Ayunda W Savitri - detikNews
Jakarta - Kadishub DKI Udar Pristono memberi penjelasan soal kasus TransJ impor dari China yang rusak dan karatan. Menurut Pristono, bus itu tidak rusak seluruhnya hanya bagian tertentu saja. Itu juga hanya beberapa bus saja.
"Nggak usah khawatir, yang rusak kan bukan semuanya cuma atap-atapnya saja," jelas Pristono dalam jumpa pers bersama ATPM di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Menurut Pristono, pekerjaan pengadaan bus ini adalah pekerjaan APBD perpanjangan karena menggunakan pasal-pasal perpanjangan sampai 50 hari.
"Nah, 50 hari itu ada 2 tahun anggaran, 2013 dan 2014. Nah kebetulan, Indra ini ATPM. Vendor Tahta Guna (penyedia-red). Ini baru dibayar 20 persen, jadi nggak usah khawatir tentang kondisi barang ini. Nantinya pembayaran akan dilakukan setelah menerima laporan," jelasnya.
Pristono juga meminta agar penyebab bus itu karatan dan rusak tidak digeneralissi. Karena pengiriman bis itu dibagi dalam beberapa paket.
"Delivery pertama selamat karena di kapalnya cuma 14 hari nggak kena air laut. Delivery kedua ini yang bermasalah, dari pelabuhan Shanghai sudah jalan ada cuaca ekstrim balik lagi, ditangkringin di kapal. Sehingga, ada bagian-bagian tertentu yang terkena," imbuhnya.
"Tetapi saya katakan beliau (Indra) ini Agen Tunggal Pemegang Merek muda yang bertanggung jawab. Sehingga mau menyelesaikan. Tim ATPM dan vendor ini bertanggung jawab full akan mengganti," tambahnya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar