan.

"Dari semalem memang sudah diintai," paparnya.

Informasi yang didapatkan tersangka berhasil ditangkap setelah mengganati nomor polisi mobilnya. Namun usaha itu sia-sia, karena ada masyarakat yang melihat dan melapor ke polisi.

"Nanti akan kita rilis," tandasnya.

Peristiwa ini penembakan itu terjadi Senin (27/7) di KM 34 JORR arah Kampung Rambutan. Menggunakan Daihatsu Xenia bernopol B 1125 KVI, korban Dwi bersama istri dan dua anaknya (5 tahun dan 1 tahun) berkendara di lajur 3, lalu saat hendak ke Jagorawi pindah ke lajur dua. Tiba-tiba mobil Picanto disebut memotong dari tengah dan dianggap berbahaya.

Setelah insiden itu, mobil Dwi memberikan lampu sebagai tanda cara menyetir mobil merah itu membahayakan. Akhirnya mereka pun dalam posisi sejajar, dan di situlah Dwi mendengar bunyi benturan yang diikuti dengan kaca mobil yang retak. Ternyata mereka ditembak. Pelaku penembakan kabur.
(edo/slh) 

Air Gun Dilarang, Ini Perbedaannya dengan Airsoft Gun

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Aksi koboi penembak misterius kembali terjadi. Seorang pengendara mobil yang melintas di ruas Tol JORR diduga ditembak oleh pengendara lainnya yang juga melintas di ruas tol tersebut. Kuat dugaan pelaku menggunakan air gun.

Sebagian orang menganggap air gun serupa dengan airsoft gun. Namun, bila ditelisik kedua replika senjata api dengan skala satu banding satu itu memiliki banyak perbedaan.

Perbedaan pertama adalah dari mekanis keduanya. Air gun menggunakan CO2 agar tekanan peluru yang dimuntahkan cukup kuap.

"Tekanannya bisa melebihi 2 joul. Sementara airsoft gun di bawah 2 joule," kata Ketua Umum Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (Porgasi), Setyo Wasisto, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/7/2015).

Selain itu, peluru yang digunakan juga jauh berbeda. Air gun menggunakan peluru gotri (bulatan logam) sementara airsoft gun menggunakan peluru plastik. Bobot peluru airsoft gun adalah 0,4 gram. Sementara Air gun mencapai 1 sampai 1,5 gram.

"Jarak 3 meter ditembak air gun ke arah dada orang bisa tewas, selain pelurunya dari gotri, daya tekanan air gun cukup kuat melontarkan peluru," beber Setyo.

Dia juga mencontohkan peluru air gun yang dapat menembus target seperti kaca atau triplek.

Menurut Setyo, air gun tegas dilarang penggunaannya. Bagi siapa saja yang tertangkap atau memilikinya, maka siap-siap berhadapan dengan hukum. Undang-undang Darurat No 12/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara siap menjerat mereka yang kedapatan memiliki air gun.

Detikcom di tahun 2013 pernah mencatat, terkait dengan penyalahgunaan airsoft gun, pihak kepolisian dapat menjerat pelanggaran ketika senjata replika tersebut digunakan untuk mengancam ataupun tertangkap tangan membawanya tanpa kejelasan.

Di Amerika, meski airsoft gun dijual bebas, namun terdapat ciri khusus yang menandakan perbedaan senjata api dan mainan, yaitu orangetip (benda orange yang diletakan di moncong senjata) untuk membedakan senjata yang dipegang tersebut adalah mainan.

"Air gun totally dilarang. Air gun itu sudah sama dengan senjata api," kata Setyo.

"Airsoft gun tidak boleh dibawa kemana-mana. Kalau pun dibawa harus menggunakan gun case, itu salah satu persyaratannya," imbuhnya.

Peristiwa penembakan misterius terjadi tepatnya di KM 34 JORR arah Kampung Rambutan. Menggunakan Daihatsu Xenia bernopol B 1125 KVI, Dwi bersama istri dan dua anaknya (5 tahun dan 1 tahun) berkendara di lajur 3, lalu saat hendak ke Jagorawi pindah ke lajur dua. Tiba-tiba mobil Picanto disebut memotong dari tengah dan dianggap berbahaya.

Setelah insiden itu, mobil Dwi memberikan lampu sebagai tanda cara menyetir mobil merah itu membahayakan. Akhirnya mereka pun dalam posisi sejajar, dan di situlah Dwi mendengar bunyi benturan yang diikuti dengan kaca mobil yang retak. Ternyata mereka ditembak.

Dari keterangan korban, polisi sudah mengantongi ciri-ciri pria misterius tadi. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Umar Faruq mengatakan, pelaku berusia muda sekitar 25 tahun. Saat kejadian, dia membawa senapan airsoft gun.

"Dia (pelaku penembakan) sendirian di dalam mobil," kata Umar saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (29/7/2015).

Polisi sudah menelusuri pelat nomor mobil merah yang dikendarai pelaku. Dari STNK, mobil tersebut terdaftar atas nama perempuan. Artinya, berbeda dengan si pengendara mobil. 

Presiden Singapura: Indonesia Punya Peran Penting di ASEAN


 Oleh : Siti Sarifah Alia, Mitra Angelia
VIVA.co.id - Di masa mendatang, Singapura dan Indonesia telah sepakat untuk memperkokoh hubungan kedua negara, terutama masalah ekonomi. Namun, semua itu tergantung pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran antara kedua kawasan.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Singapura, Tony Tan Keng Yam, di sebuah pesta penyambutan untuk Presiden Indonesia Joko Widodo. Ini merupakan lawatan Joko Widodo yang pertama kali sejak ia menjabat Presiden pada Oktober tahun lalu.

“Hal ini akan bergantung pada lansekap global yang semakin tidak bisa diprediksi, terkait perlambatan ekonomi, tantangan lintas batas baru, dan ancaman lainnya,” ujar Presiden Tan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 29 Juli 2015.

Tan menambahkan, hubungan baik dengan Indonesia juga didukung oleh hubungan erat antarpemimpin, kerja sama pertahanan yang kuat, dan signifikan, serta kerja sama ekonomi yang terus dikembangkan. Tidak kalah penting adalah adanya solidaritas dan hubungan yang erat dengan negara-negara ASEAN.
Ini terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang direncanakan diterapkan pada akhir tahun ini. Ditekankan oleh Tan, Indonesia memiliki peran penting dalam keberhasilan ASEAN.

"Seperti biasa, dalam hubungan antara dua teman lama, dekat, dan bertetangga, masalah sudah pasti akan muncul dari waktu ke waktu di antara kita. Saya yakin bahwa dasar yang kuat dari hubungan bilateral kita memungkinkan kedua negara untuk terus mengatasi masalah tersebut dengan cara yang konstruktif, dengan memilih solusi yang positif didasarkan rasa saling menghormati,” tutur Tan.

Pada saat jamuan makan malam, Presiden Indonesia yang akrab disapa Jokowi itu pun mengatakan bahwa Indonesia kini tengah memperluas infrastruktur, industrialisasi, dan modernisasi.

“Kami berupaya meningkatlan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia. Pertumbuhan yang luar biasa ini memberikan peluang yang luar biasa bagi investor Singapura untuk berkembang bersama kami, di Indonesia,” ujar Jokowi. (art)

Penyuap Pejabat Pertamina Divonis 3 Tahun Penjara

Oleh : Dedy Priatmojo, Taufik Rahadian
VIVA.co.id - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan kepada Direktur PT Soegih Interjaya (PT SI) Willy Sebastian Lim.

"Menyatakan bahwa terdakwa Willy Sebastian Lim telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta melakukan korupsi secara berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim John Butar-Butar, saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 29 Juli 2015.

Hakim menilai, Willy terbukti memberikan suap berupa uang sejumlah US$190.000 kepada Suroso Atmomartoyo selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero).

Suap itu diberikan terkait penunjukkan perusahaan pemasok zat aditif tetraethyl lead (TEL) untuk bahan bakar. Supaya Suroso Atmomartoyo selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina menyetujui OCTEL melalui PT SI menjadi penyedia/pemasok Tetraethyl Lead (TEL) untuk kebutuhan kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero) periode bulan Desember 2004 dan tahun 2005.

Menurut Hakim, perbuatan Willy memenuhi unsur-unsur Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Hakim menyebut, hal meringankan dalam menjatuhkan vonis bagi Willy adalah, karena perbuatannya dinilai dilakukan pada saat pemerintah dan masyarakat tengah giat dan gencar melakukan pemberantasan korupsi.

Sementara itu, hal yang meringankan adalah, karena dia dinilai bersikap sopan serta belum pernah dihukum sebelumnya. (asp)

Ayo, Terus Menguat Rupiah

Oleh : Rochimawati, Romys Binekasri
VIVA.co.id - Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada berharap rupiah kembali menguat setelah rebound sehari sebelumnya.

Seperti diketahui, rupiah berhasil menguat dari level terendah. Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya rupiah menguat 0,07 persen atau naik 9 poin ke Rp13.456 per dolar AS.

Menurut Reza, penguatan rupiah terjadi karena sentimen positif dari otoritas pasar dan pemerintah Tiongkok yang kembali menegaskan tekatnya untuk menstabilkan volatilitas pasar ekuitas, sehingga membantu penguatan Yuan terhadap dolar AS.

"Penguatan rupiah ini juga turut didukung dengan sempat melemahnya dolar jelang pertemuan FOMC. Pelaku pasar melihat kemungkinan The Fed menaikan suku bunganya di September masih belum jelas seiring belum sepenuhnya membaik kondisi ekonomi AS," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 30 Juli 2015.

Tidak hanya itu, lelang Sukuk yang cukup banyak diminati turut memberikan sentimen positif pada rupiah. Kondisi penguatan rupiah ini mampu melampaui kekhawatiran kami akan masih berlanjutnya pelemahan. "Laju rupiah di atas level resisten 13.454," ujarnya.

Namun, dapat diperhatikan hasil pertemuan FOMC terhadap pergerakan dolar. "Tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis. Rp 13.455-13.438 (kurs tengah BI)," kata Reza.

RI dan Amerika Perkuat Koalisi Melawan Ekstrimisme


 Oleh : Renne R.A Kawilarang, Ni Kumara Santi Dewi
VIVA.co.id - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat sudah terjalin lebih dari setengah abad. AS menempatkan Duta Besar pertamanya di Jakarta pada 28 Desember 1949. Hubungan itu kemudian berkembang pesat, hingga di tahun 2010, Indonesia dan Negeri Paman Sam sepakat untuk meluncurkan kemitraan komprehensif. 
Saat itu pula, Barack Obama menjejakkan kaki untuk kali pertama sebagai Presiden di Indonesia. Bagi Obama, Indonesia bukan tempat asing, karena dia pernah menimba ilmu di SD Asisi, Menteng selama beberapa tahun. 
Kendati memiliki hubungan yang erat, namun masih banyak salah persepsi yang timbul di warga kedua negara. Sebagian warga Indonesia berpikir Pemerintah AS bersikap diskriminatif terhadap kaum minoritas, sementara warga Negeri Paman Sam berpendapat Indonesia masih sama ketika dihajar krisis ekonomi tahun 1998 lalu. 
Oleh sebab itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake Jr, menilai lebih efektif jika membangun pemahaman kedua warga melalui para pemuda. Maka, dibentuk lah program bernama Youth Exchange and Study (YES) yang didukung oleh Departemen Luar Negeri. Tahun ini total pemuda Indonesia yang dikirim mencapai 83 orang. 
"Mereka begitu hebat dan antusias menceritakan pengalamannya ketika berada di Alaska, New York, Texas dan berbagai daerah di AS. Ketika kembali ke Indonesia, mereka bisa menjelaskan mengenai AS kepada publik di sini. Sementara, mereka juga bisa berkisah mengenai kesuksesan Indonesia usai bangkit dari krisis tahun 1998 lalu," ujar Blake yang ditemui VIVA.co.id di Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, awal Juli lalu. 
Pertemuan Blake dengan puluhan pemuda itu diselenggarakan beberapa waktu lalu yang dikemas dalam acara buka puasa bersama. Dubes yang mulai bertugas di Indonesia pada Januari 2014 lalu itu mengaku bahagia bisa merasakan puasa di Indonesia.
Dia terkejut karena walaupun dalam keadaan puasa, warga Indonesia tetap semangat bekerja. 
"Saya pernah bertugas di negara lain di kawasan Timur Tengah, tetapi di sana kehidupan berjalan lambat. Sementara, di sini semua orang bekerja seperti biasa hingga sore hari," kata mantan Dubes AS untuk Sri Lanka dan Maladewa itu. 
Bertugas sebagai perwakilan negara adidaya, Blake kerap menjadi sasaran bagi publik Indonesia bertanya mengenai beragam kebijakan yang diterapkan pemerintahnya. Blake mengaku gembira bisa berkomunikasi dengan beragam lapisan masyarakat di Indonesia.
Bahkan, banyak warga Indonesia yang pernah menjejakkan kaki di AS mengatakan Negeri Paman Sam berbeda dari apa yang mereka pikirkan selama ini. 
"Mereka terkejut banyak orang yang bersikap toleran dan saling terbuka. Tidak ada perasaan anti Islam yang mereka kira akan dilihat di sana," Blake menjelaskan. 
Dia menambahkan, pada dasarnya Indonesia dan AS sama-sama negara yang multi agama dan multi etnis. Masyarakatnya pun beragam dan toleran. Tetapi, kata Blake, ada saja paham ekstrimisme yang hidup di semua negara.
Oleh sebab itu, kedua negara bekerja sama secara erat untuk menanggulangi itu. Dalam kesempatan itu, Blake turut membocorkan rencana kunjungan bilateral Presiden Joko Widodo ke Washington DC pada Oktober mendatang. 
Dia mengatakan, usai pertemuan itu akan ada pengumuman penting mengenai kerja sama kedua negara di beberapa bidang. Namun, Blake memilih tak ingin membeberkan lebih jauh. 
Lalu, apa saja agenda yang akan dibahas Jokowi ketika berkunjung ke AS? Seberapa jauh dukungan AS dalam upaya Indonesia memodernisasi alutsista militer? Bagaimana pula komentar Blake yang kini menjadi selebriti dadakan lantaran perannya di sebuah sinetron saat Ramadhan? Simak perbincangan khusus VIVA.co.id dengan Dubes Blake berikut:
Apa rasanya bertugas sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di bulan suci Ramadhan?
Saya tak merasakan banyak perbedaannya. Saya merasa terkejut warga Indonesia tetap bekerja keras selama bulan Ramadhan.
Saya pernah bertugas di negara lain di kawasan Timur Tengah, tetapi di sana kehidupan berjalan lambat. Tetapi saya terkejut, karena ketika Ramadhan, semua orang di sini, tetap bekerja seperti biasa hingga sore hari. Ini merupakan kejutan yang menyenangkan.
Bagaimana Anda menjangkau komunitas Muslim di Indonesia? Apakah Anda banyak menghadiri kegiatan buka puasa?
Pertama, saya juga menggelar acara buka puasa atau Ifthar di kediaman dinas. Kami mengundang para pemimpin umat Muslim, selain itu kami juga mengundang para pelajar Muslim, terakhir kali kami bertemu dengan para pemimpin dari kaum perempuan.
Ini menjadi kesempatan yang bagus, bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga menggunakan semangat Ramadhan memperkuat kerja sama kedua negara, masyarakat. Sehingga, ini Ramadhan yang menyenangkan bagi saya. 
Ketika Anda berdiskusi dengan komunitas Muslim dan akademisi, pertanyaan macam apa yang mereka tanyakan kepada Anda terkait pemahaman komunitas Muslim di Amerika Serikat dan Indonesia? 
Mereka sebenarnya tidak menanyakan hal-hal yang sulit. Pertanyaan yang biasanya mereka tanyakan, lagipula sebagian dari mereka sebelumnya pernah mengikuti pertukaran ke Amerika Serikat atau program lainnya, mengatakan kepada saya betapa berbedanya AS dari apa yang mereka bayangkan. 
Bahwa orang-orang lebih banyak yang bersikap toleransi dan saling terbuka. Tidak ada perasaan anti Islam yang mereka kira akan dilihat. Tentu saya bahagia mendengar hal itu dan saya rasa itu benar.
Setiap negara pasti ada ekstrimisme terhadap satu paham. Secara umum, Amerika Serikat sama seperti Indonesia, merupakan masyarakat yang toleran. Kami juga bangga terhadap fakta kami negara yang multi agama dan multi etnis. 
Tentu kami berharap lebih banyak rekan-rekan yang berangkat ke AS dan melihat hal tersebut. 
Salah satu buka puasa terbaik yang pernah saya adakan yakni ketika dihadiri oleh peserta program Youth Exchange and Study (YES). Kira-kira sekitar 80 pemuda Indonesia yang berada di jenjang SMA dikirim ke AS selama satu bulan. Mereka menempuh pendidikan di sebuah SMA di seluruh AS.
Mereka kembali ke Tanah Air di waktu yang bersamaan ketika bulan Ramadhan. Kemudian, saya menggagas ide kenapa tidak menggelar buka puasa bersama mereka. Paginya, mereka baru terbang dari AS dan malamnya ketika tiba di Indonesia, mereka langsung dibawa untuk berbuka puasa. 
Mereka begitu hebat dan antusias untuk menceritakan pengalamannya ketika berada di Alaska, New York, Texas dan dari berbagai daerah. Tiap pemuda itu nantinya bisa menjadi Duta Besar bagi AS ketika kembali ke Indonesia menjelaskan mengenai AS dan menekan apa yang dikatakan oleh orang-orang. Kembali lagi, mereka akan menjadi Dubes yang lebih efektif. 
[Catatan Redaksi: Program YES telah dilaksanakan sejak tahun 2003 lalu dan telah mengirimkan 700 pelajar Indonesia ke AS dan mengirimkan 10 pelajar AS ke RI. Program tersebut diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS kepada pelajar SMA atau sederajat untuk menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara]. 
Ada berapa pemuda Indonesia yang mengikuti program tersebut?
Kalau tidak salah, tahun ini jumlahnya mencapai 83 orang. Ini merupakan program yang kompetitif. Sekitar 8.000 orang mendaftar untuk program tersebut
Para peserta dipilih berdasarkan kemampuan akademik, kemampuan Bahasa Inggris dan kemampuan hidup untuk menyesuaikan diri di sana. Mereka juga menjadi perwakilan bagi Indonesia dan menjelaskan kepada publik di AS mengenai Indonesia. Itu juga menjadi cukup penting. 
Banyak publik di AS yang tidak mengetahui mengenai kesuksesan di Indonesia dan kemajuan yang telah dicapai oleh negara ini sejak tahun 1998 lalu. 
Jadi, pertukaran kaum muda Indonesia - Amerika sudah menjadi metode yang efektif untuk mendekatkan hubungan kedua negara ? 
Benar. Para pemuda di usia itu berpikiran lebih terbuka dan bersedia mendengarkan pendapat rekan mereka. Dengan cara demikian, kami berharap lebih mendorong publik AS untuk memahami mengenai Indonesia. Jadi, mengapa tidak?
Apa saja isu-isu menantang yang harus ditangani bersama oleh Indonesia dan AS dan apakah ada langkah konkrit untuk mengatasi isu-isu tersebut?
Indonesia dan AS merupakan masyarakat yang toleran. Kami memang menghadapi berbagai peristiwa terkait ekstrimisme dan rasa benci seperti penembakan membabi buta di Gereja Charleston, di mana seorang pemuda membunuh banyak orang, tetapi hal penting yang perlu dipahami oleh orang-orang yaitu masyarakat AS menolak perilaku seperti itu. 
Warga dari berbagai kalangan di AS termasuk Presiden Barack Obama menolak ideologi kebencian yang ditunjukkan oleh pelaku. Presiden Obama secara pribadi berkunjung ke gereja itu dan menyampaikan pernyataan duka di sana saat upacara pemakaman. 
Beliau menyampaikan pernyataan yang indah mengenai pentingnya keikhlasan dan dia juga menyinggung mengenai kerabat yang tewas terbunuh bersedia memaafkan pelaku dan perbuatannya dari hati terdalam. Ini merupakan hal yang menyentuh. 
Tetapi, sekali lagi, banyak warga sipil yang menginginkan agar pelaku segera ditahan. Dia telah ditahan dan menunjukkan bahwa kami tak menoleransi perilaku semacam itu. Tentu saja tidak ada warga yang bersikap toleran terhadap perbuatan semacam itu. 
Sama saja seperti yang terjadi di sini. Selalu saja ada kelompok yang memiliki paham radikal, seperti Fron Pembela Islam (FPI) yang tidak menerima toleransi. Oleh sebab itu, penting bagi para pemimpin politik dan masyarakat untuk mewakili warga Indonesia dan menunjukkan Indonesia tidak seperti itu.
Untuk menjawab pertanyaan mengenai isu ekstrimisme, Pemerintah AS baru saja merilis mengenai laporan terorisme. Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan betapa jaringan terorisme itu meluas dan kian gencar menyebarkan pemahamannya di negara-negara lain. 
Peristiwa itu justru kian menguatkan hubungan Indonesia dan AS untuk terus bekerja sama dan mempererat koalisi. Setiap negara akan berkontribusi untuk menentukan cara terbaik memberikan pertolongan. 
Tetapi, untuk Indonesia, Anda telah membuat posisi yang jelas dalam menghadapi ideologi kebencian ini yang disebarkan oleh kelompok Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS).
Indonesia juga mengambil sikap yang tegas dalam hal lain, misalnya menghentikan aliran dana ke organisasi teroris, mendorong agar warga membatalkan niat mereka berangkat ke Irak dan Suriah dan menangkap individu yang kembali dari Irak dan Suriah. 
Itu merupakan hal-hal penting yang dilakukan. Di luar dari itu, kami juga ingin berbagi contoh mengenai apa yang telah terjadi di Indonesia sejak tahun 1998. 
Jujur, banyak negara saat ini menghadapi permasalahan lain yang terus bermunculan selain isu terorisme. Mereka menghadapi permasalahan soal tingginya pengangguran, kurangnya kebebasan berekspresi dan demokrasi, dan kesempatan bagi para pemuda untuk menyampaikan keluhan. Jika mereka tak memiliki kesempatan itu, maka mereka cenderung menjadi lebih ekstrim. 
Ada permasalahan terkait pemerintahan juga di seluruh dunia seperti pemerintah yang korup dan sebagainya. Penting bagi negara di seluruh dunia untuk memberikan kesempatan bagi warga, kesempatan ekonomi, kebebasan untuk menyampaikan ekspresi dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat politik. 
Pemerintahan responsif yang sangat ingin untuk menghapus korupsi dan merespons aspirasi mereka. Saya pikir, itu lah yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo, setiap hari dia selalu mengatakan keinginannya untuk memberantas korupsi, meningkatkan pertumbuhan, memastikan pertumbuhan inklusif.
Bahkan di Indonesia sendiri, masih banyak terdapat tantangan, seperti pertumbuhan mengalami penurunan, khususnya di tingkat lokal, Anda masih melihat aksi korupsi dan masalah lain. Masalah yang belum terselesaikan itu dijadikan celah untuk membentuk kelompok ekstrimis. 
Apakah Anda pikir Indonesia tetap berada di jalur yang benar, kendati masih menghadapi berbagai isu tersebut?
Tentu saja. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, baru saja menggelar sebuah konferensi beberapa pekan lalu, di mana saya ikut berbicara dan akan mensponsori, berbagi pengalaman apa yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam beberapa tahun untuk memperbaiki pemerintahan, perekonomian dan membuka sistem politik. Acara itu dihadiri oleh 26 negara. 
[Catatan Redaksi: acara itu bertajuk International Workshop on Democracy and Innovation in Good Governance yang digelar pada tanggal 8 Juni lalu di Gedung Pancasila, Kemlu RI].
Berbicara mengenai detail mengenai tantangan yang dihadapi, terkesan mudah, tetapi tak mudah sama sekali. Banyak negara yang kini tengah bergulat untuk menghadapi isu itu. 
Anda beberapa kali tampil di sinetron dan memainkan peran sebagai diri Anda sendiri. Apakah itu merupakan salah satu strategi diplomasi yang coba diterapkan untuk menjangkau lebih banyak warga Muslim di Indonesia?
Itu merupakan program favorit saya. Tentu saja, Dubes di seluruh dunia diberikan kewenangan untuk menggunakan berbagai kesempatan yang mereka miliki untuk melakukan program yang dinamakan diplomasi publik, salah satunya melalui cara-cara konvensional seperti pidato dan hal semacam itu. 
Hal penting lainnya yang dilakukan melalui media sosial, khususnya di sini penggunaan media sosial begitu massif. Jadi, kami memiliki akun Twitter, Facebook dan Instagram yang aktif.
Tetapi, kami juga menggunakan mekanisme lainnya. Jadi, kami juga melalukan kegiatan melalui siaran radio, saya tampil di sinetron. Salah satu alasan mengapa saya menyukai sinetron, karena itu merupakan kesempatan untuk mempermalukan diri sendiri dan terlihat lucu. Melalui sinetron, kami juga ingin menyampaikan pentingnya makna Ramadhan dan toleransi. 
Dengan cara seperti ini, kami turut menjangkau publik yang belum dicapai melalui metode media sosial. Ini merupakan langkah yang hebat untuk merangkul publik baru dengan cara yang menyenangkan. 
Jadi bisa dikatakan diplomasi sinetron Anda ini merupakan cara yang unik dan menarik serta mudah diingat oleh publik di Indonesia?
Betul sekali. Sangat lucu, saya berkunjung ke satu tempat di luar Jakarta, tetapi publik yang menyapa tak mengenali saya sebagai Dubes AS, melainkan kenal karena mereka pernah melihat wajah saya di sinetron. 
Presiden Joko Widodo berencana untuk berkunjung ke Amerika Serikat, apakah sudah dipastikan kapan?
Itu memang benar. Tetapi, pertama kami akan menyambut kedatangan Menlu Retno Marsudi lebih dulu ke AS. Belum ada tanggal yang pasti, tetapi kemungkinan di bulan September. 
Setelah itu, baru Presiden Jokowi berkunjung ke AS pada bulan Oktober untuk bertemu Presiden Obama. Kami memang belum mengumumkan tanggal resminya. 
Apakah ada agenda khusus yang akan dibahas dalam pertemuan itu?
Pertama, memperluas peluang ekonomi, perdagangan dan investasi untuk kedua negara. Kedua, Presiden Obama ingin mendukung agenda visi maritim yang digaungkan oleh Presiden Jokowi. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di sana, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Susilo, ketiga, kami ingin memperluas kerja sama militer kedua negara.
Kami ingin membawa hubungan kedua negara lebih maju lagi. Jadi, itu beberapa hal yang kemungkinan akan dibahas. Tetapi, Anda mengetahui karakter hubungan Indonesia dan AS, menyangkut begitu banyak bidang kerja sama. Tentu, banyak hal yang akan disampaikan menjelang kunjungan tersebut. 
Terkait dengan kerja sama di bidang militer, seperti yang Anda ketahui beberapa waktu lalu, terjadi kecelakaan pesawat Hercules yang jatuh di Medan. Apakah keinginan Indonesia untuk memodernisasi sistem alutsista (alat utama sistem persenjataan) juga menjadi prioritas AS dalam memperkuat kerjasama bilateral?
Pertama, izinkan saya menyampaikan rasa duka terhadap keluarga korban yang ditinggalkan akibat kecelakaan tragis tersebut. Seperti yang Anda ketahui, penyebab dari jatuhnya pesawat masih diselidiki. Pemerintah AS tentu tidak bisa memberikan komentar terkait proses itu. 
Tentu, Pemerintah AS mendukung upaya Indonesia yang ingin memodernisasi alutsista atau peralatan militer. Kami sudah bangga, karena AS memberikan pelatihan terbesar bagi TNI. Kami juga memiliki program latihan militer bilateral terbesar. 
Beberapa kesempatan besar lainnya terbuka, salah satunya di bidang keamanan maritim. Indonesia ingin meningkatkan kemampuannya. Beberapa produk militer AS terjual baik di sini, beberapa di antaranya seperti Helikopter Apache. 
Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam jajaran negara terbaik yang bisa dijadikan target pasar untuk produk militer apa pun. Jadi, Pemerintah AS berharap ingin bisa meningkatkan dan membantu apa pun yang dibutuhkan. 
Sebelumnya, sudah ada pembicaraan di tingkat petinggi militer kedua negara, mengenai peralatan apa yang sesuai dan dibutuhkan oleh militer di sini. Mungkin ada sesuatu yang akan diumumkan saat kunjungan bilateral tersebut.
Apakah Pemerintah AS juga berkeinginan untuk menjual pesawat-pesawat kargo seperti Hercules varian terbaru ke Indonesia?
Tentu saja. Contohnya seperti pesawat kargo itu, karena Indonesia memiliki kawasan kepulauan yang luas membentang dari Aceh hingga ke Papua, Indonesia tentu membutuhkan alat transportasi semacam itu. 
Selain itu, satu hal yang mungkin belum disadari sendiri oleh warganya, Indonesia kini telah banyak terlibat dalam program penanganan bencana di luar negeri. 
Sebagai contoh, Indonesia turut membantu korban bencana angin topan tahun lalu di Filipina. Indonesia kemudian menunjukkan respons lebih besar dan masyarakat internasional menyambut baik hal itu. Itu menjadi area kerja sama bagi kami. Selain itu, kami juga bersedia untuk menyediakan peralatan lain yang lebih membantu. 
Bagaimana cara Pemerintah AS membujuk Myanmar untuk berhenti mengucilkan warga Rohingya? Apakah AS akan menawarkan tempat bagi penempatan warga Rohingya?
Menlu Retno Marsudi dan pejabat tinggi lainnya telah mengatakan salah satu solusi adalah dengan mencari akar permasalahannya. Salah satunya dengan memperbaiki hak-hak bagi warga Myanmar. 
Beberapa pejabat tinggi AS terkait isu ini seperti Wakil Menlu, Anthony J. Blinken berkunjung ke Indonesia, lalu mengunjungi Myanmar. Sementara, Asisten Menlu, Anne C. Richard, usai berkunjung dari Thailand, dia ke Indonesia. 
Kami terus melakukan dialog dengan Pemerintah Myanmar mengenai isu ini. Kami juga berbicara dengan pemerintah dari negara ASEAN lainnya mengenai apa saja yang bisa kami lakukan. 
Penting bagi warga Rohingya agar merasa nyaman di dalam negara mereka dan tak perlu merasa putus asa lalu kabur dari Myanmar. Kami terus bekerja keras untuk itu. 
Kedua, Pemerintah AS menyambut baik langkah yang dilakukan Indonesia dan Malaysia untuk menampung sementara selama satu tahun hingga 7.000 pengungsi serta bertindak seperti itu. Setelah itu, saya rasa tidak ada lagi arus pengungsi. Tidak ada lagi perahu yang ditemukan usai kejadian itu. 
Sekali lagi, Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal untuk membantu para pengungsi dengan menyediakan tempat bernaung, makanan dan air. Pemerintah AS terus bekerja secara erat dengan UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Kami telah mengatakan kepada mereka, kami siap menampung sejumlah pengungsi yang telah direkomendasikan oleh UNHCR. 
Kini, mereka tengah melakukan wawancara dengan semua pengungsi, kemudian menentukan apa yang akan dilakukan dengan mereka. Misalnya, ada pengungsi yang telah lama dan terbukti dikucilkan hingga tak ingin kembali ke Myanmar. Tetapi, ada juga sebagian yang ingin ke Malaysia agar bisa berkumpul bersama keluarga. 
Setiap kasus akan membutuhkan perlakuan berbeda. Terkait dengan penempatan di negara ketiga, seperti yang telah Anda ketahui, AS merupakan negara yang paling dermawan dalam hal menyambut baik pengungsi.
Sekitar 70 persen dari pengungsi di seluruh dunia telah ditempatkan di AS. Hal yang sama bisa saja berlaku untuk warga Rohingya, tetapi sekali lagi ada proses yang saat ini tengah berlangsung, sehingga saya tak dapat memprediksi berapa persen pengungsi yang akan ditempatkan. 
Saya yakin sejumlah pengungsi akan ditempatkan di AS nantinya. Selain itu, penting bagi negara lain mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk menerima atau menyambut warga yang tengah dikucilkan lalu kabur dari negara asal. AS tentu akan selalu membantu dan mengurangi beban yang kini dirasakan beberapa negara seperti Indonesia. 
AS juga berkontribusi melalui organisasi IOM untuk mencari tahu akar permasalahannya. 
Proyek-proyek bilateral apa di bidang ekonomi dan perdagangan yang akan direalisasikan AS dan Indonesia dalam waktu dekat?
Seperti yang telah saya sampaikan di bagian awal, itu akan menjadi salah satu fokus pembicaraan Presiden Jokowi dengan Presiden Obama ketika mereka bertemu nanti. Presiden Jokowi saat ini tengah dalam proses untuk meningkatkan infrstruktur dan iklim bisnis. 
Pemerintah AS bersedia untuk mendukung Jokowi dengan cara yang kami mampu. Kami pikir keputusan yang dia ambil sudah tepat. Usai diadakan pertemuan, tentunya akan ada daftar investasi baru yang akan diumumkan. 
Sebab, terlepas dari permasalahan jangka pendek, perusahaan AS sudah berada lama bahkan mencapai puluhan tahun di Indonesia. Mereka melihat peluang yang cukup menjanjikan di masa depan di sini.
Indonesia memiliki populasi penduduk muda dalam jumlah besar, pertumbuhan yang kuat berdasarkan tingkat konsumsi, komoditas ekspor. 
Jika Presiden Jokowi bisa mencapai targetnya untuk ekspor produk dan manufaktur, itu akan membantu peningkatan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan dan memberi peluang baru bagi perusahaan dari AS dan negara lain.
Kami akan berupaya keras untuk membantu. Sekali lagi, Anda akan melihat pengumuman penting saat kunjungan bilateral nanti. (ren)



Kedatangan Delegasi Filipina tak Bisa Ubah Vonis Mati Mary Jane

JAKARTA - Kejaksaan Agung akan kedatangan perwakilan delegasi Filipina untuk menindaklanjuti proses hukum terpidana mati kasus narkotika, Mary Jane Fiesta Veloso.  Mary Jane saat ini masih menunggu proses hukum yang tengah berjalan di Filipina terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang.
"Besok (hari ini) ada perwakilan delegasi dari Filipina ke Kejagung," kata Jaksa Agung Prasetyo, Selasa (28/7) malam.
Namun, kata Prasetyo, yang akan hadir ke Kejagung itu selevel pejabat eselon I.
"Jadi mungkin yang akan menemui dari Jampidum dan Jamintel," kata Prasetyo.
Dia pun memastikan, tidak akan mengabulkan jika ada permintaan Filipina untuk membebaskan Mary Jane dari hukuman mati di Indonesia. Dicontohkan Prasetyo, jika pun nanti dalam proses hukum di Filipina Mary Jane dianggap sebagai korban perdagangan orang maka tetap sulit bagi Mary bebas dari hukuman mati di Indonesia.
"Karena kan dia terbukti menyelundupkan narkoba ke Indonesia," ujarnya.
Namun, lanjut dia, putusan hukum di Filipina itu mungkin bisa dibuat sebagai novum untuk mengajukan grasi lagi.
"Atau mungkin PK (peninjauan kembali)," jelas Prasetyo.
Untuk narapidana asal Perancis, Serge Areski Atlaoui, sampai saat ini juga masih belum dieksekusi. Belum ada kejelasan kapan eksekusinya.(boy/jpnn)

Perbaiki Hubungan dengan RI, Australia Ingin Bangun Konjen di Makassar

JAKARTA - Pemerintah Australia berencana membangun kantor Konsulat Jenderal di Makassar, Sulawesi Selatan. Ini disampaikan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson saat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (29/7).
"Beliau menyampaikan bagaimana hubungan Indonesia-Australia ke depan, terutama bidang ekonomi. Termasuk rencana mendirikan konsulat di Makassar," ujar pria yang akrab disapa JK itu.
JK tidak merinci sikap pemerintah atas permintaan pemerintah Australia tersebut. Namun, diakuinya, hubungan Indonesia dengan Australia memang sempat memburuk dalam enam bulan terakhir.
Terutama saat Indonesia mengeksekusi mati dua terpidana narkoba asal Australia. Karenanya, ia memberi sinyal Indonesia dan Australia memang perlu memperbaiki hubungan melalui kerjasama itu.
"Tentu selama enam bulan terakhir kan hubungan kita jelek. Lalu bagaimana agar semester kedua ini menjadi lebih baik," kata JK.
Ini pertemuan pertama Grigson dengan pemerintah Indonesia setelah ia sempat kembali ke Canberra. Ia ditarik mundur ke negara asalnya Mei lalu karena Australia melayangkan protes atas eksekusi mati terpidana kasus narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. (flo/jpnn)

Rabu, 29 Juli 2015

Gugatan Praperadilan Margriet Ditolak!

Andi Saputra - detikNews
Denpasar - Hakim tunggal Ahmad Peten Sili menolak permohonan gugatan praperadilan Margriet Christina Megawe. Ia menggugat Polda Bali karena tidak terima dijadikan tersangka pembunuhan Engeline.

"Sudah dibacakan putusannya siang ini dan permohonannya ditolak," kata humas PN Denpasar, Hasoloan Sianturi saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2015).

Peten menyatakan penetapan tersangka yang dilakukan oleh polisi sudah sesuai KUHAP. Sebab polisi telah mengantongi tiga alat bukti, di mana KUHAP menyaratkan penetapan tersangka minimal dengan dua alat bukti.

"Jadi sudah ada bukti permulaan yang cukup," ujar Hasoloan.

Siapakah hakim Peten? Beberapa waktu lalu nama Peten mencuat setelah ia dan anggota majelisnya menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada staf Kejaksaan Tinggi Denpasar Permadi karena kasus korupsi Rp 1,9 miliar. Namun Permadi malah memilih dihukum 19 tahun penjara.  

Mulai Menegangkan, 4 Pejabat Dibebastugaskan usai Kantor Kemendag Digeledah

JAKARTA - Empat pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini telah dibebastugaskan. Empat pejabat tersebut dibebastugaskan pascakantor Kemendag digeledah oleh penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (28/7) malam.
Inspektur Jenderal Kemendag Haryanto Suprih mengatakan, pembebastugasan tersebut dilakukan guna mendukung proses pemeriksaan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.
"Empat pejabat dibebastugaskan. Jadi pejabat struktural saja, ada 4 orang," ujar Haryanto di kantornya, Rabu (29/7).  
Adapun empat pejabat tersebut yakni dirjen, pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV. Saat disinggung apakah penggeledahan tersebut terkait masalah dwelling time atau lamanya waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Haryanto enggan berspekulasi. Pun saat ditanya keterlibatan empat pejabat tersebut dalam dwelling time.
Dia menambahkan, bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya proses yang tengah dilakukan pihak kepolisian.
"Apakah kasusnya soal dwelling time dan perizinan, Kemendag belum tahu. Kami mendukung semua proses yang dilakukan pihak kepolisian. Kami percaya pada profesionalisme kepolisian atas kasus ini," tukasnya. (chi/jpnn)

Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Masih Melemah

 Oleh : Siti Nuraisyah Dewi, Romys Binekasri
VIVA.co.id - Analis NH Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan belum ada sentimen positif pada kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga membuat pergerakannya cenderung masih bertahan di zona merah.

"Laju rupiah di bawah level support (batas bawah) Rp13.457 per dolar AS. Sementara ini, kami melihat belum ada harapan terhadap perbaikan rupiah terhadap dolar AS," ujarnya, kepada VIVA.co.id, Rabu 29 Juli 2015.

Menurutnya, pelemahan pada mata uang Asia, terutama yuan yang berimbas pada won, yen, dan lainnya, seiring dengan perkiraan akan melambatnya perekonomian memberikan imbas negatif pada rupiah. 

Akibatnya, sejumlah mata uang Asia pun tergilas dengan penguatan dolar AS, termasuk rupiah.

Apalagi, lanjutnya, pekan ini akan ada rilis Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, sehingga makin memberikan tekanan pada rupiah.

"Semoga kekhawatiran kami ini tidak terlalu berkepanjangan. Tetap antisipasi, serta cermati setiap sentimen yang dirilis. Diperkirakan rupiah berada di kisaran Rp13.470-13.454 per dolar AS (kurs tengah BI)," tuturnya. (asp)

Dua oknum jaksa dilaporkan karena memeras

Pewarta:

Daftar kekecewaan Menteri Jonan terhadap angkutan Lebaran

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Merdeka.com - Musim mudik Lebaran tahun ini masih disambut meriah. Meski perekonomian tengah sulit, namun tidak menyurutkan euforia mudik masyarakat Indonesia.

"Saya kira karena kebutuhan orang mudik saja daya belinya tinggi jadi sepertinya enggak pengaruh pelemahan ekonomi," ujar Menteri Ignasius Jonan di komplek Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Jonan menyebut, sekitar 11.358 juta penduduk Indonesia melakukan ritual mudik pada Idul Fitri tahun ini. Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin Mohamad Said mengingatkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan agar selalu siaga mengawasi arus mudik dan balik Lebaran. waktu siaga arus mudik kini telah diperpanjang dari H-15 hingga H+9 Lebaran.

Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan bakal tembus 20 juta orang memakai angkutan Lebaran. "Apa yang beliau lakukan sudah maksimal, Kementerian Perhubungan tetap menjaga stabilitas supaya tetap dijaga. Jangan sampai lengah, atau bisa menghambat kenyamanan yang pergi dengan yang pulang kembali," kata Muhidin.

Saat ini, seusai musim mudik sudah terlewati, Menhub Jonan mengungkapkan kekecewaannya akan kinerja arus mudik tahun ini. Apa saja kekecewaan Menteri Jonan? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

1.
Bus tak menjadi moda transportasi favorit

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan berjanji memperbaiki fasilitas transportasi umum khususnya untuk jalur darat. Pemerintah prihatin dengan semakin menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi bus.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan dalam pelaksanaannya, akan mengajak semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana angkutan bus.

"Saya akan duduk bersama dengan organda, para pemangku kepentingan Bupati, Walikota terkait, Gaikindo, Korlantas, membicarakan angkutan bus agar bisa dinikmati masyarakat," ujar dia di kantornya, Jakarta.

Rencana peningkatan fasilitas transportasi darat ini lantaran selama Lebaran 2015 banyak pemudik lebih beralih menggunakan kendaraan pribadi. Padahal, kata Jonan resiko kecelakaan menggunakan kendaraan pribadi lebih besar dibanding jika menggunakan transportasi umum.

"Angkutan jalan turun sekitar 10 persen, bukan satu keprihatinan tapi satu fakta angkutan bus mulai menurun," jelas dia.

2.
Bus abai keselamatan karena speedometer tak berfungsi

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku telah melakukan sidak selama Lebaran kemarin mulai H-7 hingga H+7 di titik terminal-terminal bus kota. Jonan mengunjungi Terminal Terboyo Semarang, Terminal Purabaya Surabaya dan juga Kampung Rambutan, Pulogadung serta Kalideres di Jakarta.

Dari hasil kunjungan kerjanya, Jonan mengaku kecewa dengan pelayanan angkutan transportasi darat terutama bus kota. Dia menemukan beberapa bus antar kota mengabaikan keselamatan karena speedometer yang tidak berfungsi.

"Pada H-4 saya ke Terminal Terboyo Semarang saya lihat satu bus yang akan berangkat dari Semarang ke Surabaya, speedometer nya tidak berfungsi loh. Saya pikir kalau speedometer tidak jalan angkutan umum tidak boleh jalan," ujar dia di kantornya, Jakarta.

Jonan menuturkan, speedometer menjadi salah satu poin penting dalam perjalanan untuk memantau kecepatan kendaraan. Hal ini sangat berhubungan dengan keselamatan bus selama di perjalanan.

3.
8.759 Jadwal penerbangan mengalami delay

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mencatat selama Lebaran 2015 terdapat 8.759 penerbangan mengalami keterlambatan penerbangan atau delay. Data tersebut berdasarkan hasil pantauan tim posko angkutan udara sejak tanggal 2 Juli 2015 atau H-15 sampai dengan 26 Juli 2015 atau H+8.

Sementara, dari 41.943 total penerbangan, 77,73 persen atau 32.603 penerbangan tepat waktu. "Dan 20,88 persen atau 8.759 penerbangan mengalami keterlambatan," ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantornya, Jakarta.

Meski ada keterlambatan penerbangan selama Lebaran, secara keseluruhan pelayanan angkutan umum lebih baik dibanding dengan kegiatan arus mudik Lebaran 2014.

4.
Tiket kapal masih ketinggalan zaman

Merdeka.com - Saat melakukan pantauan arus mudik di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu (15/7), Menteri Perhubungan mengkritik sistem penjualan tiket penumpang kapal laut di pelabuhan tersebut yang sudah ketinggalan zaman. Sistem ini dinilai menyulitkan calon penumpang mendapatkan tiket secara murah dan cepat.

Penumpukan penumpang angkutan laut yang terjadi di Pelabuhan Trisakti diyakini sebagai salah satu dampak tak maksimalnya sistem penjualan tiket.

"Kalau dilihat dari tiketnya, juga terlihat kuno, seharusnya perusahaan pelayaran sudah memanfaatkan teknologi, antara lain dengan menjual secara online," ujar Jonan seperti dilansir Antara.

Dia menginstruksikan operator pelabuhan memodernisasi sistem penjualan tiket agar memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan secara baik dan cepat.

"Sistem ini pengaruhnya sangat besar agar penumpang angkutan laut tidak harus sampai tidur di pelabuhan. Dengan sistem online, masyarakat tidak perlu ke pelabuhan untuk mendapatkan tiket, dan mereka sudah bisa memastikan kapan akan berangkat, dan kapan harus ke pelabuhan," katanya.

Jonan menuturkan, yang terjadi saat ini, masyarakat dari daerah terpencil harus datang ke pelabuhan untuk membeli tiket. Itu pun tanpa mengetahui pasti waktu keberangkatan. Tidak heran terjadi penumpukan calon penumpang selama berhari-hari.

Intensitas Komunikasi Kunci Sukses Deklarasi Anti Kekerasan Umat Beragama

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Pasca penyerangan yang dilakukan ratusan orang terhadap sekitar 70 orang umat Islam yang sedang melaksanakan salat Idul Fitri pada Jumat pagi (17/7/2015) di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua aparat keamanan di seluruh Indonesia yang dimotori Polri dan TNI melaksanakan deklarasi anti kekerasan. Dimulai oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. Kemudian acara serupa bergulir ke hampir seluruh Indonesia.

Pelaksanaan deklarasi tersebut tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten. Bahkan di kecamatan ada Kapolsek dan Danramil yang memprakarsainya.

Setiap acara deklarasi itu selain dihadiri para pimpinan tertinggi di TNI-Polri di tiap-tiap daerah, juga hadir tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Semuanya sepakat menjaga dan mempertahankan situasi yang kondusif di daerah masing-masing.

"Pelaksanaan deklarasi anti kekerasan di berbagai daerah tersebut bagus. Menunjukkan kekompakkan antar aparat keamanan dengan para tokoh agama dan masyarakat. Namun yang terpenting adalah implementasi di lapangan dan konsistensinya," ujar pengamatan militer dan kepolisian, Aqua Dwipayana saat dimintai tanggapannya tentang hal ini pada Selasa (28/7/2015).

Menurut pakar komunikasi ini kunci sukses dari keberhasilan deklarasi anti kekerasan umat beragama bukanlah pada banyaknya tokoh agama dan masyarakat yang hadir saat acara tersebut. Namun yang utama adalah kualitas dan intensitas komunikasi antar aparat keamanan dengan mereka.

Aqua yang mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini menyarankan agar deklarasi itu tidak sebagai seremoni belaka, harus ada tindak lanjutnya. Salah satunya pengamatan bersama di lapangan dan melakukan evaluasi yang obyektif.

"Juga perlu dilaksanakan pertemuan berkala antar aparat keamanan dengan para tokoh agama dan masyarakat tersebut. Saat ketemu agar diupayakan posisinya sejajar. Tidak ada yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Sehingga komunikasinya tidak ada jarak dan lancar," ungkap anggota Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini.

Menurut Aqua, di luar acara formal pertemuan, aparat keamanan serta para tokoh agama dan masyarakat itu agar rutin dan intens melaksanakan komunikasi. Berdiskusi dan saling tukar informasi.

Jika di antara pihak tersebut ada menemukan keanehan atau indikasi perbuatan kekerasan di masyarakat, tambah anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini, segera menginfokan ke pihak-pihak terkait sehingga dapat dicegah agar tidak sampai terjadi.

"Diharapkan semuanya proaktif memonitor kondisi di daerah masing-masing. Untuk urusan monitoring tersebut tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak keamanan sebab jumlah terbatas. Paling efektif adalah masyarakat secara luas dilibatkan untuk memantaunya," ujar Aqua.

Kandidat doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini sengaja mengungkapkan semua itu karena khawatir dengan kebiasaan di masyarakat selama ini yang reaktif jika ada kejadian. Setelah itu lama-lama jadi lupa bahkan lengah. Sehingga peristiwa serupa dapat terulang kembali.

"Semua pihak termasuk aparat serta tokoh agama dan masyarakat agar setiap saat selalu waspada, mawas diri, hati-hati, dan saling mengingatkan. Sehingga bentrokan antar umat beragama seperti yang terjadi di Tolikara tidak terulang kembali," pungkas Aqua. 

Polisi Sita Puluhan Ribu Dolar di Ruangan Staf Dirjen Daglu Kemendag

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Tim Satgas Khusus Polda Metro Jaya menggeledah ruangan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Peerdagangan terkait adanya dugaan korupsi dalam dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejumlah barang bukti disita polisi di situ.

Seorang sumber di kepolisian menyebut, selain dokumen-dokumen, polisi juga menyita uang sebanyak puluhan ribu Dolar AS.

"Ada puluhan ribu USD yang ditemukan di ruangan staf Dirjen Daglu," bisik perwira polisi tersebut kepada detikcom, Selasa (28/7/2015) malam.

Penggeledahan ini dipimpin oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti dan Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono serta Kasatgas AKBP Hengki Hidayat yang merupakan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Hadir juga sejumlah Kasubdit Ditreskrimum seperti Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heryawan, dan Kasubdit Resmob AKBP Didik Sugiarto serta Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Arie Ardian.

Dwelling time adalah waktu berapa lama peti kemas barang impor ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada proses ini ada tahapan-tahapan birokrasi yang harus dilalui oleh importir yakni pre-clearence, customs clearence dan post clearence.

Pada tahapan pre-clearence, ada 18 instansi terkait, salah satunya Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan peraturan terkait importir ini. Proses inilah yang kemudian menghambat dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Lamanya dwelling time ini tidak hanya menghambat keluarnya peti kemas dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga sampai ke pasar. Banyak perusahaan yang merugi karena harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk mengurus dokumen pada tahapan pre-clearence ini karena semakin lama dokumen tidak diurus, semakin lama juga petikemas tertimbun yang mengakibatkan semakin besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh importir.

Penindakan ini merupakan instruksi dari Presiden Jokowi Widodo paska kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 Juni 2015 lalu. Dalam kunjungannya itu, Jokowi marah besar karena kinerja dwelling time di pelabuhan yang memakan waktu lama. Dilaporkann saat itu, dwelling time memerlukan waktu hingga 5,5 hari.

Hal ini kemudian diselidiki oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok selama beberapa pekan. Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya indikasi sejumlah penyimpangan dalam dwelling time yang mengarah ke tindak pidana korupsi.
(mei/rvk)
-

'Nyanyian' Gerry Salah Satu Dasar KPK Tetapkan Gatot dan Evy jadi Tersangka

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - KPK telah menetapkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti, sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan. Salah satu dasar KPK menetapkan Gatot dan Evy jad tersangka adalah 'nyanyian' tersangka Yaghari Bhastara Guntur alias Gerry yang tak lain adalah anak buah OC Kaligis.

"Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya," kata Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, Selasa (28/7/2015).

Proses gelar perkara (ekspose) dilakukan setelah KPK melakukan pemeriksaan terhadap Gatot dan Evy. Oleh penyidik, pasangan suami istri itu memang dikonfirmasi beberapa hal terkait pengakuan saksi-saksi dan tersangka lain.

Politisi PKS itu ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap terhadap hakim PTUN Medan. KPK menduga, Gatot dan istri mudanya terlibat dalam skandal pengaturan putusan hakim PTUN Medan yang membatalkan penyidikan kasus korupsi Bansos Sumut yang tengah ditangani Kejati Sumut.

"Hasil ekspose (pada rapim dan tim lengkap) progress kasus OTT hakim PTUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan sprindik dengan menetapkan Gubernur Sumut, GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka," jelas Indriyanto.

Gatot dan Evy disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp 150 juta dan paling banyak Rp 750 juta.

Pihak Gerry: Uang yang Dipegang OC Kaligis Berasal dari Gubernur Gatot

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti dijerat dengan pasal pemberian suap ke hakim. Pihak Yagari Bhastara, dari awal meyakini Gatot merupakan sumber uang.

"Gerry tahu betul kalau uang itu berasal dari Gatot. Selain ikut di situ, logikanya kan mudah, duit kan pasti dari kliennya," kata pengacara Gerry, Haeruddin Massaro dalam perbincangan, Selasa (28/7/2015).

Uang yang dimaksud Haeruddin adalah lawyer fee yang diberikan ke kantor OC Kaligis. Mengenai uang suap, menurut Gerry memang besar kemungkinan juga berasal dari Gatot.

"Soal uang suapnya bisa jadi juga dari Gatot. Saya lupa bagaimana kesaksian Gerry ke penyidik," kata Haeruddin.

Gerry adalah anak buah OC Kaligis yang tertangkap penyidik KPK pada 9 Juli lalu. Saat itu dia sedang memberikan uang 5.000 USD ke tiga hakim PTUN Medan.

Setelah ditangkap KPK, Gerry membuka mulut bahwa dia diperintahkan OC Kaligis untuk menyerahkan uang itu. Belakangan OC Kaligis pun menjadi tersangka.

Ditambah Gatot dan Evy, Ini Daftar Pasutri yang Terjerat KPK

 Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - KPK telah menetapkan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti sebagai tersangka kasus penyuapan terhadap hakim PTUN Medan. Penetapan tersangka Gatot dan Evy ini menambah panjang daftar pasangan suami istri yang sama-sama terjerat kasus di KPK.

Dalam catatan detikcom, Rabu (29/7/2015), setidaknya ada lima pasangan suami istri yang terjerat kasus hukum di KPK. Kelima pasangang suami istri itu ada yang melakukan kasus korupsi secara bersama-sama, ada pula yang sendiri-sendiri.

Fakta ini tentu menamba catatan kelam praktik pemberantasan korupsi. Saat ini, acap kali muncul pasangan suami istri yang bersekongkol melakukan korupsi.

Berikut daftar pasangan suami istri yang terjerat KPK:

Pasangan suami istri pertama yang terjerat KPK adalah Muhammad Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni. Nazar dan Neneng terjerat kasus yang berbeda.

Nazaruddin terjerat kasus korupsi wisma atlet Palembang. Sementara Neneng terjerat kasus korupsi proyek pengadaan PLTS di Kemenakertrans.
1. Mohamamad Nazarudin Beserta Isteri .
Neneng dan Nazar bisa dibilang pasangan suami istri paling merepotkan KPK. Bagaimana tidak, keduanya sempat kabur ke luar negeri dan menjadi buronan KPK dan interpol.

Nazar akhirnya tertangkap di Kolombia. Sedangkan Neneng diketahui sempat kabur ke Malaysia. Kini keduanya sudah berstatus sebagai terpidana.
2. Ex. Bupati Kerawarang Beserta Isteri .
Eks Bupati Karawang Ade Swara dan istinya Nur Latifah tertangkap KPK pada tahun 2014. Ade dan Nur Latifah ditangkap karena telah bersekongkol melakukan praktik pemerasan.

Keduanya ditangkap KPK karena melakukan pemerasan terkait izin pembangunan mal di Karawang. Ade Swara dan Nur Latifah ditangkap KPK tepat setahun yang lalu. Mereka ditangkap di bulan Ramadan 2014 dengan barang bukti uang hasil pemerasan sebesar USD 424.349.

Dalam kasus ini Nur Latifah ternyata lebih berperan aktif dalam meminta uang ke perusahaan yang tengah ingin membangun mal di Karawang. Uang hasil pemerasan pun langsung diterima Nur Latifah sebelum akhirnya ditangkap KPK.
3. Bupati Empat Lawang Beserta Isteri.
Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan istrinya, Suzanna sepertinya bernasib sama dengan Romi Herton dan Masyit. Budi dan Suzanna sama-sama terjerat kasus suap terhadap Akil Mochtar, kasus yang sama yang membelit Romi Herton.

Selain itu  Budi Antoni Aljufri dan istrinya, Suzanna sebagai tersangka kasus suap Akil Mochtar dan pemberian keterangan palsu. Keduanya memang disangka telah bersekongkol untuk menyuap Akil Mochtar dalam pengurusan sengketa Pilkada di MK dengan nilai suap lebih dari Rp 10 miliar dan memberikan keterangan palsu.

Proses penyidikan keduanya saat ini masih terus berjalan. Dalam waktu dekat, berkas perkara pasangan suami istri itu akan dilimpahkan ke pengadilan.
4. Gubernur Gatot Beserta Isteri ( Evy Susanti).
KPK akhirnya meningkatkan status Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan sang istri muda Evy Susanti sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan. Peningkatan status sepasang suami istri ini berdasarkan  hasil gelar perkara pada Senin (27/7) malam. Gatot dan Evy menjadi pasangan suami istri kelima yang terjerat KPK.

"Hasil ekspose (pada rapim dan tim lengkap) progres kasus OTT hakim PTUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan Sprindik dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka," kata Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, Selasa (28/7/2015).

Indriyanto menegaskan bahwa penetapan tersangka ini berdasarkan pengembangan perkara kasus suap hakim PTUN Medan. Penyidik telah menemukan bukti yang sangat kuat sehingga diputuskan untuk menetapkan Gatot dan istri mudanya sebagai tersangka.

"Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya," tegas Indriyanto yang juga guru besar hukum pidana itu.

Keduanya disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta.

Untuk diketahui pasal tersebut sama dengan pasal yang menjerat pengacara kondang OC Kaligis dan anak buahnya Yagari Bhastara alias Gerry. Pihak Pemprov Sumut memang menggandeng kantor pengacara OC Kaligis untuk menggugat penyelidikan Kejati Sumut di PTUN.


Selasa, 28 Juli 2015

Pemerintah Tetapkan 9 Desember Hari Libur Nasional

TEMPO.COJakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menetapkan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember mendatang sebagai hari libur nasional. Ini agar para pemilih yang merantau ke luar daerahnya dapat turut serta memberikan hak suaranya dalam pemilihan gubernur ataupun bupati/wali kota di daerah asalnya.

"Saya akan buat surat edaran kalau nanti tanggal 9 Desember itu menjadi hari libur nasional, supaya orang yang kerja di luar daerahnya bisa ikut memberikan suaranya," kata Tjahjo di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

Keputusan itu akan dituangkan dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk disebarkan ke pemerintah daerah.

Selain itu, Menteri Dalam Negeri akan menerbitkan surat edaran yang mengatur pembatasan penggunaan fasilitas negara bagi para calon inkumben.

"Petahana tidak boleh menggunakan fasilitas negara milik pemda. Oleh karena itu, nanti akan ada SE, supaya mobil dinas tidak dipakai kampanye. Begitu pula terkait netralitas para pegawai negeri sipil (PNS)," ucapnya.

Penerbitan surat edaran dari Mendagri tersebut menunggu surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait dengan keterlibatan PNS dalam pilkada.

Terkait dengan persiapan pelaksanaan pilkada serentak gelombang pertama, Komisi Pemilihan Umum di 269 daerah sejak Minggu, 26 Juli 2015, telah membuka pendaftaran calon kepala daerah, baik melalui usungan partai politik maupun perseorangan.

Pendaftaran dibuka selama tiga hari hingga Selasa, 28 Juli 2015, pukul 16.00 di masing-masing daerah.

Pada hari pertama pendaftaran, KPU telah menerima berkas syarat pencalonan dari 236 pasangan calon, yang 178 di antaranya calon independen. Sedangkan sisanya merupakan pasangan calon yang didukung partai politik.

Pilkada serentak rencananya berlangsung di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota.

Harga minyak turun setelah pasar saham Shanghai menukik

New York (ANTARA News) - Harga minyak turun untuk hari keempat berturut-turut pada Senin (Selasa pagi WIB), karena penurunan tajam di pasar ekuitas Tiongkok sejak 2007 memicu kekhawatiran baru tentang penurunan permintaan di konsumen energi utama dunia tersebut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 75 sen menjadi berakhir di 47,39 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP.

Patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September, jatuh menjadi 53,47 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 1,15 dolar AS dari penutupan Jumat lalu.

"Saat ini pasar (minyak) terus mencari posisi terendah," kata Gene McGillian dari Tradition Energy.

Pada Senin, pasar saham Tiongkok ditutup menukik 8,5 persen di pasar saham Shanghai, penurunan satu hari terbesar mereka sejak Februari 2007, setelah data ekonomi yang lemah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Penurunan tajam Shanghai mengguncang pasar keuangan global. Itu terjadi meskipun baru-baru ini pemerintah Tiongkok melakukan upaya-upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menopang saham yang telah merosot sejak pertengahan Juni.

McGillian mengatakan bahwa kekhawatiran permintaan telah menekan pasar minyak.

"Kejatuhan di pasar saham Tiongkok meningkatkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi kemungkinan melambat," katanya. Pedagang mengantisipasi penurunan permintaan energi "terutama di Tiongkok" dan khawatir tentang "tingkat rekor produksi yang Anda lihat di seluruh dunia."

Joseph George, seorang analis di Schneider Electric, mencatat bahwa jumlah rig minyak AS meningkat pada pekan lalu untuk ketiga kalinya sepanjang bulan ini, sebanyak 21 rig menjadi 659 rig.

"Produsen-produsen AS terus mengebor pada tingkat tercepat dalam tiga dekade meskipun harga minyak lebih rendah," kata dia. "Produksi AS belum menunjukkan tanda-tanda penurunan substansial dan pasar minyak tetap kelebihan pasokan."

Rupiah Senin sore menguat menjadi Rp13.414

Pewarta:

Rupiah senin pagi melemah menjadi Rp13.441

Pewarta:

Menkeu harapkan BI jaga rupiah dalam level aman

Pewarta:

Dua Eks Pejabat BP Migas Tersangka TPPI Segera Diperiksa

Oleh : Finalia Kodrati, Syaefullah
VIVA.co.id - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Besok 28 Juli 2015 menjadwalkan pemeriksaan kepada mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono (DH) dan mantan kepala BP Migas, Raden Priyono (RP).

Keduanya merupakan tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang melibatkan PT. Trans-Pacific Pethrochemical Indotama (TPPI), dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjuntak, pemeriksaan kepada dua pejabat SKK Migas itu termasuk untuk mengklarifikasi keterangan tersangka Honggo Wendratmo (HW) yang sudah diperiksa di Singapura.

"Besok kami periksa keduanya, dan pemeriksaan terakhir," ujar Victor, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin 27 Juli 2015.

Jenderal bintang satu itu menuturkan, dalam waktu dekat ini tidak menutup kemungkinan berkas tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Ya minggu ini tahap satu ke Kejaksaan, atau paling lambat minggu depan," katanya.

Dalam kasus ini, penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan kepada mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Selain itu, penyidik Barerskrim telah menetapkan pendiri PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratmo, dan dua pejabata BP Migas (kini SKK Migas), Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono (DH), dan mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono.

Ketiganya diduga telah merugikan negara hingga Rp2 triliun. Bahkan saat ini pihak kepolisian telah melakukan pemblokiran rekening kepada tiga tersangka, termasuk mencegah ke luar negeri. (ren)

Tenang, Dana PSKS Tak Akan Hilang

JAKARTA - Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk keluarga kurang mampu terus menjadi buruan masyarakat  sejak diluncurkan pada 1 April lalu. Mereka berbodong-bondong mendatangi kantor pos di ibu kota provinsi guna mendapatkan dana sebesar Rp 600 ribu itu.
Namun, banyak warga memilih tetap menunggu di rumah saja. Sebab petugas pos bisa mengirimkannya ke rumah masing-masing.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dana PSKS bersifat simpanan. Karenanya para peserta program perlindungan sosial itu bebas menentukan jumlah simpanannta.  “Mau diambil sebagian atau seluruhnya,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah juga menjamin keamanan dana PSKS. “Dananya tidak akan hangus meski dibiarkan begitu saja,” tandasnya.
PSKS ditujukan bagi 16,3 juta keluarga Indonesia yang kurang mampu. Sasaran PSKS sendiri terdiri dari 15 juta pemegang KPS, 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan 500 ribu dialokasikan untuk cadangan.
Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, dana PSKS mudah dicairkan. Sebab, pemerintah berharap masyarakat bisa menikmati program itu tanpa rasa khawatir dan cemas. “Masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai modal usaha atau untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” lanjutnya.
Hanya saja, katanya,  banyak yang belum mengetahui syarat-syarat mencairkan dana PSKS. Apalagi jika pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) ternyata sudah meninggal dunia, banyak warga yang kebingungan untuk mencairkannya.
Khofifah menegaskan, dana PSKS tetap bisa dicairkan meski pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) telah meninggal dunia. Menurutnya, ahli waris pemegang KPS di rumah tangga sasaran (RTS) bisa mencairkannya dengan membawa sejumlah dokumen administrasi.
Dokument itu antara lain KPS, surat fotokopi kematian pemegang KPS, fotokopi kartu keluarga (KK), serta fotokopi KTP pemegang KPS yang sudah meninggal.
“Syaratnya sendiri cukup mudah dan tidak sulit. Ahli waris hanya tinggal datang ke kantor pos di jadwal yang telah ditentukan dengan membawa sejumlah dokumen,” katanya.(adv/jpnn)