VIVAnews - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali, Sunar Agus menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap pembebasan bersyarat yang diberikan kepada Shcapelle Leigh Corby. Menurut dia, evaluasi telah dikirimkan secara bertahap.
"Hasil evaluasi kita kirim setiap saat ke Jakarta. Setiap hari kita kirim laporan dalam bentuk surat, email, telpon dan SMS. Hasil hari ini kita kirim hari ini. Tapi memang belum finish," kata Sunar, Rabu 5 Maret 2014.
Menurut dia, evaluasi hingga kini masih terus dilakukan. Pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah perempuan berjulukan "Ratu Mariyuana" itu akan dikembalikan ke lapas atau tidak. Sementara ini, sambung Sunar, evaluasi belum mengarah pada pengembalian Corby ke lapas.
"Belum mengarah ke sana, karena masih dua arah. Masih mungkin terus, masih mungkin tidak terus (pembebasan bersyaratnya)," jelas Sunar. Ia mengaku mencari data yang lebih valid soal Corby. Termasuk memberikan alasan yang tepat atas keputusan tersebut.
"Kalau terus alasannya apa, kalau tidak terus alasannya apa. Berdasarkan fakta di lapangan dikaitkan dengan ketentuan yang ada," katanya.
Yang pasti, sambung Sunar, pihaknya lebih berkonsentrasi kepada tingkah laku Corby. "Apapun yg dilakukan Corby. Jadi, kemungkinan masih dua. Bisa dijalankan kalau masih layak. Tidak layak dijalankan berarti masuk LP lagi," kata dia.
Soal apakah perilaku Corby dapat meresahkan masyarakat, Sunar mengaku masih terus melakukan penilaian. "Masih dinilai," kata Sunar.
Menurut Sunar, awalnya rekomendasi diberikan oleh Badan Pemasyarakatan (Bapas). Rekomendasi itu kemudian diteruskan ke Kanwil.
"Dari Kanwil teruskan ke Direktorat Jenderal Permasyarakatan. Baru setelah itu Pak Menteri memberi keputusan. Rekomendasi itu dipandang cukup atau tidak, itu terserah Pak Menteri," kata Sunar.
Ia mengaku gangguan mental yang tengah dialami Corby mempengaruhi evaluasi pembebasan bersyarat terhadapnya.
"Sangat berpengaruh. Dia ini kan lagi dicoba bebas. Ini kan kita uji kesiapan dia, kesehatan dia, fisik dia, hidup dia, ekonominya, penerimaan masyarakat setempat. Itu yang kita teliti, termasuk mentalnya," katanya. (eh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar