BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 22 September 2015

Gayus ke Gunung Sindur, Kalapas Sukamiskin: Saya Jamin Nggak Mampir Lagi

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Terpidana kasus penggelapan pajak, Gayus Tambunan, dipindahkan dari Lapas Sukamiskin Bandung ke Lapas Gunung Sindur Bogor. Pemindahan Gayus ini buntut dari pelanggarannya yang mampir ke restoran setelah mengikuti sidang gugatan cerai di PA Jakarata Utara. Kalapas Sukamiskin Edi Kurniadi menjamin Gayus langsung meluncur ke Bogor.

"Nanti lewat tol (ke Bogor). Saya jamin dia (Gayus) enggak mampir kemana-mana lagi," kata Edi bermimik serius di halaman Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2015).

Gayus menumpangi mobil Innova hitam nopol D 1516 E. Mobil tersebut sudah dipersiapkan di dalam penjara tersebut. Pengawalan ekstra ketat dari sejumlah personel Polrestabes Bandung bersenjata laras panjang dan petugas Lapas Sukamiskin diterapkan sewaktu Gayus keluar sekitar pukul 14.05 WIB. Satu mobil Patwal Polrestabes Bandung dan satu mobil Ranger dari Sat Sabhara Polrestabes Bandung mengapit mobil Innova.

"Gayus diborgol. Di dalam mobil (Innova) itu ada tiga petugas (sipir) dan dua polisi," ucap Edi. 

Minyak berbalik naik dari penurunan tajam

New York (ANTARA News) - Harga minyak berbalik naik pada Senin (Selasa pagi WIB) dalam apa yang analis katakan tampak seperti koreksi teknikal dari kerugian berat pekan lalu, ketika gambaran kelebihan pasokan global masih utuh.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 2,00 dolar AS

atau 4,1 persen menjadi ditutup pada 46,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, hampir menghapus kerugian pada Jumat lalu.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk November berakhir di 48,92 dolar AS per ounce per barel di perdagangan London, naik 1,45 dolar AS dari penutupan Jumat lalu.

"Ini benar-benar sisi teknikal yang mendorong pasar," kata Ted Sloup dari iiTrader, mencatat bahwa volume perdagangan tipis.

Sloup mengatakan penurunan dalam jumlah rig minyak AS pada Jumat memberi pedagang "sebuah alasan" untuk membeli. "Tapi ada sejumlah besar minyak mentah di luar sana," kata dia.

Tim Evans dari Citi Futures setuju: "Beberapa produsen tentu di bawah tekanan, tetapi pasokan global tetap lebih tinggi daripada permintaan karena produksi OPEC yang kuat."

Harga minyak jatuh pada Jumat lalu setelah Federal Reserve AS menyatakan keraguannya tentang kekuatan ekonomi global, sehingga menahan diri dari menaikkan suku bunga.

"Ada begitu banyak ketidakpastian seputar pertemuan (Fed) terbaru yang telah menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar minyak," Myrto Sokou, analis senior di broker Sucden, mengatakan, demikian AFP.

Rupiah selasa pagi menguat menjadi Rp14.476

Pewarta:

Wakil Ketua MPR Mahyudin Jadi Orang Tua Angkat Aldo Anak Driver Go-Jek

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Ghiraldo Banu Sepriski atau Aldo (8 tahun), putra dari driver Go-Jek yang tewas bersama istrinya karena ditabrak Kopaja di Warung Buncit, akhirnya punya orang tua angkat. Wakil Ketua MPR Mahyudin yang bersedia menjadi orang tua angkat bagi Aldo.

Mahyudin menyampaikan keinginan itu kepada keluarga korban setelah membesuk Aldo di Ruang Bedah Anak RS Ciptomangunkusumo, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (21/9) kemarin.

Sekitar pukul 16.45 WIB, Mahyudin yang didampingi istri datang ke Ruang Bedah Anak RS Cipto Mangunkusumo. Ia menyalami paman Aldo, Dondon Suryana, yang menunggui Aldo. Mahyudin duduk di samping Aldo berbaring di tempat tidur.

"Saya mengamati dari berita-berita tentang kecelakaan itu. Memang cukup memprihatinkan. Ananda Aldo kehilangan kedua orang tuanya. Saya juga punya anak yang seumuran Aldo, saya jadi teringat-ingat maka saya usahakan bisa membesuk hari ini," kata Mahyudin usai bertemu Aldo dalam siaran pers dari MPR RI yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2015).

Kepada paman Aldo, Mahyudin menyampaikan maksud untuk menjadi orang tua angkat bagi Aldo. "Karena ananda Aldo sudah jadi yatim piatu, saya dan istri saya ingin jadi orang tua angkat. Jadi keluarga. Kalau nanti ada yang bisa kita bantu, kita akan bantu," ujarnya.

"Nanti kita akan fokus untuk bantu pendidikannya sampai tuntas," imbuh politikus Golkar ini.

Terkait dengan kecelakaan yang telah merenggut orang tua Aldo, Mahyudin minta kepada Pemda DKI Jakarta untuk menertibkan angkutan umum. "Karena selama ini pengemudi sering ugal-ugalan. Pemda DKI harus mengecek apakah kendaraan umum itu laik jalan, laik operasi," katanya.

"Jangan sampai terulang terus kejadian seperti ini. Sopir-sopir angkutan umum, metromini, angkot, memang kadang-kadang sering ugal-ugalan, kebut-kebutan. Saya kira ini jadi pelajaran. Saya menyesalkan kejadian akibat sopir Kopaja ini yang ugal-ugalan," tambahnya.

Sementara itu, paman Aldo, Dondon Suryana mengatakan kondisi Aldo sudah membaik. "Sekitar 70%. Tinggal pemulihan saja. Besok sudah boleh pulang dan perawatan jalan," katanya.

Dalam kecelakaan yang terjadi di Warung Buncit, Jakarta Selatan, itu Aldo menderita luka di bagian kaki, tangan, leher, serta kulit kepala mengelupas. Ayah dan ibunya yang sedang hamil meninggal dalam kecelakaan itu.

Rupiah Terpuruk, BPK Diminta Audit Kinerja BI

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun prihatin melihat kinerja Bank Indonesia yang dinilainya belum optimal menopang kebijakan fiskal untuk menyehatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Itu dibuktikan kondisi rupiah yang masih terpuruk.
"Buktinya kebijakan BI masih sama, dan rupiah masih jatuh. Kami pertanyakan, apa upaya BI untuk menjaga stabilitas mata uang demi menghasilkan nilai rupiah kuat? Untuk negara sebesar Indonesia, nilai rupiah sekarang ini tak wajar," kata Misbakhun saat rapat kerja dengan Gubernur BI Agus Martowardoyo, Menteri Keuangan Bambang Bordjonegoro, Kepala Bappenas Sofjan Djalil, dan BPS, Senin (21/9).
Karena itu, politikus Golkar itu meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit terhadap kebijakan moneter lembaga yang dipimpin Agus Marto itu.
Audit itu penting dilakukan untuk memastikan apakah kebijakan yang dijalankan BI sudah benar atau tidak.
"Maka itu pula Komisi XI akan usulkan BPK audit kinerja terhadap kebijakan moneter BI, apakah sudah jalankan kebijakan dengan benar dan sungguh-sungguh. Audit ini supaya ketahuan apakah mereka sudah bekerja dengan baik atau tidak," tegasnya.
Diketahui Raker tersebut untuk membahas asumsi makro RAPBN 2016 dikaitkan dengan siatuasi ekonomi sekarang ini. DPR ingin melihat proyeksi pemerintah soal pertumbuhan ekonomi di APBN, berapa kurs rupiah terhadap dolar, berapa bunga SBN dan tingkat inflasi. Hal itu penting sebagai panduan menyusun asumsi makro dalam RAPBN 2016.
"Misalnya, jangan sampai inflasi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Supaya jangan tekor. Kita prihatin soal realisasi penerimaan negara baru 51 persen. Sementara waktu tinggal 3,5 bulan di tahun ini. Kalau realisasinya jauh dari harapan tentu tidak bisa dipatok asumsi target penerimaan pajak dan cukai yang tinggi di RAPBN 2016," ujar Misbakhun.
Pihaknya mengingatkan bahwa dengan kondisi ekonomi sekarang dunia usaha perlu diberi insentif. Misalnya di industri rokok dan tembakau, kalau target cukai dipaksakan di 2016, maka jelas akan menjadi beban berat industri itu. Apalagi tahun ini saja sudah terjadi penurunan penjualan industri rokok.
"Kalau target cukai dipaksakan naik itu akan jadi masalah. Intinya, kita ingin pemerintah lebih realistis mencapai target pertumbuhan dan penerimaan," tambahnya.(fat/jpnn)

BNN Tangkap Kepala UPTD di Musi Banyuasin

 Oleh : Nur AzizahAji YK Putra (Palembang)
VIVA.co.id - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perhubungan Laut Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Pria bernama Jois itu ditangkap lantaran kedapatan membawa tiga paket sabu dan satu paket ganja kering.

Penangkapan bermula ketika Jois tengah mengendarai mobil dinas jenis Mitsubishi Kuda berwarna hitam dengan nomor polisi BG 1009 JZ di Jalan Kolonel H Burlian KM 6, Sukarami Palembang. Tepat berada di depan Rumah Sakit Mata provinsi Sumsel, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin 21 September kemarin, anggota BNN yang telah mengintai langsung menghentikan laju mobil Jois.


Tiga paket sabu dan satu paket ganja kering ditemukan di dua tempat berbeda. Sabu ditemukan di bagian penghalang hujan yang ditempel dengan lakban. Sedangkan ganja kering ditemukan di dalam tas laptop berwarna hitam di dalam mobil tersebut. 

Sejumlah awak media yang kebetulan berada di lokasi langsung mencecar Jois saat hendak dibawa ke BNN Sumatera Selatan. Namun, berungkali juga kepala dinas itu mengelak jika barang tersebut miliknya.

"Saya tidak tahu Pak. Tidak tahu," kata Jois yang mengenakan pakaian dinas sembari dibawa masuk ke dalam mobil petugas.

Mendengar ucapan tersebut, Seksi Penyidikan Penindakan dan Pengejaran BNN Provinsi Sumatera Selatan, Kompol Paulina, yang berada di lokasi sempat berang. Nada bicaranya bahkan sempat meninggi.

"Pangkat kamu sudah tinggi, pak. Kamu ini seorang PNS, jadi harus kooperatif, berani berbuat berarti harus berani bertanggung jawab," kata Paulina.

Senin, 21 September 2015

Kemenristek Dikti Gerebek Wisuda Bodong di Tangsel

 Indah Mutiara Kami - detikNews
Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggerebek wisuda sarjana dari kampus yang sudah nonaktif. Wisuda bodong yang berlangsung di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, itu diikuti oleh lebih dari 1.000 orang.

"Wisuda ini digerebek karena kampusnya melakukan proses pembelajaran yang tidak benar. Kampus sudah nonaktif, tapi melakukan wisuda," kata Menristek Dikti M Nasir saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/9/2015) malam.

Penggerebekan itu dilakukan pada Sabtu (19/9) kemarin di Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Namun, wisuda itu bukan dilaksanakan oleh Universitas Terbuka (UT).

"Itu tempatnya saja yang di UT, bukan wisudanya UT," ucap Nasir.

Kampus yang menyelenggarakan wisuda bodong itu adalah Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Ketiganya berada di bawah satu yayasan yaitu Yayasan Aldiana Nusantara.

"Yayasannya sudah mengakui hal itu," ujarnya.

Menurut Nasir, panitia berubah-ubah dalam menyampaikan jumlah peserta wisuda. Awalnya menyebut 600 orang, namun kemudian bertambah jadi 800 orang. Kementerian Ristek Dikti sendiri yakin jumlahnya lebih banyak daripada itu.

"Kemarin jumlahnya 1.235 orang, tapi kenyataannya lebih dari itu. Bisa sampai 1.500 orang (peserta wisuda). Wisuda bodonglah ini. Kok mau-maunya ya mereka ini," ungkap Nasir.

Pengusaha Tolak Jadi Kambing Hitam di Bencana Kabut Asap

VIVA.co.id - Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengeluhkan sikap publik yang mengkambinghitamkan perusahaan sebagai penyebab bencana kebakaran dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Menurutnya, hal itu sangat bertentangan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Sebab, dari data yang mereka miliki, sumber kebakaran hutan dan lahan justru terjadi di luar wilayah konsensi yang dimiliki oleh perusahaan.


"Kebakaran yang terjadi itu di luar konsensi, HTI (Hutan Tanam Industri), atau perkebunan kelapa sawit. Ini data dari pemantauan melalui satelit, jadi kuat dan sahih," ujar Fadhil Hasan dalam sebuah diskusi bertajuk 'Republik Dibekap Asap' yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 20 September 2015.

Fadhil juga menuding bila saat ini, pemerintah dan beberapa media hanya melakukan riset sendiri, dengan asumsi bahwa seolah-olah titik api itu berasal dari perusahaan.


Sementara itu, hingga kini, asumsi itu tak relevan dengan produktivitas dari perusahaan yang dianggap menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan.

"Pemerintah dan media kita melakukan riset sendiri, titik api di mana. Hampir semua media, seolah-olah titik api di wilayah konsensi perkebunan kelapa sawit," ujarnya.

Pada Jumat lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar telah merilis ratusan perusahaan yang terindikasi patut bertanggungjawab terhadap munculnya bencana kabut asap di Indonesia.


Setidaknya ada 123 perusahaan yang terindikasi. Sedangkan tujuh lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dari total 123 perusahaan itu, terbanyak ada di Kalimantan Tengah dengan jumlah 30 perusahaan. Lalu, diikuti oleh Riau sebanyak 24 perusahaan. Lalu, Sumatera Selatan 19 perusahaan, Jambi, Kalimantan Barat dan Timur, masing-masing 14 perusahaan dan terakhir di Bangka Belitung dengan jumlah lima perusahaan. (asp)
 
 

Pengusaha Sawit: Tolol Kalau Kami Bakar Lahan Sendiri

VIVA.co.id - Direktur Ekesekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengecam tudingan bahwa perusahaanlah yang menjadi penyebab bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

Ia juga mengklaim, data yang menyebut bahwa sumber api berasal dari lahan konsensi tak berdasar. Sebab, fakta di lapangan, sumber api justru terjadi di luar konsensi, namun merembet ke lahan areal perusahaan.


"Apa yang terjadi (saat ini) itu, bukan berasal dari lahan konsensi oleh perusahaan. Itu dari luar areal yang merembet ke wilayah konsensi," kata Fadhil di Jakarta, Minggu 20 September 2015.

Fadhil juga memastikan, jika ada asumsi bahwa kebakaran itu kemudian disengaja oleh perusahaan, kebijakan itu adalah keputusan yang gegabah dan bodoh yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

"Kalau perusahaan yang bakar (di lahan konsensi) itu perusahaan goblok dan tolol," katanya.

"Itu jelas merugikan mereka sendiri, sudah rugi finansial, didenda, sampai dipidana. Tidak masuk logika, kalau ada perusahaan yang sengaja membakar."



Pemerintah tak becus
Selama ini, lanjutnya, jika terjadi kebakaran di sebuah daerah yang berdekatan dengan lahan konsensi perusahaan. Sebagian besar perusahaan sudah melakukan upaya penanggulangan.

Bahkan, beberapa di antaranya sudah membuat laporan ke pemerintah setempat, atau pun ke kepolisian atas kasus itu.

"Perusahaan itu sudah menanggulangi dengan melaporkan ke kecamatan hingga aparat kemudian dijadikan BAP. Kenyataanya, sudah dibuat BAP sedemikian rupa, tetapi disalahkan juga. Padahal, sudah ada lampiran yang menyatakan bukan perusahaan yang salah," klaim dia.

Untuk itu, Fadhil pun menuding, persoalan tersebut sesungguhnya merupakan bentuk ketidakbecusan pemerintah dalam menanggulangi asap pekat, sehingga menyelimuti negara tetangga sebelah, seperti Malaysia dan Singapura.

"Saya khawatir ini bentuk dari ketidakmampuan pemerintah dalam menangani masalah yang terjadi ini, sehingga kesalahannya dilimpahkan ke perusahaan. Bukannya ditanggulangi, tetapi malah menyalahkan dunia usaha," katanya. (asp)

 

Rupiah Pekan ini Diperkirakan Bertahan di Bawah 14.450

Oleh : Rochimawati, Romys Binekasri 
VIVA.co.id - Laju nilai tukar rupiah awal minggu ini diperkirakan berada di bawah target support (batas bawah) Rp14.450 per dolar Amerika Serikat. Seperti diketahui, kurs rupiah pada akhir pekan kemarin ditutup menguat 85 poin atau 0,59 persen ke level Rp14.374 per dolar AS.
Demikian menurut analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Menurut Reza, pengumuman Bank SentraL AS (The Fed) tidak sepenuhnya membuat laju dolar tak terlalu menguat karena mampu diimbangi oleh terapresiasinya laju EUR-USD dan GBP-US$. Akan tetapi, tidak sepenuhnya juga mampu membuat laju Rupiah mampu bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.

"Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri yang dapat dijadikan pegangan membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual," tuturnya, Senin 21 September 2015.

Reza mengatakan, laju rupiah hari ini diperkirakan akan berada di kisaran Rp14.450 - Rp14.436 per dolar AS,  atau sama seperti yang diperkirakan kurs tengah Bank Indonesia.

"Meski masih berpeluang melemah namun, kami mengharapkan hanya melemah tipis sebagai respon atas ketidakpastian pengumuman The Fed," ujar Reza. (ren)

2016 Indonesia dapat tambahan 20.000 kuota haji

Pewarta:

YLKI Bali ajak masyarakat hati-hati berinvestasi

Pewarta:

Merantau, Punya Pabrik Tahu Tempe, Omzet Rp 20 Juta per Bulan

 Jpnn
FATURAHMAN, mantan pekerja di pabrik tahu-tempe ini kini memilik pabrik sendiri dan telah mempekerjakan 4 orang karyawan. Bahkan, omzet bisnisnya mencapai Rp 20 juta per bulan. Seperti apa kisahnya ?
-----------
SABRI - SEBATIK
-----------
Agak sulit menemukan lokasi pabrik pembuatan tahu dan tempe milik Faturahman ini. Jika tak jeli, apalagi tak mau bertanya, pabrik yang terletak di Gang Lumba-lumba Kelurahan Nunukan Timur ini tidak menggambarkan sebuah pabrik.
Sebab, pabrik pembuatan makanan berbahan dasar kacanag kedelai ini berada perisis dibelakang bangunan rumah berwarna hijau dengan dihalangi pagar terali hitam begitu sepi.
“Kalau mau masuk nak, lewat samping ya,” pesan ibu pemilik toko sembako tempat saya menanyakan pabrik tahu milik Faturahman ini.
Sambil berjalan, saya berpikir apakah saya tidak salah tempat. Pabrik tahu tempe ini dilihat dari luar seperti bukan pabrik, hanya seperti rumah biasa. Ternyata maksud ibu pemilik toko tadi itu pabriknya terletak di belakang sehingga mengarahkan saya melewati jalan di samping rumah ini.
Sekitar beberapa meter dari pintu pagar, seorang wanita langsung menemui saya karena merasa melihat kedatangan orang asing. “Ya, ada yang bisa saya bantu mas,” sahut wanita berjilbab ketika melihat kedatangan saya.
“Ini bu, pemilik pabrik ini siapa ya?” sahutku. “Suami saya sendiri,” jawab wanita yang belakangan diketahui Fadillah, istri Faturahman ini.
Setelah mengetahui maksud kedatangan saya, wanita itu lalu memanggilkan seorang laki-laki yang kelihatan sedang sibuk melakukan aktivitas mengangkat ember yang berisi tahu.Ternyata, pria yang dipanggil tersebut adalah pemilik pabrik dan suaminya.
Setelah memperkenalkan diri, pria Jombang Jawa Timur ini akhirnya mau berbagi pengalamannya sehingga mampu membangun pabrik beromzet puluhan juta rupiah ini. Sebelum berhasil seperti sekarang ini, pria yang memulai membuat tahu tempe sendiri ini di tahun 2000 bersama istrinya.

Awalnya hanya jadi anak buah salah satu perusahaan tempe-tahu di Nunukan, dulu hanya bekerja di pabrik tahu tempe milik Samsul, pengusaha tempe-tahu yang ada di jalan Rimba Nunukan Tengah dan yang pertama kali di Nunukan. Mulai tahun 1992 hanya ikut dengan Samsul sampai tahun 1996.
“Masa juga ikut terus, kapan bisa berhasil kalau ikut dengan orang terus,” ujar Faturahman.
Pengalaman membuat tempe-tahu dari Jombang, Jawa Timur, lalu Faturahman merantau ke Nunukan dan ikut berkerja dengan Samsul. Selama bekerja dengan Samsul, Faturahman mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, tahun 1999 menikah dengan Fadillah sekaligus membeli tanah dan membangun rumah untuk dijadikan usaha tempe-tahu.
“Saya nikah dikampung, lalu kembali ke Nunukan beli tanah, rumah dibangun sedikit-sedikit karena tanah yang saya beli ini dicicil,” ungkap pengusaha tempe-tahu.
Tidak ingin dikatakan tidak berhasil diperantaun, Faturahman nekad membangun usaha tempe-tahu. Mulanya untuk membeli kedelai Faturahman melakukan pinjaman di Bank. Tempat meminjam uang sekaligus di dua Bank, BRI dan BPD dengan jumlah pinjaman masing-masing satu bank Rp 50 juta. Jaminan pinjaman di Bank Faturahman gunakan surat tanah dan Sertifikat teman salah satu guru PNS yang tinggal depan rumah Faturahman.
Pembuatan tahu-tempe menggunakan kacang kedelai dan ada bahan tambahan, untuk tempe digunakan ragi dan tahu digunakan cuka. Kegunaan ragi dalam pembuatan tempe untuk mendapat jamur, sedangkan cuka digunakan untuk mengumpalkan sari pada tahu.
Akhirnya, ia mencoba kembangkan dengan membuat pabrik tempe-tahu dibelakang rumahnya. Ia sanggup meminjam uang untuk membeli alat pabrik itu. Harga bahan untuk pemanas tempe-tahu sangat mahal pada saat itu, dan harus dipesan dari daerah Jawa. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat tempe sekitar 3 hari 3 malam sedangkan tahu hanya butuh waktu 1 hari.
Kenapa tempe membutuhkan waktu 3 hari karena harus pengasaman untuk mengeluarkan jamur dan tahu hanya butuh direndam sekitar 4 sampai 5 jam sudah bisa jadi.
Untuk mendapatkan kedelai Faturahman harus memesan dari Surabaya saat ini, tapi pada saat mulai usahanya untuk mendapatkan kedelai hanya beli di Nunukan saja. Pesanan semakin meningkat Faturahman akhirnya memutuskan memberanikan diri untuk memesan langsung dari Surabaya. Pesan dari Surabaya sudah berjalan sekitar 6 tahun menggunakan kapal Pelni yang memuat barang.
“Cukup telpon ke Surabaya sampaikan pesanan berapa, setelah itu ditransferkan uang, terima beres di Nunukan,” jelas Bapak dari 3 anak ini.
Pembuatan tempe-tahu satu hari sekitar 4 sampai 5 karung, satu karung beratnya sekitar 50 kg. Faturahman menjual tempenya dengan harga Rp 5 ribu empat bungkus, sedangkan tahu 4 biji Rp1.000.
Pendapatan dalam satu bulan bisa mencapai Rp 20 juta, diluar dari gaji pekerja dan pembelian alat ketika ada kerusakan.
Sekarang ini, untuk membantu dalam proses pembuatan tempe-tahu ia dibantu 4 karyawan, “ karena pesanan sudah meningkat harus cari karyawan, gaji karyawan Rp 1.500.000 juta tiap orang.
Agar pembeli tidak pindah tempat, ia memperbaiki produksi tempe-tahunya, misalnya menjaga kebersihan dalam proses pembuatan, menjaga kepercayaan konsumen yang telah diajak kerjasama. (***)


Waduh! Pimpinan PKL Tuding Jokowi-JK Rezim Penjajah Rakyat Sendiri

JAKARTA--Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menuding pemerintahan Jokowi-JK sebagai rezim imperialis, penjajah rakyatnya sendiri.
Tudingan itu menyusul adanya paket kebijakan ekonomi tentang deregulasi yang melonggarkan izin toko modern.
"Sejak rezim Jokowi-JK berkuasa, PKL digusur semena-mena dan diusir-usir tak beradab. UMKM  dikebiri dengan beban pajak satu persen dari omzet lima tahun ke belakang," kata Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun dalam keterangan persnya, Minggu (20/9).
Deregulasi perlonggar izin toko modern, lanjutnya, menyempurnakan penggerusan oleh kekuatan asing, kongsi kapitalis multinasional terhadap ekonomi rakyat dan merobek kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
"Patahkan janji Jokowi-JK lakukan revitalisasi 5.000 pasar tradisional, dan  janji-janji pro ekonomi rakyat. Janji itu palsu dan bohong belaka," sergahnya.
Ali Mahsun menambahkan, keberadaan rezim Jokowi-JK adalah mimpi buruk bangsa Indonesia di siang bolong. Dia tegaskan, APKLI akan melawan totalitas rezim Jokowi-JK atas deregulasi perlonggar izin toko modern.
"Jika dipaksakan PKL bersama dan bersatu dengan elemen kekuatan lainnya turun ke jalan merobohkan rezim imperialis Jokowi-JK demi tegaknya ekonomi rakyat dan Kedaulatan Ekononi Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," tegas Ali Mahsun. (esy/jpnn)

Djan Faridz Kirim Utusan Temui Presiden GIDI agar Muslim di Papua Aman Rayakan Iduladha

JAKARTA - Kecemasan tentang berulangnya kerusuhan saat Idulftiri lalu di Tolikara, Papua pada perayaan Iduladha nanti menghampiri banyak pihak. Karenanya, berbagai upaya pun dilakukan agar perayaan Iduladha di Bumi Cenderawasih itu berlangsung damai dan terbebas dari kekerasan bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Salah satu upaya untuk mencegah berulangnya kekerasan bernuansa SARA di Papua itu datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz. Menurut Djan, beberapa waktu lalu ia mengutus Wakil Sekjen PPP Sudarto untuk menemui Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pdt Dorman Wandikbo di Jayapura.
Dari pertemuan itu, ada jaminan keamanan dari GIDI bagi umat Islam di Papua untuk merayakan Iduladha. "Saya gembira mendengarnya. Sebagai negara yang menganut Bhnineka Tunggal Ika, toleransi antar-umat beragama selayaknya patut terus dilaksanakan dan diperjuangkan," katanya melalui siaran pers DPP PPP, Minggu (20/9).
Sedangkan Sudarto menyatakan, hasil pertemuannya dengan Pdt Dorman Wandikbo memang merupakan kabar melegakan. "Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo menjamin sepenuhnya keamanan dan keselamatan kaum muslim Tolikara yang akan melaksanakan ibadah salat Iduladha," ujarnya.
Kabar menggembirakan itu bukan sekadar jaminan bahwa umat Islam bisa merayakan Iduladha di Papua. Sebab, GIDI akan menurunkan anggota-anggotanya untuk lokasi-lokasi salat Iduladha. “Mereka ingin agar ketenangan ibadah umat muslim di Tolikara lebih terjamin," tuturnya.(ara/JPNN)

Jumat, 18 September 2015

Pak Sutan: Jadi Pengemis itu Menurunkan Martabat

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Semangat dan gigih. Begitulah sosok menggambarkan keseharian Sutan Akbar. Meski usia tak muda lagi, dia bukan tipikal orang yang pasrah. Setiap harinya Sutan berjalan kaki berkilo-kilometer menyusuri jalanan sejumlah titik keramaian Kota Bandung. Sutan menjajakan setumpuk buku soal panduan salat bagi umat Islam.

Sudah 25 tahun atau sejak 1990, bapak empat anak ini menjadi penjual buku keliling. "Kita mesti punya spirit sebagai petarung. Bersungguhlah bekerja atau berjualan. Jujur dan cari rezeki yang halal. Rezeki selalu ada bila kita niat benar," ucap Sutan saat berbincang bersama detikcom di halaman salah satu ruko, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang (17/9/2015).  

"Kalau kita cuma meminta-minta atau jadi pengemis, itu menurunkan martabat. Sekarang mengemis, terus ada yang memberi seratus perak, sama saja itu dilecehkan," tutur pria berusia 59 tahun ini menambahkan.

Sutan menikmati usahanya selama ini. Dia menjual buku dengan target pembeli yaitu orang-orang yang dijumpainya di jalanan bukan maksud mencari iba.

"Anak minta saya berhenti berjualan. Ya seolah saya dianggap orang lain tidak diurus oleh anak-anak. Tapi bukan begitu sebenarnya. Saya ini kalau terus-terusan di rumah bisa stres, kan enggak bisa berinteraksi sosial," ujar Sutan.

Dia juga punya alasan kenapa rela jalan kaki demi berdagang buku. "Jalan kaki itu bikin sehat. Fisik juga tetap bugar," ucap Sutan yang hingga kini mampu membaca jelas tulisan-tulisan tanpa bantuan kacamata.

Sutan bangga dengan tiga dari empat anaknya yang kini kerja kantoran di luar Kota Bandung. Selama ini Sutan pun merasakan hasil jerih kerja anak-anaknya. Dia menerawang, lalu berucap penuh makna dan kasih sayang. 

"Satu atau dua tahun ke depan, saya akan berhenti berjualan buku. Tentu saya mempertimbangkan keinginan anak-anak dan istri," kata Sutan sambil memegang buku setebal 128 halaman berjudul 'Risalah Tuntunan Shalat Lengkap'. Buku terbitan PT Karya Toha Putra Semarang itu dijual seharga Rp 10 ribu. 

2 WNI yang Disandera OPM Bebas, Jokowi Telepon PM Papua Nugini

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - 2 WNI yang Sudirman dan Bandar yang disandera sekitar seminggu oleh OPM dan dibawa ke hutan di Papua Nugini (PNG) akhirnya bebas. Kedua WNI itu dibebaskan pasukan PNG dan sudah diserahterimakan ke Konsul RI di Vanimo.

"Presiden sudah melakukan pembicaraan pertelepon dengan PM PNG," jelas Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers di Pejambon, Jakarta, Jumat (18/9/2015). Pembicaraan dilakukan pada Kamis malam kemarin.

Pembebasan dilakukan pada Kamis malam pukul 19.35 waktu setempat. "Komunikasi intensif juga sidah dilakukan antara Indonesia dan PNG untuk pembebasan dua sandera," tutur dia.

Menlu Retno juga sudah berkoordinasi dengan Menlu PNG serta Panglima Tentara PNG. Ucapan terima kasih disampaikan atas bantuan yang diberikan.

Saat ini dua WNI itu sudah berada di KJRI Vanimo dan akan segera dibawa ke Jayapura. 

Kemenkop UKM janji turunkan bunga KUR

Pewarta:

Rupiah Kamis sore menguat ke Rp14.447

Pewarta:

Dolar AS jatuh

New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pembuat kebijakan Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah bulan ini.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), bank sentral AS, mempertahankan suku bunga acuannya mendekati nol pada Kamis, setelah mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari, lapor Xinhua.

"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terbaru dapat sedikit menahan kegiatan ekonomi dan cenderung memberikan tekanan turun lebih lanjut pada inflasi dalam waktu dekat," kata pernyataan Fed setelah pertemuan.

Para analis mengatakan para pejabat The Fed khawatir tentang target yang belum terealisasi inflasi 2,0 persen, dan mereka mungkin menunggu sampai tahun depan untuk menaikkan suku bunga.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,83 persen menjadi 94,626 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 12 September, angka pendahuluan disesuaikan secara musiman untuk klaim awal pengangguran turun 11.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya menjadi 264.000, di bawah konsensus pasar 275.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis.

Sementara itu, housing starts (rumah yang baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Agustus berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,126 juta unit, menurut Departemen Perdagangan Kamis. Perkiraan terbaru itu 3,0 persen di bawah perkiraan Juli yang direvisi 1,161 juta unit.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1405 dolar dari 1,1287 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5626 dolar dari 1,5495 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7270 dolar dari 0,7190 dolar.

Greenback dibeli 120,16 yen Jepang, lebih rendah dari 120,62 yen pada sesi sebelumnya. Dolar juga merosot ke 0,9618 franc Swiss dari 0,9695 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3086 dolar Kanada dari 1,3176 dolar Kanada.
(T.A026)

Harga minyak turun setelah Fed pertahankan suku bunga di nol

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia merosot pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pedagang mempertimbangkan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan nol, mengutip kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun 25 sen menjadi ditutup pada 46,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November, kehilangan 67 sen menjadi menetap di 49,08 dolar AS per barel di perdagangan London.

The Fed, setelah pertemuan kebijakan dua hari, mempertahankan suku bunga acuan federal fund tidak berubah pada nol-0,25 persen, memilih menentang kenaikan suku bunga pertamanya dalam sembilan tahun. Sementara Fed menyatakan keyakinannya dalam pemulihan AS, pihaknya mengutip kekhawatiran tentang kondisi-kondisi luar negeri.

"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terbaru mungkin sedikit menahan kegiatan ekonomi dan cenderung memberikan tekanan turun lebih lanjut pada inflasi dalam waktu dekat," kata The Fed seperti dikutip AFP.

Matt Smith, analis di ClipperData, mengatakan keputusan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga biasanya akan bullish untuk minyak mentah karena akan mendorong dolar lebih rendah terhadap mata uang lainnya.

Melemahnya dolar mendorong permintaan minyak, karena minyak mentah yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Tetapi Smith mengatakan keuntungan untuk minyak telah diganjal oleh pemikiran Fed tidak menaikkan suku bunga.

"Mereka mengangkat kekhawatiran mereka atas perekonomian global, sehingga mereka secara jelas mengekspresikan kekhawatiran pada basis yang lebih luas daripada yang pasar benar-benar bayangkan, sehingga dari perspektif tersebut, itu menutup dampak dari tidak menaikkan suku bunga."

Beberapa pedagang juga mengambil keuntungan setelah harga minyak melonjak pada Rabu, ketika laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga pada pekan lalu.

Pasokan minyak mentah AS pekan lalu turun 2,1 juta barel menjadi 455,9 juta barel, 93,6 juta barel lebih besar dari setahun sebelumnya, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA).
Laporan menunjukkan, persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS juga turun 1,9 juta barel menjadi 54,5 juta barel.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS turun 18.000 barel menjadi 9,117 juta barel per hari untuk minggu tersebut.

Menag Pastikan Raja Salman Santuni Keluarga Korban Wafat Crane Rp 3,8 Miliar

Gagah Wijoseno - detikNews
Makkah - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara tegas menyatakan kebenaran kabar Raja Salman akan memberikan santunan pada korban insiden robohnya crane di Masjidil Haram. Saat ini Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang menindaklanjuti titah raja tersebut.

"Kami mencoba konfirmasi itu, dan memang benar," kata Lukman Hakim dalam jumpa pers di Kantor Daker Makkah, Kamis (17/9/2015).

"Informasi yang kami dapatkan dari Dewan Malaki (pihak kerajaan-red) bahwa memang terkonfirmasi bahwa Raja Salman sebagai Khadimul Haramain (pelayan dua Tanah Haram-red) telah memerintahkan agar para keluarga korban jiwa maupun luka mendapatkan santunan," tambahnya.

Lukman Hakim mengatakan pemerintah tengah melakukan inventarisasi nama-nama jemaah Indonesia yang menjadi korban insiden crane itu. Pemerintah juga telah mengirimkan nota diplomatik melalui Kemlu agar pencairan santunan bisa segera dilakukan.

"Kami telah mengirimkan nota diplomatik Saudi Arabia melalui Kemenlu menyampaikan nota itu kemudian berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama santunan bisa segera direalisasikan," katanya.

Lukman mengatakan bantuan akan diberikan kepada setiap keluarga korban yang wafat atau cacat tetap dengan besaran SR 1.000.000 atau bila dirupiahkan berkisar Rp 3,8 miliar.

Bantuan uang tunai juga diberikan pemerintah Saudi kepada korban yang mengalami luka. Kisaran yang diberikan adalah sebesar SR 500.000 atau Rp 1,9 miliar.

Terkait dengan informasi kerajaan Arab Saudi juga akan mengundang 2 anggota keluarga ahli waris, Lukman Hakim Saifuddin belum bisa mengonfirmasinya. Keterangan yang sudah menjadi kepastian adalah santunan uang.

Kodam Cendrawasih: 2 WNI Sudah Dibebaskan, Sedang Diantar ke Perbatasan

Herianto Batubara - detikNews
 Jakarta - Sudirman dan Badar, WNI yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini (PNG) akhirnya dibebaskan. Mereka tengah diantar ke perbatasan.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Teguh Puji Rahardjo memastikan hal itu saat dihubungi detikcom, Jumat (18/9/2015). Pemerintah dan tentara PNG sedang mengantarkan 2 WNI ke perbatasan.

"Iya, sudah dibebaskan. Keduanya dalam keadaan sehat. Tapi nanti setelah diserahkan, akan dicek lagi kesehatan keduanya. Informasinya sih keduanya sehat," ucap Teguh.

"Kita masih menunggu proses pengantaran kedua WNI ke perbatasan. Sedang dalam proses, mungkin tiba di sini jam setengah 12 atau jam 12 siang waktu sini," jelas Teguh.

Tentara PNG nantinya akan menyerahkan 2 WNI itu kepada jajaran Kodam Cendrawasih. "Setelah itu kita serahkan ke pemerintah," imbuhnya.

Kamis, 17 September 2015

Pengadilan Siap Eksekusi Aset Yayasan Supersemar

Oleh : Siti Ruqoyah, Feri Simanungkalit
VIVA.co.id - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) resmi menerima salinan putusan Mahkamah Agung terkait denda kepada Yayasan Supersemar.
Diketahui, denda diberikan dalam  perkara penyelewengan dana beasiswa Supersemar dengan tergugat Yayasan Beasiswa Supersemar.

Humas PN Jaksel, Made Sutrisna, menyatakan, berkas salinan tersebut sudah masuk ke bagian umum PN Jaksel sejak Jumat, 11 September 2015 lalu.

“Ya berkas sudah sampai di PN Jakarta Selatan. Ternyata sudah sejak Jumat, tapi masih di bagian umum. Baru ada disposisi melalui kartu kendali kemarin,” ujar Made Sutrisna saat dihubungi, Kamis, 17 September 2015.

Made mengatakan, setelah menerima salinan putusan tersebut, nantinya pengadilan akan memanggil perwakilan Kejaksaan Agung dan Yayasan Supersemar untuk berkordinasi melaksanakan eksekusi tersebut.

Yayasan Supersemar akan diberi waktu untuk membayar denda tersebut dalam waktu delapan hari, di mana denda yang ditetapkan sebesar Rp4,4 triliun.

"Jika dalam rentang waktu tersebut denda tidak dibayarkan, maka PN Jaksel dapat melakukan penyitaan aset," kata Made.

Seperti diketahui, MA mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kejaksaan Agung dalam perkara penyelewengan dana beasiswa Supersemar dengan tergugat Yayasan Beasiswa Supersemar.

Dalam putusan Mahkamah Agung nomor 140 PK/PDT/2015 itu disebutkan bahwa Yayasan Supersemar harus membayar 315 juta dolar Amerika Serikat dan Rp139,2 miliar kepada negara.

Perkara ini berawal ketika pemerintah menggugat Yayasan Supersemar atas dugaan penyelewengan dana beasiswa. Dana yang seharusnya ditujukan kepada siswa dan mahasiswa itu justru diberikan kepada beberapa perusahaan, di antaranya adalah PT Bank Duta 420 juta dolar AS, PT Sempati Air Rp13,173 miliar, serta PT Kiani Lestari dan Kiani Sakti Rp150 miliar.

Atas hal ini, negara mengajukan ganti rugi materiil sebesar 420 juta dolar AS dan Rp185 miliar serta ganti rugi imateriil Rp10 triliun. Pada 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus Yayasan Supersemar bersalah menyelewengkan dana.

Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kejaksaan belum merasa puas dengan putusan ini hingga akhirnya mengajukan kasasi.

Terkait hal ini, Jaksa Agung HM Prasetyo juga menyatakan bahwa pihaknya akan bersikap proaktif terhadap hasil putusan Mahkamah Agung terkait denda kepada Yayasan Supersemar.

“Kita akan proaktif termasuk nanti mendesak Pengadilan untuk segera menghubungi pihak-pihak tergugat, karena pengadilan lah yang mempunyai kewenangan untuk melaksanakan eksekusi putusannya,” ujar Prasetyo kepada media beberapa waktu lalu. (one)

Rupiah masih melemah ke 14.450 per dolar AS

Pewarta: