BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 29 Mei 2015

Tepuk Tangan Meriah Sambut Kedatangan JK di Mako Paspampres

Dheri Agriesta
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). JK berkunjung untuk bersilaturahmi.

Pantauan Metrotvnews.com, JK datang sekitar pukul 09.00 WIB di Mako Paspampres, Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015). JK langsung menuju lapangan setelah bersilaturahmi di Kantor Mako Paspamres.

Sejumlah kendaraan taktis dipamerkan di lapangan Mako Paspampres ini. Tak hanya kendaraan taktis, beberapa tenda juga memamerkan peralatan pendukung yang digunakan dalam setiap tugas.

Mengenakan batik dengan corak hijau, orang nomor dua di republik ini berkeliling meninjau seluruh perlengkapan yang dipamerkan. Setiap perwakilan detasemen menjelaskan kepada Wapres JK kegunaan dari alat-alat yang dipamerkan. JK melihat satu per satu alat dan senjata yang dipamerkan.

"Ini besar sekali pelurunya, berapa jarak tembaknya?" tanya JK saat melihat senjata counter sniper yang dipamerkan.

"Izin mengawal, pak, itu dua kilometer," kata salah satu pemandu yang menjelaskan.

Memasuki lapangan upacara Wakil Presiden disambut dengan spanduk besar bertuliskan 'Selamat Datang Wakil Presiden RI, Kami Bangga dan Siap Menjadi Perisai Hidup' yang menempel tepat di bawah slogan 'Setia Waspada'. Pasukan Paspampres bertepuk tangan meriah menyambut kedatangan orang nomor dua di republik ini menaiki podium.

JK memberikan pengarahan di hadapan pasukan dengan baret berwarna biru laut ini. Selepas itu, JK berfoto dengan sejumlah pimpinan Paspampres.

"Hidup Paspampres," teriak JK dan rombongan saat berfoto bersama. 

Produksi Minyak AS Capai Rekor Tertinggi

Oleh : Daurina Lestari
VIVA.co.id - Produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencapai rekor tertinggi dalam 43 tahun terakhir. Produksi minyak AS tetap tinggi meski terjadi perang harga.  

Departemen Energi melaporkan, kenaikan produksi AS menjadi 9,56 juta barel per hari. Jumlah itu melewati rekor produksi tertinggi sebelumnya pada Maret lalu.

Sementara, harga minyak naik dalam perdagangan Kamis, 28 Mei 2015, setelah Departemen Energi AS melaporkan penurunan pada persediaan minyaknya sebanyak 2,8 juta barel untuk minggu ini.

Seperti dikutip dari Reuters, pada 29 Mei 2015, harga minyak naik 17 sen atau 0,3 persen menjadi US$57,68 per barel. Harga minyak mengalami kenaikan setelah selama sebulan berada di level terendah US$56,51. Minyak Brent naik 52 sen menjadi US$62,58 per barel.

Besarnya produksi minyak AS dan produksi minyak Arab Saudi, yang berjumlah 10,3 juta barel per hari pada April, mengkonfirmasi bahwa pasokan minyak dunia naik.

Jaksa Agung Dalami Kemungkinan Deponeering Kasus BW

JAKARTA - Jaksa Agung M Prasetyo mengomentari rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan deponeering kasus yang melibatkan salah satu komisionernya yang nonaktif, Bambang Widjojanto. Menurut Prasetyo, tidak mudah untuk memutuskan deponeering suatu kasus karena ada syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi.
Menurut Prasetyo, syarat utama dalam kasus BW -sapaan Bambang Widjojanto- harus terpenuhi. “Syarat sebenarnya yang utama adalah demi kepentingan umum,” ujar Prasetyo di Jakarta Kamis (28/5). 
Deponeering adalah kewenangan yang dimiliki jaksa agung untuk menghentikan penyelesaian sebuah kasus. Syaratnya, keputusan penghentian itu untuk kepentingan masyarakat umum. ‎
Apakah kasus BW memenuhi syarat tersebut? ‎ Prasetyo mengaku belum bisa memastikan. Dia akan mempelajari berkas BW terlebih dahulu.‎
“Saya masih minta laporan kepada jaksa peneliti seperti apa P-21-nya (berkas lengkap). Saya akan liat dulu,” katanya.‎‎
Sebelumnya, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP mengatakan, deponeering merupakan solusi yang paling tepat untuk perkara BW. Namun, langkah tersebut harus ada persetujuan dari presiden yang kemudian memerintah jaksa agung. “Saya selaku pimpinan KPK akan mencoba berbicara dengan jaksa agung dan presiden untuk solusi ini,” kata Johan.
Namun, lanjut Johan, semua bergantung kepada presiden dan jaksa agung apakah menghendaki langkah deponeering atau tidak. “Dan, kemudian Pak BW bisa kembali lagi memimpin KPK untuk menjalani sisa kepemimpinannya,” ucapnya.‎(jpnn)

Jual Beli Ijazah, Akademisi: Pejabat Harusnya Beri Contoh yang Benar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terungkapnya penerbitan ijazah perguruan tinggi yang palsu, asli tapi palsu, asli tapi tidak melalui proses perkuliahan atau jenjang akademik yang wajar membuat akademisi Universitas Indonesia Chusnul Mar'iyah berkomentar.

Menurutnya ijazah haruslah diperoleh dengan cara yang jujur karena masalah bangsa ini merupakan refleksi dari peradaban bangsa yang penyebabnya adalah masalah pendidikan.

"Budaya kita memang menghargai ijazah, hargailah ijazah tersebut karena jujur memperolehnya. Ijazah adalah label bukan type of person," ujar Chusnul dalam akun facebooknya, Kamis malam (28/5).

Dia menambahkan, oleh sebab itu berilah kualitas pada ijazah yang sudah dicapai. Artinya penerima ijazah harus menjaga integritasnya dari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak citra.

Chusnul mengungkapkan tingkat rata-rata pendidikan di Indonesia adalah 7,5 tahun artinya kelas dua semester SMP. Kebijakan negara yang membuat semakin kompleksnya dunia pendidikan. Karir guru, dosen seringkali ditentukan oleh administratif yang tentunya tidak merata di republik ini.

Dia menuturkan untuk karir pejabat juga ditentukan oleh sertifikat ijazah. Alhasil mau di parlemen, eksekutif, yudikatif, ijazah dan gelar musti dipajang walau tidak ada isinya, hasil beli, bukan hasil belajar yang benar.

"Mari para pejabat berilah contoh mau dapat master, doktor musti mengikuti kuliah dengan benar," katanya.

Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa prinsip pendidikan di Indonesia adalah ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani

"Dengan demikian kita membangun integritas dan peradaban bangsa. mari kita selamatkan dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita berlomba- lomba untuk melakukan kebaikan. Pendidikan adalah remedy dari semua persoalan bangsa kita," tandasnya

Guru Besar IPB: Dua Hasil Lab BPOM dan Sucofindo Sama-Sama Benar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Institut Ilmu Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir Dwi Andreas menilai perbedaan hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Sucofindo yang berbeda tidak perlu diteliti kembali. Hal tersebut ia utarakan terkait dengan pengujian sampel temuan beras di Bekasi yang diduga sebagai beras plastik.
“Kedua hasil dari BPOM dan Sucofindo ya sama-sama benar,” kata Dwi kepada ROL, Kamis (28/5). Menurutnya, masing-masing hasil dari kedua lembaga tersebut mempunyai hasil yang memang ditemukan pada proses penelitian.
Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil yang dipublikasikan oleh Sucofindo bukan menyatakan temuan beras tersebut merupakan beras plastik. Namun, masih menurut Dwi, Sucofindo hanya menerangkan sampel beras tersebut memiliki senyawa-senyawa yang mengandung zat kimia plastik.
Lalu, terkait dengan hasil pemeriksaan oleh BPOM, Dwi menyatakan hasil tersebut juga benar. Ia menilai seperti itu karena memang BPOM hanya memberikan kesimpulan bahwa temuan beras di Bekasi itu bukan beras plastik.
“Nah jadi kalau begini sama-sama betul, maksud saya, pemeriksaan yang diteliti oleh Secofindo itu bukan menyatakan beras tersebut merupakan beras plastik, tapi hanya beras yang terkontaminasi oleh senyawa plastik. Oleh karena itu, BPOM juga menyatakan jika beras tersebut memang bukan beras plastik,” jelas Dwi.
Ia juga menambahkan, beras yang terkontaminasi tersebut bisa saja mengandung senyawa-senyawa plastik karena beberapa kondisi. Menurut Dwi, beras yang kualitasnya buruk lalu digiling kembali dan ada proses pemutihan bisa mengandung bahan kimia.
“Belum lagi ya bisa saja, beras yang sudah lama di gudang bulog kan terkontaminasi bisa. Karung beras kan berbahan plastik, bisa saja senyawanya tercampur karena terlalu lama didiamkan di dalam gudang,” ungkap Dwi.

Presiden perintahkan Menpora terus gulirkan kompetisi

Pewarta:

Sopir Taksi Ini Kembalikan Uang Penumpang AUD 10 Ribu

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Sikap jujur sopir taksi ini patut ditiru. Ia mengembalikan uang penumpang yang tertinggal di jok belakang taksinya.

Adalah Suharto, sopir taksi Express yang mengembalikan uang milik penumpangnya pada Rabu (27/5/2015) dini hari. Saat itu, Suharto sedang mencari penumpang dengan menyusuri Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. Sepasang pria dan wanita lalu menyetop taksinya dan meminta diantar ke Apartemen Sudirman Park, Jakarta Pusat.

Seorang penumpang duduk di depan, dan seorang lainnya duduk di belakang. Setelah sampai di tujuan, penumpang ini memberikan uang pembayaran. Suharto lantas kembali melajukan taksinya tanpa firasat apapun. Karena hari sudah larut, ia berencana langsung pulang ke rumahnya di daerah Ciganjur, Jagakarsa, Jaksel.

Saat tiba di rumah, ia beristirahat sejenak dan melaksanakan salat subuh. Saat itulah ia ditelepon pihak kantor untuk menanyakan barang penumpang yang ketinggalan. Ia diberi tahu bahwa dalam tas tersebut ada uang senilai Rp 100 juta lebih milik penumpang yang diketahui bernama Leonard Dela Torre.

"Pas saya cek, ternyata memang ada tas ketinggalan di jok belakang penumpang. Alhamdulillah rejeki mereka. Saya informasikan ke kantor dan langsung saya bawa ke pool di Ciganjur untuk dikembalikan," ucap Suharto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/5/3015) malam.

Tas kulit berbentuk selempang itu langsung dibawanya ke pool taksi di Ciganjur. Ia pun tak berani membuka tas tersebut hanya sekedar memastikan isi tas sama seperti yang diinfokan petugas kantornya.

Setibanya di kantor, ia langsung menemui petugas operator dan meyerahkan tas itu. Di situlah Suharto melihat isi tas yakni power bank, beberapa kartu dan 100 lembar uang pecahan Dollar Australia nominal 100. Oleh Leonard, ia diminta untuk mengembalikan uang itu ke Apartemen Sudirman Park saat itu juga.

Jakarta - Sikap jujur sopir taksi ini patut ditiru. Ia mengembalikan uang penumpang yang tertinggal di jok belakang taksinya.

Adalah Suharto, sopir taksi Express yang mengembalikan uang milik penumpangnya pada Rabu (27/5/2015) dini hari. Saat itu, Suharto sedang mencari penumpang dengan menyusuri Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. Sepasang pria dan wanita lalu menyetop taksinya dan meminta diantar ke Apartemen Sudirman Park, Jakarta Pusat.

Seorang penumpang duduk di depan, dan seorang lainnya duduk di belakang. Setelah sampai di tujuan, penumpang ini memberikan uang pembayaran. Suharto lantas kembali melajukan taksinya tanpa firasat apapun. Karena hari sudah larut, ia berencana langsung pulang ke rumahnya di daerah Ciganjur, Jagakarsa, Jaksel.

Saat tiba di rumah, ia beristirahat sejenak dan melaksanakan salat subuh. Saat itulah ia ditelepon pihak kantor untuk menanyakan barang penumpang yang ketinggalan. Ia diberi tahu bahwa dalam tas tersebut ada uang senilai Rp 100 juta lebih milik penumpang yang diketahui bernama Leonard Dela Torre.

"Pas saya cek, ternyata memang ada tas ketinggalan di jok belakang penumpang. Alhamdulillah rejeki mereka. Saya informasikan ke kantor dan langsung saya bawa ke pool di Ciganjur untuk dikembalikan," ucap Suharto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/5/3015) malam.

Tas kulit berbentuk selempang itu langsung dibawanya ke pool taksi di Ciganjur. Ia pun tak berani membuka tas tersebut hanya sekedar memastikan isi tas sama seperti yang diinfokan petugas kantornya.

Setibanya di kantor, ia langsung menemui petugas operator dan meyerahkan tas itu. Di situlah Suharto melihat isi tas yakni power bank, beberapa kartu dan 100 lembar uang pecahan Dollar Australia nominal 100. Oleh Leonard, ia diminta untuk mengembalikan uang itu ke Apartemen Sudirman Park saat itu juga.

Korupsi APBD DKI, Polri Sidik Pengadaan Printer dan Scanner Senilai Rp 150 M

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri mulai memasuki babak baru pengusutan korupsi APBD DKI Jakarta. Selain mengusut korupsi pengadaan UPS di Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Menengah di Jakarta Barat dan Selatan, giliran pengadaan scanner dan printer yang mulai masuk dalam APBD 2014 di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat.

"Sudah masuk dalam tahap penyidikan," kata Direktur Tipikor Bareskrim Brigjen Ahmad Wiyagus, di Mabes Polri, Jumat (29/5/2015).

Mantan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK ini mengatakan, modus dugaan korupsi pengadaan printer dan scanner 3D adalah dengan me-mark up harga kedua alat tersebut. Juga ada kejanggalan dari proses pengadaan yang tidak sesuai aturan.

Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam penyidikan tersebut guna mencari titik terang tersangka. "Sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang, termasuk kemarin Kepsek SMAN 17," kata Wiyagus.

Penyidik masih menunggu hasil audit investigasi BPK terkait dengan korupsi tersebut. Adapun terkait nilai proyek, dua alat tersebut dihargai senilai Rp 150 miliar.

Kamis, 28 Mei 2015

Rupiah kamis pagi melemah ke level Rp13.192

Pewarta:

Menteri BUMN Tergelitik Hasil Uji Lab Sucofindo soal Beras Plastik

Jpnn
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menganggap hasil uji laboratorium PT Sucofindo atas sampel beras plastik yang berbeda dengan institusi lainnya merupakan hal aneh. Tak tanggung-tanggung, hasil uji sampel beras plastik oleh laboratorium Sucofindo itu berbeda jauh dengan lima laboratorium di institusi lain di bawah pemerintah.
Menurut Rini, dirinya sampai merasa perlu menanyakan hasil uji sampel beras yang diduga mengandung sintetis itu ke Sucofindo. Sebab, sampel beras yang diuji Sucofindo dan lima laboratorium lainnya sama.
"Saya juga menanyakan, hasilnya kenapa beda, padahal kan samplenya yang diambil sama. Di BPOM nggak ada indikasi itu. Mengapa hal ini bisa terjadi?” ujar Rini saat ditemui di Kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (28/5).
Menyikapi perbedaan hasil uji laboratorium itu, Rini meminta anak buahnya di Sucofindo untuk memberikan laporan detail terkait hasil sample beras tersebut. Ia berharap laporan itu memperjelas persoalan yang ada.
"Saya sudah minta ke Sucofindo supaya saya diberikan hasil yang detailnya seperti apa. Nanti hari Senin," katanya.
Sebelumnya, lima instansi antara lain BPOM, Pusat Laboratorium Forensik Polri, Balitbang Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Puspitek Serpong menyatakan tidak ada kandungan plastik dalam beras yang diduga sintetis. Namun, Sucofindo justru merilis hasil berbeda.
Perusahaan BUMN itu menyatakan bahwa sample beras yang diuji terbukti mengandung zat-zat berbahaya.(chi/jpnn)

Respons Bangga Bos Pindad atas Kemenangan TNI dalam Lomba Tembak di Australia

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Tim Indonesia merengkuh kemenangan mutlak dalam lomba tembak internasional di Australia. Patut dibanggakan, Tim TNI AD menggengam senjata buatan PT Pindad sewaktu menjuarai Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Bagaimana respons Direktur Utama PT Pindad Simy Karim?

"Ini bukti kalau Indonesia unggul. Unggul kemampuan skill penembak, amunisi dan senjatanya," kata Simy di kantor Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/5/2015).

Lomba berlangsung pada 20-23 Mei 2015. Indonesia mengungguli sang tuan rumah Australia serta Amerika Serikat. Tim TNI AD sukses meraih 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu. Angkatan Darat Australia menduduki peringkat kedua dengan raihan 4 medali emas, 9 perak dan 6 perunggu. Posisi ketiga disabet Amerika yang mengantongi 4 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Selama perhelatan yang mengharumkan nama Indonesia, tim menggunakan 4 jenis senjata. Yaitu senjata buatan dalam negeri produksi PT Pindad jenis SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite&Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan Inggris.

Simy mengaku bangga senjata produksi Pindad menjadi saksi sejarah prestasi bergengsi di kancah internasional. Sekaligus ajang pembuktian kalau Pindad sebagai produsen senjata berkualitas terbaik yang patut diperhitungkan oleh mata dunia.

"Kita akan terus dengungkan ini untuk kebanggaan bangsa juga," ujar Simy singkat.

Pertama di Indonesia, Ketua Muda MA Dijatuhi Sanksi karena Langgar Kode Etik

Rivki - detikNews
Jakarta -
"Sanksinya dinyatakan dengan pernyataan tidak puas,"kata jubir MA hakim agung Suhadi.
Hakim agung Timur Manurung terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim. Dia terbukti makan malam dengan advokat dan target KPK Swie Teng yang kini jadi terdakwa kasus korupsi.

"Sanksinya dinyatakan dengan pernyataan tidak puas. Nah itu bisa dimaknai sebagai sanksi ringan tapi paling berat," ujar jubir Mahkamah Agung (MA) hakim agung Suhadi di Gedung Sekretariat MA, Jl A Yani, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Menurut Suhadi, tim bentukan Ketua MA yang dipimpin Wakil Ketua MA Nonyudisial Suwardi telah rampung menyelidiki kasus Timur Manurung. Hasilnya yaitu Timur bertemu Swie Teng selama 4 kali.

"Tapi saat pertemuan temannya itu Swie Teng belum berstatus sebagai apa-apa. Baru 10 bulan kemudian dia ditetapkan tersangka oleh KPK," ujar Suhadi.

Dalam pertemuan itu, tim juga menemukan fakta di mana Timur bertemu seorang advokat. Hasilnya, tim menyatakan Timur bersalah dan diputus pada April lalu. Namun hasil putusan tim etik baru dipublikasi pada hari ini.

"Dalam 4 kali pertemuan dia ketemu advokat 1 kali pada pertemuan pertama," ujarnya.

Dalam catatan sejarah peradilan Indonesia, sanksi kepada Timur merupakan sanksi pertama yang dijatuhkan kepada Ketua Muda MA. Adapun pada 2012 lalu, MA juga menjatuhkan sanksi berupa pemecatan kepada hakim agung Ahmad Yamani karena memalsukan putusan.

TNI Juara Umum Lomba Menembak di Australia, Kalahkan AS

Oleh : Eko PriliawitoAnissa Maulida (Tangerang)
Mei 2015. Pada klasemen akhir, kontingen TNI Indonesia sukses meraih 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu

Dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, Inggris dan negara negara lainnya. Dalam lomba tahunan ini ada 17 negara yang ikut berlaga.

Anggota TNI yang berhasil menyabet mendali emas dari Kesatuan Kopassus dan Kostrad.  Sore ini mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan disambut Pangkostrad Letjen Mulyono, Kadispenad Brigjen TNI Wuryanto, Waasops Kasad Brigjen M Akip, AsopsKostrad Kol Dwi Darmadi dan Seluruh Pejabat Kostrad lainnya.

Dijelaskan Pangkostrad Letjen TNI Mulyono, perolehan medali yang diraih prajuritnya terpaut sangat jauh dari perolehan negara lain. Bisa dibilang meraih kemenangan mutlak.

Sementara Angkatan Darat Australia yang duduk di posisi dua hanya mengantongi empat medali emas, sembilan perak dan enam perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger di posisi ketiga hanya membawa pulang empat medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Dalam lomba tersebut, TNI AD menurunkan 16 prajurit terbaiknya yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Lima orang staf dan dua tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 16 prajurit tersebut.

Menurut Kadispenad, Brigjen Wuryanto, perlombaan menembak bukan hal baru bagi TNI AD. Angkatan Darat sudah sering mengikuti perlombaan serupa yang diadakan di berbagai negara.

Posisi juara umum di Australia ini merupakan kemenangan kedelapan kalinya bagi TNI AD dalam lomba menembak di kawasan Asia-Pasifik.

Wuryanto mengatakan rahasia kemenangan beruntun TNI AD dalam lomba menembak adalah latihan keras. Para prajurit yang terpilih akan mendapat latihan yang berat oleh masing-masing pelatih. Selain berlatih, senjata juga menjadi kunci penting. Untuk senjata dalam perlombaan ini, para prajurit TNI memakai produk dalam negeri. 

Harga BBM Bersubsidi Bakal Tetap Hingga September

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik sampai September.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi harga BBM bersubsidi dalam tiga hingga enam bulan. Jika dihitung dari April maka harga BBM tak naik sampai September.
"Ya belum tentu. Pokoknya kami evaluasi 3-6 bulan. Iya, dari April hingga September tidak naik. Jadi antara September, Agustus, Juli tetap di evaluasi," kata Wiratmaja, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Wiratmaja mengatakan, Kementerian ESDM akan merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 yang mengatur penetapan harga BBM bisa lakukan dua kali dalam sebulan untuk menerapkan kebijakan tersebut. "Peraturan Menteri itu kami revisi, jadi 3-6 bulan," kata Wiratmaja.
Meski harga BBM  tak diubah hingga tiga atau enam bulan, Wiratmaja mengaku belum menemukan kerugian di Pertamina. Namun, jika Pertamina merugi atas keputusan tersebut, Pemerintah akan mencari cara untuk menutupinya.
"Kami berharap sampai akhir tahun deltanya tidak banyak, kalau bisa 0. Ya kalau minus kami cari jalan keluar, tapi kalau plus akan gunakan untuk stok," tutur Wiratmaja.
Sebelumnya, Pemerintah memutuskan per 1 Mei 2015 pukul 00.00 WIB,  harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali tetap  Rp 7.300 per liter dan jenis minyak solar subsidi Rp 6.900 per liter. Harga minyak tanah juga dinyatakan tetap yaitu  Rp 2.500 per liter (termasuk PPN). Harga tersebut tetap dari April 2015. (Pew/Ahm)

Gaji Rp 3 Juta/Bulan Bebas Pajak, Ini Efeknya Buat RI

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 24 juta setahun menjadi Rp 36 juta per tahun. Itu berarti pegawai dengan gaji Rp 3 juta per bulan tidak lagi dikenakan pajak.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Sigit Priadi Pramudito mengungkapkan kebijakan ini diambil karena adanya kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Bahkan ada kota atau kabupaten seperti Karawang sudah menetapkan upah minimum hampir Rp 3 juta per bulan.

"Kalau pendapatan Rp 24 juta per tahun kena pajak itu kasihan karena biaya hidup juga banyak, makanya PTKP dinaikkan,"ungkapnya di Kantor Ditjen Pajak, Rabu (27/5/2015) malam.

Dengan dinaikkannya batas PTKP, Sigit berharap daya beli masyarakat bisa sehingga akan menggerakkan ekonomi nasional. Meski di sisi lain, Sigit memperkirakan akan ada kehilangan potensi penerimaan pajak sekitar Rp 1 triliun-Rp 2 triliun.
"Kami sudah hitung akan ada loss penerimaan pajak, tapi ekonomi akan jalan karena daya beli masyarakat naik," ungkap dia.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengungkapkan, pemerintah akan membahas usulan kenaikan batas PTKP ini kepada Komisi XI DPR dalam agenda rapat kerja berikutnya. Karena surat usulan baru dilayangkan per hari ini kepada pimpinan Komisi XI DPR.

"Tapi berlakunya untuk tahun pajak ini, dan efeknya baru akan terasa pada tahun depan. Berlaku surut," ujar dia usai menghadiri Raker Risiko Fiskal dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta.

Ia mengatakan, dengan kenaikan batasan PTKP 50 persen maka akan mendongkrak konsumsi domestik. Pemerintah memang tengah menggenjot konsumsi domestik untuk memacu pertumbuhan ekonomi di luar ekspor yang tengah lesu.
Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) ini merupakan besarnya penghasilan yang menjadi batasan tidak kena bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, dengan kata lain apabila penghasilan netto Wajib Pajak Orang Pribadi jumlahnya di bawah PTKP tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 25/29.

Apabila berstatus sebagai pegawai atau penerima penghasilan sebagai objek PPh pasal 21, maka penghasilan itu tidak akan dilakukan pemotongan PPh pasal 21.

Adapun PTKP untuk tahun pajak 2014 dan 2013 antara lain:

1. Rp 24,30 juta untuk diri wajib pajak orang pribadi.

2. Rp 2,025 juta tambahan untuk wajib pajak yang kawin.

3. Rp 24,30 juta tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan.

4. Rp 2,025 juta tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga. (Ndw/Igw)

Langka, Hari Ini Matahari Melintas di Atas Kabah

VIVA.co.id - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Kementerian Agama Mukhtar Ali menjelaskan, berdasarkan data astronomi, hari ini, Kamis 28 Mei 2015, matahari akan melintas tepat di atas Kabah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB dan 17.18 WITA.

“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Kabah,” ujar Muhtar Ali, dilansir dari situs kemenag.go.id, Rabu 27 Mei 2015.

Menurut Mukhtar, peristiwa semacam ini dikenal dengan nama Rashdul Qiblah, yaitu ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Akibat fenomena itu, lanjut dia, pengurus takmir masjid atau mushala yang akan memverifikasi kesesuaian arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, menentukan lokasi masjid, mushala, langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. Sediakan tongkat lurus panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Siapkan juga jam atau arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio, televisi atau internet.

Kedua, cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya Rashdul Qiblah agar tidak terburu-buru.

Ketiga, saat Rashdul Qiblah berlangsung, amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi +/-2 menit). Di Indonesia, peristiwa Rashdul Qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah barat agak serong ke utara, merupakan arah kiblat yang tepat.

Keempat, gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid atau rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.

Mukhtar menambahkan bahwa selain tongkat lurus, menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera, atau benda lain yang tegak juga bisa digunakan untuk melihat bayangan.

“Bisa juga dengan teknik lain, misalnya bandul yang digantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter, maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat,” katanya.

Korupsi, Dua Pejabat Bawaslu Jatim Ditahan

VIVA.co.id - Dua dari lima pejabat Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur ditahan di Kepolisian Daerah setempat. Mereka adalah para tersangka korupsi dana hibah untuk penyelenggaraan Pemilukada Jatim tahun 2013.

Seorang di antaranya ialah Bendahara Bawaslu Jatim Gatot Sugeng Widodo yang ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam pada Rabu malam, 27 Mei 2015. Dia menyusul Sekretaris Amru yang ditahan pada Selasa, 19 Mei 2015.

Dalam kasus yang sama, polisi juga sudah menahan Ahmad ‎Kusairi dan Idriyono, rekanan yang mengkoordinasi sejumlah proyek kegiatan Bawaslu Jatim. Mereka ditahan setelah delapan jam menjalani pemeriksaan pada Selasa malam lalu.

Gato sesaat sebelum ditahan mengenakan rompi bertuliskan tahanan dan penutup kepala serta hanya memakai celana pendek dan tanpa menggunakan alas kaki. Dia dibawa keluar ruang penyidikan dan dimasukkan sel tahanan di Polda Jawa Timur.

"Penahanan dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan. Tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan seusai pemeriksaan terhadap Gatot.

Dalam perkara itu ada lima orang dari Bawaslu Jatim yang ditetapkan tersangka. Mereka adalah Ketua Bawaslu Sufyanto, Sekretaris Amru, Bendahara Gatot Sugeng Widodo, dan dua komisioner Andreas Pardede dan Sri Sugeng Pudjiatmiko. Ada dua tersangka lain dari luar lembaga Bawaslu, yakni pihak rekanan, Indriyono dan Ahmad Kusaini.

Terkait proses hukum itu, Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Anas Yusuf, menolak disebut ada perlakuan tebang pilih. Dia mengatakan ada kepentingan lebih besar yang harus dipertimbangkan sehingga tidak menahan Ketua dan komisioner Bawaslu Jatim, meski sama-sama menjadi tersangka.

"Ada kepentingan negara, kepentingan lebih besar yang harus dipertimbangkan. Mereka mengemban tugas berat, apalagi menjelang pelaksanaan pilkada serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur pada Desember nanti," kata Anas Yusuf.

Dia juga mengatakan bahwa Ketua Bawaslu Pusat sempat datang langsung menemuinya beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, Ketua Bawaslu meminta kepada Polda agar Ketua Bawaslu Jatim dan komisionernya tidak ditahan. Alasannya, demi suksesnya pelaksanaan pildaka serentak pada Desember nanti.

Kok Beda dengan Sucofindo? Ini Jawaban Kepala BPOM

 Jpnn
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga juga memberikan kepastian yang sama terkait keberadaan beras plastik di Indonesia. Menurutnya, tidak ada beras plastik yang beredar.
Hal itu telah diperkuat dari laporan BBPOM seluruh daerah yang telah melakukan uji sampel beras. "Tidak ada sampel beras yang mengandung plastik. Pemerintah betul-betul mengawal," ungkap Roy, kemarin.
Roy menambahkan, pihaknya juga telah melakukan uji laboratorium untuk 25 sampel beras dari luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hasil uji tersebut tidak menunjukkan perbedaan dengan uji yang telah dilakukan kemarin.
Seluruh sampel negatif dari dugaan beras plastik. "Uji ini juga dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Polri, Kementerian Perdagangan. Hasilnya sama, negatif," urainya.
Sementara, disinggung soal perbedaan hasil uji sampel beras plastik yang telah dilakukan BPOM dan Sucofindo, Roy enggan berkomentar. Meski demikian, Roy menyatakan sampel yang digunakan pihaknya sama dengan yang digunakan oleh Sucofindo.
"Kami lakukan semua uji secara profesional. Titik leleh terbukti tidak mengandung plastik," paparnya.
Terkait polemik yang muncul di masyarakat atas hal itu,  Roy dengan tangan terbuka mempersilahkan seluruh pihak jika ingin berdiskusi untuk memaparkan hasil uji pihaknya. Ia pun bersedia jika tim BPOM dipertemukan dengan pakar lain untuk mendiskusikan hal tersebut. (wir/idr/mia)

Rabu, 27 Mei 2015

Pak Jokowi, Mana Dana Desa 1 Miliarnya?

Jpnn
JAKARTA - Ribuan perangkat desa yang berunjuk rasa depan Istana Merdeka mempertanyakan janji pemerintah pusat yang akan memberikan dana Rp 1 miliar untuk desa seluruh Indonesia. Para kepala desa ini menganggap Presiden Joko Widodo hanya memberikan janji belaka terkait dana tersebut.
"Pak Jokowi, mana dana desa Rp 1 miliar. Ini sudah bulan apa Pak? Kok enggak ada dananya," seru orator aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5).
Menurut Kepala Desa Tegal Sumur, Jawa Tengah Masyudi, seharusnya dana desa diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada bulan April, tahap ke dua Agustus dan tahap ke tiga, September. Namun, sejauh ini belum semua desa mendapatkan dana tersebut.
"Kami minta percepatan janji presiden itu. Jangan kebanyakan alasan. Katanya masih di Kemendagri dan Kementerian Desa. Lalu kapan?" kata Masyudi.
Masyudi mengaku perangkat desa sudah mempertanyakan hal itu pada dua kementerian tersebut. Namun, hanya jawaban normatif yang didapat. Sehingga mereka memilih menyampaikan melalui unjuk rasa agar didengarkan oleh presiden. (flo/jpnn)

Mahfud MD: Jangan Akali Hukum Lewat Jalur Kekuasaan

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut politik dan hukum saling berhubungan. Namun, jika hukum telah berlaku, maka itu mengikat pada siapapun.

"Intinya, bagaimana kita sekarang kembali ke komitmen politik hukum. Itu hubungan politik dan hukum interdependen. Ketika hukum ditetapkan, semua terikat," kata Mahfud dalam acara Diskusi Publik MMD Initiative 'Efektivitas Pemerintahan Jokowi-JK' di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Hal itu disinggung Mahfud karena ia menilai masih banyak pengajuan gugatan uji materi UU ke MK. Padahal UU tersebut beluberumur puluhan tahun sejak diberlakukan.

"Jangan bermain kasar dan mengakali atau memaksakan hukum melalui jalur kekuasaan. Kalau itu yang terjadi, kekacauan akan terjadi terus menerus," ujar Mahfud.

Menurutnya, ada empat hal yang dapat disebut mengakali hukum melalui kekuasaan. Mahfud mencontohkan putusan MK soal Peninjauan Kembali (PK) berkali-kali hingga profesionalitas anggota DPR.

"Putusan yang tidak sesuai seperti PK berkali‎-kali, orang membayar ke DPR agar dibuat UU untuk kepentingan kelompok tertentu, perkembangan jaman menghendaki perubahan UU dan profesionalitas DPR yang membuat itu kurang memadai," ucap Mahfud.

Kapolda: Pelanggar Lalin Kalau Bisa Ditegur, Tilang Saya Minta yang Terakhir

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono tidak senang dengan kekerasan untuk menertibkan para pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh Jaya. Ia lebih senang menerapkan upaya pencegahan ketimbang 'memberi' surat tilang.

Namun, kata Kapolda, langkah itu bukan sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran tersebut.

"Oh tidak (pembiaran). Saya selalu katakan pada anggota tidak boleh ada pembiaran, harus ada upaya-upaya yang tadi saya katakan. Saya lebih senang pencegahan," kata Unggung kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Kapolda mengatakan pihaknya mengedepankan pola preemtif, preventif, persuasif dan kuratif dalam operasi ini. Kendati demikian, Kapolda menegaskan penindakan tetap dilakukan bagi pelanggar lalu lintas yang dianggap membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.

"Tapi operasi ini walaupun penindakan lebih kita kedepankan persuasif edukatif tadi. Persuasif edukatif artinya pencegahan lebih bagus dripada apa namanya penindakan apalagi saya tidak mengenal istilah represif. Represif itu keliatannya keras. Saya tidak senang dengan kekerasan," jelasnya.

Menurutnya, akan lebih baik jika pelanggar lalu lintas diberikan teguran ketimbang penindakan. "Dtilang itu penindakan tapi saya sampaikan pada jajaran lebih bagus sekarang katakan itu, teguran," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menggelar operasi Simpatik Jaya. Di mana selama operasi itu, tidak ada pelanggar yang ditilang, hanya diberikan teguran. Pada kenyataannya di lapangan, masyarakat masih saja melakukan pelanggaran kendati diberikan pelunakan oleh aparat polisi.

"Yang tadi dikatakan untuk masyarakat terus kita lakukan edukasi, kita jangan bosan-bosan (mengedukasi), tugas kita memang seperti itu. Saya katakan akan persuasif edukasi lebih senang kita tingkatkan itu. Kalau tilang saya minta yang terakhir kalau bisa ditegur, ada anggota di situ, duduki dulu di situ, tentunya akan lebih bagus, tidak semuanya perlu penindakan," tuntasnya.

JK: Pak Gubernur, Daripada UPS Mending Beli Sekop Bersihkan Selokan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung pembelian uninterruptible power supply (UPS) seharga miliaran rupiah yang kini diusut dugaan penyimpangan. Wapres JK menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memprioritaskan pembelian peralatan dan perlengkapan kebersihan dibanding menghabiskan uang untuk barang yang kegunaannya masih jadi tanda tanya.

"Pak Gubernur (Ahok). Bilang nih, daripada beli UPS mendingan beli sekop untuk bersihkan selokan," ujar Wapres JK saat memberikan sambutan di pembukaan Water, Sanitation, And Cities Forum And Exhibition 2015 di Cenderawasih Room JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Sekop menurut JK sangat bermanfaat untuk kebersihan lingkungan. Dampaknya pun bisa langsung dirasakan.

"Beli UPS Rp 300 miliar, kalau buat beli sekop bisa dapat 1 juta. Sekop bisa digunakan untuk membersihakan selokan jadi nggak banjir, bebas juga malaria," ucapnya.

"Kasih tahu Pak Haji lulung. Kasih tahu saja," lanjut JK yang disambut tawa hadirin.

JK memperkirakan harga 1 buah sekop sekitar Rp 40 ribu. JK memberikan perintah kepada Ahok untuk memulai gerakan pembersihan sanitasi kepada seluruh warga Jakarta sehingga terhindar dari penyakit.

"Daripada buat beli obat malaria 500 ribu. Jadi lebih baik kita pelihara lingkungan, nggak banyak orang sakit. Rumah sakit nggak penuh dan dimarah-marahi orang," katanya.

Selain soal kebersihan, pembersihan sanitasi dan selokan oleh warga untuk menghindarkan Jakarta dari banjir.

"Salurannya harus diperbanyak, yang mampet-mampet dibersihkan. Wajibkan masyarakat rawat selokan di depan rumahnya masing-masing. Beri mereka sekop," imbuh JK.

Begini Skema Pembayaran Bila Lewat Tol Cikapali dari Jakarta

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jakarta - Untuk bisa masuk ke Tol Cikampek-Palimanan, pengendara mobil harus masuk terlebih dulu ke Tol Cikampek. Lalu bagaimana proses pembayarannya mengingat 2 tol tersebut berbeda operator?

"Ini nanti kami akan bahas bersama. Ada beberapa option," ungkap Kasubid Pemantauan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Chairal Yandi yang ikut dalam rombongan Kakorlantas melakukan pemantauan Jalur Selatan di Brebes, Jateng, Selasa (26/5/2015).

Seperti diketahui, Tol Cikampek dikelola oleh PT Jasa Marga sementara operator Tol Cikapali adalah PT PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Tol Cikampek sendiri selama ini menggunakan sistem tertutup yang berarti mengambil kartu saat masuk dan membayar ketika keluar dengan tarif sesuai jarak.

"Bisa saja nanti modelnya ambil kartu di Pintu Cikarang utama lalu dikembalikan saat masuk di Pintu Gerbang Tol Cikapali dan bayar. Lalu sekaligus nanti ambil kartu untuk Cikapali, bayarnya pas exit. Jadi ada 2 transaksi," kata Yandi.

"Tapi ini masih akan dikoordinasi lagi antara PT LMS dengan Jasa Marga dan BPJT serta pihak terkait. Karena ini mekanisme dan tarif tol, nanti kita akan duduk bersama untuk membahasnya," sambungnya.

Namun yang jelas, kata Yandi, BPJT menginginkan agar proses transaksi tidak merepotkan pengendara. Untuk informasi, PT LMS mematok tarif Rp 87.500 untuk ruas Cikampek hingga Palimanan, dan tarif Tol Jakarta-Cikampek adalah Rp 13.500.

"Intinya kan memudahkan masyarakat. Jasa Marga punya sistem sendiri karena dia sistem tertutup, ambil diawal bayar di penutup. Cikapali juga sama, nanti kita perpendek proses transaksinya entah sharing profit atau gimana," jelas Yandi.

Yandi bersama tim Bina Marga lainnya kemarin pun, Senin (25/5), ikut memantau Tol Cikapali bersama Kakorlantas Irjen Pol Condro Kirono. Hadir pula dalam kesempatan tersebut dari pihak LMS dan Dirut Jasa Raharja Budi Setiyarso serta Kadiv Pencegahan dan Pelayanan Jasa Raharja Abdul Haris.

Selasa, 26 Mei 2015

Dubes AS apresiasi tindakan Indonesia tangani pengungsi

Pewarta:

Terdengar Suara Cempreng Anak Kecil di Konser Raisa, Penonton Tertawa

 Jpnn
SUASANA mellow masih terasa di hati para penggemar Raisa, usai menyaksikan konser tunggal penyanyi ayu itu di Istora Senayan Minggu malam (24/5).
Sebetulnya tidak terlalu mengejutkan bahwa suasana itulah yang bakal tercipta. Sebab, sebagai penyanyi, mayoritas lagu hit Raisa adalah pop ballad dengan syair yang galau.

Padahal, sebelumnya, Raisa diwanti-wanti penggemar untuk tidak banyak membawakan lagu galaunya.
"Mereka bilang, jangan lagu galau aja. Padahal kan enggak. Yah, paling 93 persen yang galau. Eh, 92 persen deh," tutur Raisa yang disambut tawa penonton.
Malam itu mayoritas lagu tersebut dibawakan. Namun, dia seolah tidak peduli. Raisa justru membuat hati penonton semakin galau.

Sekitar 19 lagu dibawakan dalam konser yang berdurasi dua jam tersebut. Mulai Pemeran Utama, Firasat, LDR, Bye-Bye, Serba Salah, Terjebak Nostalgia, Could It Be, Mantan Terindah, Kilaumu, Let Me Be (I Do), hingga Apalah Arti Menunggu. Raisa menggandeng Mike Mohede dan The Overtunes untuk memeriahkan konsernya malam itu.
Tidak hanya membawakan lagu sendiri, dia juga membawakan lagu milik Brian McKnight. McKnight adalah salah seorang musisi favorit Raisa. Dengan penuh penghayatan, kekasih Keenan Pearce itu membawakan One Last Cry.

Dalam konser, Raisa menampilkan video animasi tentang perjalanan hidupnya berikut foto-foto semasa kecil. Dalam sesi itu juga, diputar rekaman suara Raisa kecil yang mengutarakan keinginannya untuk beken suatu hari nanti. Tidak ayal, suara cempreng khas anak kecil tersebut mengundang tawa penonton.
Tidak berhenti sampai di situ, menjelang remaja, Raisa juga rajin mengikuti lomba nyanyi. Suara Raisa remaja yang sedang menyanyikan lagu Menghitung Hari milik Krisdayanti pun berkumandang.

"Waktu itu ada lomba paduan suara. Mbak KD juga datang. Aku sampai sikut-sikutin temenku loh biar bisa foto dekat Mbak KD," kata Raisa sekaligus menyambut Krisdayanti yang tampak hadir di bangku penonton.
Sebagai musisi yang baru lima tahun menapaki industri musik, karir Raisa terbilang melesat cepat. Lima tahun bisa dibilang waktu yang cepat untuk seorang penyanyi menggelar konser tunggal. Raisa kali pertama muncul pada 2010 dan baru punya dua album. (and/c19/jan)

Ketika Polisi 'Tolak' Tawaran Miliaran Uang Suap

Oleh : Siti Ruqoyah, Syaefullah

VIVA.co.id - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jendral Polisi Victor Edi Simanjuntak, mengaku mengalami godaan dalam menangani kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kata Victor, kasus ini melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Jakarta.

"Godaan banyaklah, tetapi kita Merah Putih. Godaan berapa enggak akan diterima," papar Victor, di depan Bareskrim, Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 25 Mei 2015.

Dijelaskan Victor, dalam tawaran itu jumlahnya luar biasa, bahkan jumlahnya hingga miliaran rupiah. Tetapi, ia bersih keras menolak tawaran uang tersebut.

"Banyak yang menawarkan materi juga ada. Enggak usahlah, tentu materinya pasti besar kan masalah yang begini," paparnya.

Dalam kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus sudah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono (DH), mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono (RP), dan pendiri TPPI Honggo Wendratmo (HW).

Ketiganya diduga telah merugikan negara hingga Rp2 triliun. Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan pemblokiran rekening terhadap tiga orang tersangka, termasuk pergi ke luar negeri. (asp)

Presiden komitmen tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat

Pewarta:

Pemerintah diminta antisipasi kenaikan harga sembako

Pewarta:


Oleh karena itu, pemerintah diminta mengantisipasi lonjakan harga barang keperluan itu.

“Kenaikan harga pangan menjelang bulan Ramadhan jika diperhatikan merupakan fenomena berulang setiap tahun, seharusnya ada antisipasi yang lebih maksimal dari pemerintah baik terkait ketersediaan maupun distribusinya," kata anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Rofi Munawar, di Jakarta, Senin.  

Salah satu sebab kenaikan harga-harga itu karena peningkatan permintaan, kenaikan biaya distribusi, dan psikologi pasar jelang bulan suci Ramadhan. 

Munawar menambahkan, saat ini harga sembilan bahan pokok pada umumnya mulai beranjak naik di kisaran Rp500 hingga Rp1.000. 

Dia mencontohkan di pasar tradisional Kramat Jati Jakarta dan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, harga beras medium naik pada kisaran Rp10.800/kg, minyak goreng Rp11.300/kg, bawang putih Rp23.000/kg, gula pasir Rp12.700/kg, dan daging Rp108.000/kg. 

Menurut dia, seluruh kenaikan ini tentu akan sangat memberatkan masyarakat, terlebih bagi kalangan menengah ke bawah. 

“Perpres (Peraturan Presiden) harus segera dikeluarkan. Lebih penting lagi, harus ada kepastian Perpres itu dilaksanakan, jangan sampai ada jarak antara regulasi dengan realitas di lapangan,” katanya. 

Legislator asal Jawa Timur ini juga mendesak Tim Pangan yang baru saja dibentuk pemerintah untuk melakukan langkah-langkah terencana, sistematis dan efisien dalam mengendalikan harga pangan yang kini mulai naik. 

Selain itu, kebijakan Tim Pangan harus mampu menjangkau hingga ke grass root agar mampu menjaga stabilitas harga di pasaran sepanjang bulan Ramadhan.

Diketahui, pemerintah akan mengesahkan Perpres tentang pengendalian harga menjelang Ramadhan sebagai amanah UU Nomor 7/2014. Isi Perpres itu mengatur pengendalian harga komoditas pangan utama dengan wewenang pengendalian harga diberikan kepada menteri perdagangan.

Pemerintah ambil alih Blok Mahakam dan Freeport

Pewarta:

Pertamina dan Nelayan Akan Bersihkan Sampai Tuntas Tumpahan Minyak di Teluk Penyu

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Ribuan liter tumpahan minyak mentah (crude oil) menggenangi perairan Teluk Penyu di Cilacap, Jawa Tengah. Tumpahan minyak itu diduga berasal dari kebocoran saat aktivitas bongkar minyak mentah di Single Point Mooring Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap beberapa hari lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro kepada detikcom, Senin (25/5/2015) mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pembersihan tumpahan minyak yang berlangsung hingga saat ini.

‎"Progress pembersihan terus berlangsung hingga saat ini, hanya menyisakan bayangan atau berupa film dari minyak saja," jelasnya.

Menurutnya, Pertamina bekerjasama dengan nelayan lokal pada Selasa (26/5) akan melakukan proses pembersihan tumpahan minyak mentah tersebut.

"Besok kami bekerjasama dengan hampir 300 nelayan di lokasi untuk menyelesaikan proses pembersihan," kata Wianda.

Susiani, Perempuan Pertama di Indonesia yang Jadi Calon Hakim Agung Militer

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Letkol Chk Dr Susiani duduk sebagai calon hakim agung untuk peradilan militer. Dalam catatan detikcom, jika lolos, maka Susiani menjadi perempuan pertama di Indonesia yang menjadi hakim agung militer.

"Ibu kan Letkol, bagaimana kalau mengadili yang pangkatnya lebih tinggi?" tanya komisioner KY Taufiqqurohman Sahuri dalam seleksi wawancara terbuka di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (25/5/2015).

"Sekarang Letkol, tahun depan pensiun. Prinsipnya, kalau yang diadili pangkatnya lebih tinggi, maka tidak boleh terpengaruh. Apalagi saya berangkat dari nonkarier, jadi tidak masalah," jawab Susiani.

"Jadi tidak masalah kalau nanti yang diadili jenderal?" tanya Taufiq menegaskan.

"Siap, tidak masalah," jawab prajurit yang berusia 57 tahun itu.

Soal ketegasan, Susiani dikenal tidak kenal kompromi. Salah satunya adalah anak sopirnya yang mau masuk Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) tetapi tidak lolos. Dengan posisi Susiani di STHM, anak sopirnya bisa saja diloloskan. Tetapi Susiani tetap tidak meluluskannya.

"Ya karena memang tidak memenuhi kualifikasi," kata Susiani. Meski demikian, di lingkungannya, ia dikenal ramah.

Wakil Ketua KY Abbas Said menanyakan mengapa hukuman yang dijatuhkan kepada anggota militer umumnya lebih ringan dibandingkan dengan yang dijatuhkan ke sipil. Susiani menjawab hal itu karena hukuman kepada militer disertai dengan pemecatan dari militer.

"Bagi militer, ada yang lebih baik dihukum 10 tahun penjara, asalkan tidak dipecat. Meski hukumannya lebih rendah dibandingkan dengan sipil, pemecatan ini sudah sangat berat," jawab Susiani yang diamini oleh Abbas.

Hebat! Hidup Sederhana Dosen Unair Pemilik Rp 6 M yang Pakai Sepatu Jebol

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Calon hakim agung Lanny Ramly menarik perhatian Komisi Yudisial (KY) karena gaya hidup sederhananya. Meski bergelar doktor dengan kekayaan Rp 6 miliar, namum dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) itu tidak terjebak pola hidup hedonis.

"Saya sangat apresiasi yang dilakukan Dr Lanny Ramli. Dia menurut saya merupakan manusia langka. Dalam realitas masyarakat Indonesia sekarang, saya menduga dari 100 orang Indonesia yang bergelar doktor, mungkin hanya Dr Lanny Ramli yang mau hidup sangat hidup," kata sosiolog Musni Umar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/5/2015).

Dalam daftar kekayaannya, Lanny memiliki sebuah rumah yang ia beli mencicil dan sudah lunas. Ia juga memiliki 2 unit apartemen yang disewakan. Dia juga memiliki sebuah kos-kosan 8 pintu dengan tarif Rp 200 ribu per kamar. Adapun rumah di Situbondo merupakan warisan dari mertua. Ia juga mempunyai sebidang tanah yang dibelikan suaminya atas nama anaknya. Tabungannya sendiri terdapat saldo Rp 617 juta.

"Oleh karena lingkungan sosial Indonesia sangat jarang ditemukan manusia seperti Dr Lanny. Pertama, perempuan pada umumnya sangat mengutamakan penampilan dan fashion, sehingga sangat jarang ada perempuan yang berpendidikan tinggi memiliki penghasilan dan tabungan yang memadai mau hidup sangat sederhana," ucap Wakil Rektor Universitas Ibnu Khaldun ini.

Alasan kedua mengapa Dr Lanny disebut manusia langka sebab lingkungan pergaulan dan berbagai macam media sangat mendorong setiap orang untuk hidup tidak sangat sederhana seperti yang ditunjukkan Dr Lanny.

"Alasan ketiga, pejabat dan masyarakat Indonesia tengah berubah menjadi masyarakat yang sangat hedonis. Hebatnya Dr Lanny tidak terpengaruh," ujar Musni.

Untuk menghilangkan stres, Dr Lanny gemar karaoke di saat kerabat dan rekan-rekannya mendapat kenaikan pangkat atau ulang tahun. Tapi bagai Lanny, kebahagiaan terbesar adalah bisa bertemu dengan anak-anaknya dan bercengkerama bersama.

"Manusia langka seperti Dr Lanny bisa menjadi contoh teladan di dalam masyarakat Indonesia. Sebaiknya Dr Lanny diberi kesempatan untuk mengabdi sesuai bidang yang dipilih karena yang bersangkutan bisa mengilhami masyarakat untuk hidup sederhana dan mau menabung untuk masa depan," cetus Musni.

Salah satu alasan Lanny hidup sederhana karena single parent dan harus membiayai dua anaknya. Ia harus hidup hemat demi masa depan anak-anaknya.

"Saya rajin menabung karena single parent. Baju kadang-kadang saya pakai sampai 15 tahun, sepatu sampai sobek. Baju dua minggu digilir-gilir, itu bisa. Tapi alhamdulillah, saya punya lebih dari 14 baju," kata Lanny yang juga mengajar di berbagai perguruan tinggi swasta di Surabaya ini.

Senin, 25 Mei 2015

Nelayan Cilacap: Tumpahan Minyak di Tengah Laut Lebih Tebal, Ikan Mati

Arbi Anugrah - detikNews
Cilacap - Akibat tumpahan minyak mentah di pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, nelayan di pantai tersebut tidak melaut. Mereka memilih mencari mimyak mentah yang terapung di perairan Cilacap.

"Percuma cari ikan susah, ikannya pada mati, jadi tidak ada nelayan yang melaut, mending cari minyak," kata Agung, salah satu nelayan pantai teluk penyu, Cilacap, Senin (25/5/2015).

Menurut dia, tumpahan minyak mentah di tengah laut terlihat sangat tebal. Bahkan masih terlihat kebocoran minyak di Single Point Mooring Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang merupakan tempat bongkat muat minyak mentah di tengah laut.

"Tadi di tengah itu saya lihat ada yang bocor dari pipa bawah laut yang buat naikin ke kapal. Di sana minyaknya itu mumbul-mumbul dari bawah laut," jelasnya.

Dia mengatakan, jika minyak yang menuju ke pantai Teluk Penyu sudah sejak Minggu (24/5) kemarin, tapi baru terlihat tebal sejak tadi malam.

Saat ini warga ,masih terus mengambil minyak yang tumpah itu. Mereka membawa ember dan wadah penampungan benca cair lainnya. Rencananya minyak itu akan dijual kepada penampung

Kakorlantas Minta Dirlantas Polda Jabar Siapkan Skenario Lalu Lintas Tol Cikapali

Elza Astari Retaduari - detikNews
 Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya menargetkan pengerjaan fisik Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) selesai akhir bulan ini. Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Condro Kirono pun memerintahkan agar jajaran Dirlantas Polda Jawa Barat mengatur skenario lalu lintasnya.

Dalam peninjauannya, Condro mendapat pemaparan mengenai proyek Tol Cikapali di Pospol Cikopo Baru, Senin (25/5/2015). Selain mendapat penjelasan dari pihak PT LMS, Condro juga mendapat perkembangan proyek Tol Cikapali dari Wadirlantas Polda Jabar AKBP Prahoro mewakili Kapolda Jabar.

"Tol Cikapali sepanjang 116 kilometer dan terbagi jadi 5 wilayah. Nantinya akan ada 8 rest area, 4 tipe a dan 4 tipe b. Sebelum dibuka H-7 akan disiapkan," ungkap Prahoro saat memberikan penjelasan.

Dari Dirlantas Polda Jabar sendiri, kata Prahoro, nantinya akan disiapkan pos bagi 1 unit dengan jumlah personel kurang lebih sebanyak 44 orang. Selain itu juga Dirlantas Polda Jabar akan menyiapkan rambu-rambu dan mobil-mobil PJR yang berpatroli.

"Kami juga berterimakasih karena dari PT LMS disiapkan 6 mobil," kata Prahoro.

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas pun meminta kerjasama semua pihak yang terkait dalam pengerjaan Tol Cikapali. Baik dari PT LMS sendiri, Perhubungan, maupun dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kami minta kerjasama untuk membuat skenario. PJR bantu lampu-lampunya, rotator, juga siapkan sign running text untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan," tutur Condro di lokasi yang sama.

Meski sempat ada wacana ketika mudik Lebaran nanti jalur yang Tol Cikapali yang dibuka hanya yang menuju ke arah Jateng, Condro menyatakan tidak menyetujuinya. Pasalnya ia mempertimbangkan safety di area tol dan beberapa aspek lain. Sehingga 4 lajur yang ada tetap ia harapkan 2 lajur menuju Jateng, dan 2 lajur menuju Jakarta.

"Saya tidak merekomendasi kalau dibuka jadi satu arah, ada beberapa pertimbangan. Kasihan Jateng juga kalau dibuka ke sana semua. Kita harap dengan tol yang baru ini akan mempercepat," pintanya.

Condro bersama rombongan lalu menyempatkan diri meninjau Gerbang Pintu masuk Tol Cikapali yang tak jauh dari Pospol Cikopo baru. Gate sendiri meski secara fisik bangunan sudah hampir selesai, infrastrukturnya belum benar-benar lengkap.

"Tolong diatur nanti ya gimana rekayasa lalu lintasnya," tutur Condro kepada Wadirlantas Polda Jabar saat meninjau Pintu Masuk Tol Cikapali.

Menteri Nasir: Ijazah PNS se-Indonesia Akan Dicek

Herianto Batubara - detikNews
Jakarta - Menristek Dikti M Nasir terus mendalami praktik jual beli ijazah yang dilakukan sejumlah kampus swasta. Untuk memastikan bahwa PNS Indonesia terjaga, Menteri Nasir akan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan kepala daerah mengecek ijazah anak buahnya.

"Kami akan buat edaran, agar pemerintah provinsi, daerah, mengecek ijazah PNS-nya, yang ingin masuk jadi PNS ataupun yang akan kenaikan pangkat, saya suruh mengecek. Segera saya siapkan suratnya. Ada beberapa tahapan," kata Menteri Nasir saat berbincang, Minggu (24/5) malam.

Namun, sebelum pengecekan kepada seluruh PNS dilakukan, Nasir berharap oknum pengguna jasa mafia ijazah mengaku lebih dulu. Dia menyerukan agar para penyandang ijazah bodong, baik PNS ataupun masyarakat umum, melapor ke Kemristek Dikti.

"Silakan mereka mengaku ke tempat kami. Kalau mengaku, kami tidak akan melakukan penuntutan. Kalau tidak mengaku, kita serahkan ke pihak berwajib," ujar eks Rektor Undip ini.

Soal status PNS atau karyawan yang nantinya terbukti membeli ijazah, Nasir menyerahkan ke institusi pemerintah ataupun kantor terkait, apakah oknum tersebut akan dipecat atau tidak.

"Itu nanti hak institusinya," ujar Nasir.

Hakim Tolak Keberatan Mantan Sekjen ESDM

Oleh : Dedy Priatmojo, Taufik Rahadian

VIVA.co.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi menolak nota keberatan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno. Hakim menilai, keberatan Waryono atas surat dakwan yang disusun jaksa tidak beralasan.
"Menolak keberatan dari penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya. Memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Waryono Karno," kata Hakim Ketua, Artha Theresia, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 25 Mei 2015.
Sebelumnya, pihak kuasa hukum mengajukan keberatan terkait surat dakwaan yang dinilai tidak menguraikan lengkap dan jelas mengenai tindak pidana yang dilakukan Waryono. Termasuk tidak menyebutkan pihak pemberi gratifikasi pada salah satu dakwaan.
Namun, hakim menyatakan, surat dakwaan yang disusun Jaksa KPK sudah secara jelas menjelaskan penerimaan uang yang dilakukan Waryono. Termasuk uang US$50 ribu yang dipermasalahkan kuasa hukum Waryono karena tidak dijelaskan pihak pemberi uang tersebut. Majelis juga menyebut, surat dakwaan sudah menerangkan perbuatan pidana penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan tugas dan jabatan sebagai Sekjen ESDM saat itu.
"Mengenai tidak disebutkannya pemberian gratifikasi dan untuk kepentingan apa gratifikasi tersebut diberikan, tidaklah menyebabkan dakwaan penuntut umum tidak menjadi lengkap, cermat dan jelas karena dalam Pasal 12 B ayat 1 huruf a diatur bahwa gratifikasi yang nilainya Rp 10 juta lebih, pembuktian bahwa gratifikasi bukan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi," ujar hakim menambahkan.
Sebelumnya, Waryono Karno didakwa dengan tiga dakwaan. Pertama, jaksa mendakwanya telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi. Atas perbuatannya itu, dia didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp11.124.736.447.
Terkait perbuatannya, Waryono diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Sementara, pada dakwaan kedua, Waryono didakwa telah memberikan suap sebesar US$140.000 kepada Sutan Bhatoegana selaku ketua Komisi VII DPR. Perbuatan Waryono tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a subsidair Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Pada dakwaan ketiga, Waryono didakwa telah menerima gratifikasi berupa uang sebesar US$284.862 dan US$50.000. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pertamina atasi fasilitas SPM Cilacap

Pewarta:

Nepal berikan penghargaan kepada dokter Indonesia

Bandarlampung (ANTARA News) - Pemerintah Nepal memberikan penghargaan kepada dua dokter dan satu perawat Indonesia yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat korban gempa di Desa Satunggal Distrik Chandragiri, Kathmandu, Nepal.

"Pada Minggu siang, kami melaporkan diri kepada Foreign Medical Team untuk yang terakhir kali sebelum pulang ke Indonesia," kata Andreas Andoko, dokter asal Indonesia yang tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia, saat dihubungi dalam perjalanan pulang dari Nepal ke Jakarta, Senin.

Ia menyebutkan pihaknya sudah menyerahkan daftar jumlah pasien berikut daftar lima kasus tertinggi yang ditangani di posko kesehatan Indonesia.

"Kami juga harus menyerahkan daftar barang dan obat; yang kami serahkan kepada health center di Satungal dan pihak Tentara Negara Nepal," kata dokternya.

Mantan Direktur RS Imanuel Bandarlampung itu menyebutkan ada sebanyak 573 kasus yang ditangani posko kesehatan Indonesia di Desa Satungal Nepal.

Dia meyebutkan pihak Kementerian Kesehatan dan Populasi Nepal menyatakan rasa senangnya atas bantuan kemanusiaan yang diberikan pemerintah Indonesia.

Sehubungan telah berakhirnya masa tugas tim kesehatan Indonesia yang di bawah koordinasi Humanitarian Forum Indonesia itu, pemerintah Nepal melalui Pejabat Kementerian Kesehatan dan Populasi yang dalam hal ini diwakili oleh Dr Guna Raj Lohani dari Health Emergency Operation Center of MOHP, memberikan sertifikat penghargaan kepada ketiga tenaga medis Indonesia itu.

Ketiga tenaga medis Indonesia dinilai telah bekerja baik, serta telah memenuhi syarat dan kualifikasi pelaporan yang benar.

Indonesia sejauh ini sudah dua kali mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu masyarakat Nepal setelah negara itu dihantam gempa 7,9 SR pada 25 April 2015.

Tim pertama berangkat pada 28 April 2015 di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Mereka terdiri dari personel TNI, Kemenkes dan BNPB. Fokus bantuan mereka pada pelayanan rumah sakit lapangan dan pengiriman logistik.

Pemerintah Nepal menetapkan Desa Satunggal Distrik Chandragiri, Kathmandu sebagai daerah operasi operasi Tim Pertama Kemanusiaan Indonesia itu, dan tugas mereka berakhir pada 15 Mei 2015.

Sedangkan Tim Kedua berangkat di bawah koordinasi Humanitarian Forum Indonesia. Anggota Forum yang memberangkatkan Tim Kedua ini adalah relawan Rebana (dr Andreas Andoko), Muhamadiyah Disaster Management Center (dr Corona Rintawan), dan Yakkum Emergency Unit (Zr Heri Purwadi). Tim kedua ini berangkat pada Sabtu (16/5) dari Jakarta.

Rupiah melemah menjadi Rp13.163 per dolar AS

Panglima TNI berikut bisa dari TNI AL atau TNI AU

Pewarta:

Jakarta (ANTARA News) -  Pucuk pimpinan di TNI akan berakhir Juli 2015. Panglima TNI saat ini, Jenderal Moeldoko akan pensiun dari dinas militer pada Juli 2015.

Menurut pengamat militer dari Universitas Padjajaran, Muradi, untuk pengganti Moeldoko, bisa dari TNI AL atau TNI AU. Saat ini, Laksamana TNI Ade Supandi menjadi kepala staf TNI AL dan Marsekal TNI Agus Suprihatna menjabat kepala staf TNI AU. 

"Tapi pergantian panglima TNI itu tergantung presiden. Kalau kalau saya, situasinya harus digilir. Pak Moeldoko khan dari TNI AD," kata Muradi, di Jakarta, saat dihubungi, Minggu.

Hingga saat ini ada "konsensus" bahwa panglima TNI adalah seorang perwira tinggi bintang empat aktif dan kepala staf matra TNI yang masih menjabat. Tidak pernah terjadi seorang perwira tinggi selain bintang empat yang dilantik menjadi panglima TNI, sebagaimana halnya seorang kepala staf matra TNI.

Indonesia tidak pula menganut kepemimpinan puncak militer aktifnya dengan pola kepala staf gabungan sebagaimana terjadi sejak lama di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Pola kepempimpinan ini pernah diadopsi Indonesia pada 1955-1959 (Jenderal TNI Abdul Haris Nasution dan Laksamana Udara Suryadi Suryadarma).

Militer Amerika Serikat tidak dipimpin seorang panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat melainkan seorang ketua gabungan kepala-kepala staf (chairman of joint chief of staffs). 

Hingga 1999, ABRI/TNI tidak pernah dipimpin seorang perwira tinggi bintang empat di luar TNI AD. Adalah Laksamana TNI Widodo AS (26 Oktober 1999-7 Juni 2002) yang menjadi laksamana pertama dari TNI AL di posisi itu setelah sebelumnya menjadi kepala staf TNI AL dan kemudian wakil panglima TNI. 

Setelah dia adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto (TNI AD/7 Juni 2002-13 Februari 2006), Marsekal TNI Djoko Suyanto (TNI AU/13 Februari 2006-28 Desember 2007), Jenderal TNI Djoko Santoso (TNI AD/28 Desember 2007-28 Desember 2010), Laksamana TNI Agus Suhartono (TNI AL/28 Desember 2010-30 Agustus 2013), dan kini Jenderal TNI Moeldoko (TNI AD/30 Agustus 2013-saat ini). 

Berlainan dengan Kepolisian Indonesia, sejak Orde Baru berkuasa hingga kini, kepemimpinan TNI berjalan mulus dan tidak pernah dilatari konflik apapun, termasuk konflik politik.  

"Karena itu (giliran) soal keadilan dan kepentingan bersama," imbuh Muradi.

Dia mengakui, memang dalam UU TNI Nomor 34/2004 tentang TNI tidak diatur tentang pergantian Panglima TNI secara pasti. Namun, selama ini pergantian panglima TNI sudah dilakukan secara bergiliran.

Ketika ditanya, apakah ada kemungkinan Presiden Jokowi memilih panglima TNI dari TNI AL, Muradi tidak membantah.

"Bisa saja dengan alasan untuk memperkuat soal kemaritiman. Tapi siapapun panglima TNI, dia akan memimpin semuanya dan ini khan lebih pada operasional," sebut dia.

Sementara itu, pengamat militer dari Pro Patria, Hari Priyantono, kemungkina Presiden Jokowi memilih panglima TNI dari AL sangat dimungkinkan.

"Tapi kembali ke presiden soal pergantian panglima TNI. Kalau presiden ingin concern dan perkuat masalah kemaritiman, bisa saja Presiden nanti akan memilih panglima TNI dari TNI AL," kata dia.

Begini Proses Kerja 9 Srikandi Pansel KPK

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sembilan srikandi panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bertemu Presiden Joko Widodo sore nanti.‎ Begini cara kerja pansel ini hingga akhirnya terpilih Pimpinan KPK.

Pansel ini akan mendapat dukungan penuh dari Sekretariat Negara. Anggota tim komunikasi presiden, Teten Masduki menyebut hingga anggaran pun akan disokong oleh Setneg.

Yang pertama, pansel harus satu suara dulu untuk menentukan visi mereka melihat kebutuhan KPK lima tahun ke depan. Setelah sama, barulah dibuka pendaftaran.

‎"Pansel bekerja independen, dimulai menentukan visi mereka sesuai dengan kebutuhan KPK 5 tahun ke depan," kata Teten kepada wartawan, Senin (25/5/2015).

Setelah dibuka pendaftaran, barulah akan diseleksi secara administrasi yang dilanjutkan dengan kompetensi. Setelah semua selesai, barulah nama-nama itu diajukan ke Jokowi.

"‎Presiden ke DPR, lalu Presiden menetapkan yang dipilih DPR," tandasnya.

Sembilan srikandi pansel KPK sejatinya akan bertemu Jokowi siang ini. Namun padatnya jadwal Presiden, pertemuan terpaksa ditunda jadi sore nanti.

Jumat, 22 Mei 2015

Menteri Yohana: 5 Anak Utomo dan Iin Harus Tetap Sekolah

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise berharap 5 anak yang ditelantarkan orangtuanya di Cibubur, tetap bersekolah. Faktor kesehatan dan psikis juga harus tetap dijaga.

"Kita pertama harus memberi rasa aman pada anak itu dan harus sekolah, dan juga kesehatan mereka harus dijaga," kata Menteri Yohana di kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2015).

Soal pencabutan hak asuh, Menteri Yohana menegaskan butuh kajian dan proses panjang. Harus dipastikan kedua orangtua yang menelantarkan 5 anaknya yakni Utomo dan Iin memang tidak layak lagi mengasuh anak sebagaimana ketentuan perlindungan anak.

"Kita perlu kajian dulu, kita harus lihat kedua orangtuanya apakah sehat. Kita lihat latar belakangnya, sosial ekonominya, pendidikannya, apakah ada latar belakang kasus-kasus lainnya yang tidak memungkinkan untuk urus anak ini. Apakah mental mereka cukup baik, normal atau tidak," sambung Yohana.

Bila pun hak asuh orangtua dicabut, keluarga dekat kelima anak tidak serta merta bisa mendapatkan hak asuh. "Namun kita kaji lagi keluarga dekat, apakah sesuai dengan UU Perlindungan Anak, kalau tidak bisa, lari ke negara, Kementerian Sosial," sambungnya.

Yohana mempercayakan penanganan perkara ortu penelantar anak ke Polda Metro Jaya. Saat ini Utomo dan Iin sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam penggeledahan pekan lalu, polisi menemukan paket sabu yang tersimpan dalam amplop, bong dan alumunium foil di rumah Utomo-Iin.

"Masalah kedua orangtua itu sedang dalam proses, yang jelas sekarang kan sudah ditahan. Jadi itu urusan polisi, jadi ini kayanya ada double (kesalahan) sudah melanggar perlindungan anak, dan juga mungkin narkoba. Jadi biarlah kita beri kesempatan dulu, jadi masalah anak ini adalah masalah keluarga mereka," sambung Yohana.

Presiden setuju temui perwakilan BEM seluruh Indonesia

Pewarta:

Kurs rupiah Jumat pagi melemah menjadi Rp13.141

Pewarta:

Wow! Dulu Belajar dari Hacker Pemula, kini Juara Cyber Defence Nasional

Jpnn
JAKARTA - Fandy, panggilan akrab Fandy Winata, menggilai dunia cyber (maya) dan berhasil menjadi juara termuda Cyber Defence Competition, sebuah kompetisi bergengsi antar programmer Indonesia, pada usia 15 tahun. Padahal, dulunya hanya suka game, kemudian jatuh ke hati.
 
Mulanya, Fandy tidak pernah membayangkan menjadi seorang peretas (hacker). Ketertarikannya pada cyber terfokus pada game online yang dikenalkan abangnya saat masih duduk di kelas III SD. ’’Dari main game sama abang, pertama main game yang saat itu populer, Point Blank. Seru,’’ ujar Fandy bersemangat.
Mata yang terus berbinar terpancar dari Fandy saat membicarakan dunia cyber. Pelajar kelas IX di SMP Sutomo II Medan itu baru saja menjadi juara pertama Cyber Defence Competition (CDC), sebuah lomba yang diadakan Kementerian Pertahanan untuk menjaring bibit hacker unggul.
Bersama timnya O’r Republic yang terdiri atas Rahmad, Fandy, Highlander, Katon, dan Rizky, dia berhasil mengalahkan puluhan tim pelajar lain dari seluruh Indonesia. ’’Kalau bisa nge-hack, ada kepuasan tersendiri,’’ ujar pelajar 15 tahun itu.
Sebelum berhasil menjadi juara tingkat nasional dan peserta termuda, Fandy telah jatuh bangun dalam lomba cyber defence. Keputusannya yang semula hanya ingin bermain game hingga akhirnya mengikuti lomba ada pada saat dirinya tidak dapat merampungkan game online yang dia mainkan.
’’Saat main game, merasa ada yang kurang. Akhirnya, saya belajar terus dan akhirnya ketemu dengan tim hacker newbie, komunitas maya dari searching Google,’’ ujarnya.
Komunitas hacker pemulalah yang mengajari Fandy meretas dan memenangkan sebuah game online. Berhasil merampungkan game, dia tertantang untuk belajar meretas sistem lain yang lebih berat dan membuat komunitas baru yang lebih fokus pada hacker.
’Teman di komunitas Newbie mengajak membuat komunitas baru, Indonesia Security Down (ISD). Sempat booming juga, masuk berita di Rusia pas ada cyber war antara Indonesia dan Israel,’’ kata Fandy.
Mengenal banyak hacker ternama bersama ISD, mata Fandy terbuka dan dirinya yakin untuk menjadi hacker andal. ’’Dari sana, kenal hacker asal Irlandia, Syria, Eropa. Dari sana, diajak chatting-chatting tukar ilmu tentang perang cyber,’’ paparnya.
Sebelum menjadi juara cyber defence nasional, Fandy diajak berpartisipasi pada lomba CDC 2013. Namun, karena belum yakin dengan kemampuan dan merasa masih pemula, dia tidak ikut sebagai peserta, tetapi hanya menemani dan belajar dari kompetisi tersebut. ’’2013 belum ikut, baru lihat-lihat dan belajar,’’ ucapnya.
Setahun kemudian, tepatnya pada Cyber Defence Competition 2014 di Surabaya, Fandy menjadi peserta temuda dan bergabung dalam tim Medan Junior. Tim anyar tersebut memang gagal pada kompetisi nasional.
Meski begitu, Fandy dan timnya, O’r Republic, berhasil menjadi juara kedua se-Sumatera. ’’Memang kita belum masuk (final), tapi banyak pelajaran yang kita ambil,’’ tutur pria yang lahir dan besar di Medan itu.
Sebagai juara pada CDC 2015, Fandy tidak menyangka dapat memenangkan ajang tersebut. Bahkan, dia mengaku mentalnya down saat sistem timnya diserang tim juri. ’’Kecewa kenapa bisa tembus, padahal sudah berusaha semaksimal-maksimalnya. Makanya, saya pikir ini gak mungkin jadi juara 1. Gak menyangka, pas tanding hari pertama, cuma bisa jawab satu soal,’’ tuturnya.
Keseriusan Fandy untuk terjun di dunia IT didukung sepenuhnya oleh orang tuanya. Fandy telah memantapkan diri untuk kuliah di jurusan IT di Universitas Bina Nusantara Jakarta. Rencana itu telah direstui orang tuanya. ’’Saya mau kuliah di Binus Jakarta,’’ ujar pemuda kelahiran 7 Mei 2000 tersebut. (c23/ano)

Sosok Eks Hakim Agung Benjamin Mangkoedilaga di Mata Sang Anak

Rivki - detikNews
Jakarta - Tokoh hukum Indonesia yang juga mantan hakim agung, Benjamin Mangkoedilaga telah berpulang ke Sang Pencipta. Sosok senior di lembaga peradilan Indonesia itu ternyata memiliki sisi lain sebagai sang ayah.

"Papa itu bekerja keras, senang bekerja. Papa bilang, semuanya itu untuk keluarga, seorang yang dekat sekali dengan keluarga. Kadang juga liburan bareng sama papa. Sosok yang sayang cucunya," kata anak sulung Benjamin, Mada Dewi Yustika.

Mada menyampaikan hal ini di rumah duka, Jl Pintu Barat, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015) malam. Ia menjelaskan, ayahandanya telah menderita sakit sejak lama, bahkan Benjamin pernah memimpin sidang arbitrase menggunakan kursi roda dan tabung oksigen.

"Sakitnya sudah lama, Bapak sudah mau pensiun tapi masih mau sidang di arbitrase. Sidang pakai kursi roda, pakai oksigen, masih terus bekerja. Disuruh berhenti nggak senang, senangnya baca kasus tapi disuruh pensiun nggak mau," ujar Mada.

Lalu, apakah yang menjadi pesan terakhir Benjamin kepada keluarganya? Mada menjawab, ayahnya hanya menceritakan kenangan-kenangan masa lalu.

"Ngomongnya sudah macam-macam, tentang masa lalunya," ucap Mada.

Kamis, 21 Mei 2015

Jokowi Perintahkan Luhut Terima Mahasiswa di Istana

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka akhirnya diterima masuk ke dalam Istana untuk berdialog.

‎Pantauan detikcom, Kamis (21/5/2015), 50-an perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka didampingi Deputi IV Kantor Staf Presiden Eko Sulistyo untuk menemui Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan di Gedung Bina Graha.‎ Mensesneg Pratikno dan Seskab Andi Widjajanto juga ikut dalam pertemuan tersebut.

‎"Akan ditemui oleh Pak Luhut, Mensesneg Pratikno dan Pak Seskab (Andi Widjajanto). Saya diminta Pak Luhut untuk berkomunikasi dengan mahasiswa untuk masuk,"kata Eko Sulistyo.

Eko mengatakan para mahasiswa‎ ini diizinkan masuk atas instruksi Presiden Jokowi. Karena mereka mendesak bertemu, sementara Jokowi sedang berada di Malang, Jatim.

‎"Saya diminta Pak Luhut untuk berkomunikasi dengan mahasiswa untuk masuk. Pak Luhut sendiri mendapatkan perintah dari Presiden untuk menerima Mahasiswa di Istana," ucapnya.

Hingga pukul 15. 20 WIB, pertemuan masih berlangsung tertutup. Pertemuan digelar di ruang rapat besar Kantor Staf Kepresidenan.

Beginilah Suasana Haru saat Jenazah Erri Yunanto akan Dimakamkan

Jpnn
SLEMAN – Jenazah Erri Yunanto, 21, sudah dimakamkan Selasa malam (19/5). Ratusan pelayat membanjiri kediaman Erri di Dusun Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman.
Isak tangis dari keluarga, kerabat dan teman-teman pecah saat jenazah mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) itu tiba di rumah duka tadi malam (19/5) pukul 19.56 WIB. Jenazah dibawa dengan mobil ambulans Pemkab Sleman berpelat nopol AB 1656 CE.
Setiba di rumah duka, jenazah yang ditutup peti berwarna putih itu langsung disalati sebanyak lima gelombang. Itu sebagai penghormatan terakhir kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri.
Salat jenazah gelombang pertama dipimpin Asyhadi, gelombang kedua diimami Bupati Sleman Sri Purnomo. Salat gelombang berikutnya dipimpin Sukendar Endro Suharto, Sigit dan ketua relawan Riyanto.
Ayahanda Erri, Bernard Nuryanto, 58, sebelum upacara pemakaman mengungkapkan, anak bungsunya itu meninggalkan kenangan yang sangat manis bagi keluarga. Sepekan sebelum dia berangkat ke Merapi, menjalin hubungan yang harmonis lebih dari sebelumnya.
“Seminggu ini dia tidur tiga hari dengan ibunya, sehari dengan saya,” katanya dengan suara terbata-bata. Erri, kata ayahnya, memang sangat manja dan lebih dekat dengan ibunya.
Setelah disalati, dilakukan serah terima dari relawan kepada kepala Desa Trihanggo. Keluarga mengaku sangat berterimakasih dengan kekompakan warga Dusun Biru yang telah mem-back up pemakaman. “Saya berterima kasih dengan gotong royong masyarakat Dusun Biru dan relawan gabungan,” katanya.
Sementara itu Rektor UAJY G. Sri Nurhartanto mengungkapkan, Erri adalah mahasiswa semester enam yang baik, supel, mudah bergaul dan mengulurkan tangan untuk temannya yang kesulitan
“Kami kaget dia harus mengalami musibah yang berada di luar kemampuan manusia. Kami menyampaikan duka cita dan sedalam-dalamnya atas berpulangnya putra bungsu keluarga Bapak Nuryanto ini,” tuturnya.
Pihak kampus terus memantau  evakuasi dengan mengutus Mapala Palawa, termasuk wakil rektor 1, 2, dan 3. Sampai dengan menjemput dari RSUD Boyolali sampai ke Jogja. “Dia anak yang baik dan tidak akan terlupakan dosen dan pengajar di jurusannya,” ujarnya.
Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada SAR Gabungan Jateng-DIJ, di mana para relawan telah mempertaruhan nyawanya setelah mendengar kabar dan kondisi Erri yang terjatuh ke kawah Merapi.
“Erri menjadi kenangan bagi semua pecinta alam untuk berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu pihak berwenang,” kata Nurhartanto dalam sambutan pelepasan.
Sementara kakak Erri, Eki menyampaikan sambutan pelepasan terakhir. Dengan mata berkaca-kaca dan sesekali menghapus air matanya, ia memintakan maaf jika selama ini Erri punya kesalahan dan mohon untuk mendoakan adiknya agar tenang dan mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan.
“Dia suka kumpul-kumpul, tapi tidak berharap kumpulnya seperti ini. Bagi Erri, teman adalah segalanya. Saya minta maaf jika Erri punya salah. Satu pesan dia, tetaplah bersahabat karena sahabat bisa jadi saudara,” ungkapnya.
Diiringan salawat dan tangis kerabat serta kawan-kawannya, jenazah penyuka futsal itu pun diberangkatkan ke pemakaman desa setempat pukul 21.12 WIB. (cr3/yan/laz/ong)