BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Sabtu, 06 Agustus 2016

Menko Polhukam: Kita Bersyukur Polisi Bisa Tangkap Teroris Sebelum Bertindak

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Densus 88 berhasil membekuk kelompok Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang berencana menyerang Singapura. Menko Polhukam Wiranto mengapresiasi tindakan yang diambil kepolisian tersebut.

"Kita wajib bersyukur bahwa aparat kepolisian, anti teror, melakukan penangkapan. Itu langkah preemtif, satu aksi sebelum mereka aksi. Itu suatu keberhasilan, selalu alert, waspada, mengambil langkah preemtif yang prima," ungkap Wiranto di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016).

Teroris yang dibiarkan leluasa terlalu lama akan membahayakan, kata Wiranto. Sehingga mengambil langkah pengamanan seperti ini merupakan sebuah keharusan dalam memberantas teroris.

"Kamu harus tahu bahwa teroris itu nggak kenal batas wilayah, enggak ada terorisme sendiri. Kalau sendirian namanya kriminal. Jaringannya sudah internasional, bukan regional atau nasional lagi," sebut Wiranto.

Wiranto menganggap semua kelompok teroris berbahaya. Sehingga dia tak akan memandang apakah itu kelompok sempalan atau kelompok besar.

Sementara itu kelompok KGR disebut merupakan jaringan dari Bahrun Naim dan Nur Rohman. Kelompok ini terkait dengan aksi yang terjadi di Mapolresta Surakarta pada bulan lalu.

Tidak ada komentar: