Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjamin netralitas kesatuan yang dipimpinnya jelang Pemilu 2014. Bila ada anggota yang tak netral, Panglima TNI berjanji akan memberi sanksi tegas.
"Percaya kami dan jangan curigai TNI. Kami telah bekerja kerja keras dan kami akan netral dan lakukan yang terbaik," kata Moeldoko di kawasan Indonesian Peace and Security Centre (IPSC) di Bukit Santi Dharma Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul, Bogor, Jumat (14/3/2014).
Ia menjamin TNI tak akan memihak pada salah satu calon pada pemilu presiden. Bila ada anggota yang terbukti memihak calon, Moeldoko akan memberikan sanksi.
"Kalau ada yang ketahuan, saya akan tebas kepalanya," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.
Tentu saja ia tak bermaksud benar-benar menebar organ tubuh bawahannya. Yang dimaksudnya dengan 'kepala' adalah karier prajurit tersebut dari TNI.
"Saya serius kariernya akan saya habisin," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah mantan petinggi TNI berambisi ikut dalam Pilpres 2014. Mereka adalah mantan KSAD Jend TNI (Purn) Pramono Edhie, mantan panglima TNI Endriartono Sutarto, Jenderal (Purn) Wiranto dan Letjen (Purn) Prabowo.
Mereka menjamin TNI akan menjaga netralitasnya dalam pemilu meski keduanya bertarung dalam pencapresan 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar