BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 28 Januari 2016

Baca Nih: 3 Perbedaan Mencolok Sikap Jessica dan Hani dalam Kasus Mirna!

JESSICA Kumala dan Hani adalah sahabat Mirna Salihin yang sama-sama ikut ngopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia awal Januari lalu. Di kafe itulah Hani dan Jessica kehilangan sang sahabat yang pernah bersama menempuh pendidikan di Australia. Tapi yang sedikit janggal, meski bersahabat, Jessica dan Hani memiliki reaksi yang berbeda saat Mirna kejang-kejang di hari kejadian. Bahkan saat diperiksa polisi keduanya bersikap berbeda. 

Berikut perbedaan sikap antara Jessica dan Hani dalam kasus Mirna:

1. Hani panik luar biasa, Jessica tenang saat melihat Mirna sekarat 
Jessica adalah orang yang memesankan tempat dan minuman di kafe Olivier untuk Mirna dan Hani. Dia juga mengatur tempat duduk Mirna dan Hani kopi. Kopi pun datang dan beberapa menit kemudian Mirna dan Hani datang. 
Setelah beberapa teguk menimun kopi, Mirna mengeluh mulutnya panas. Tak lama kemudian dia mual dan kejang. Nah, saat itulah menurut pegawai kafe, reaksi Hani sangat panik. Dia kebingungan dengan kondisi temannya dan berupaya menolong. Namun, Jessica tetap tenang. 
“Dia minum satu shot, ‘slrup..’ gitu. Dia ada penolakan, ada gestur ‘Apa sih!’ Terus mukanya kaya panas gitu. Jadi kita hitung dia sampai enam kali melakukan seperti ini. Dia minum sedikit doang. Kemudian dia begini berkali-kali. ‘Panas...panas...panas…’ gitu. Mbak Hani ini panik,” kata orang di dalam sebuah transkrip yang disebut-sebut pelayan kafe.
Selanjutnya, dalam transkrip itu seorang penyidik lantas bertanya, “Sebentar, saya mau tanya respon daripada si Jessica ini saat dia (Mirna) kejang seperti apa? Petugas kafe itu lantas menjawab bahwa Jessica tampak tenang saat Mirna mulai collapse. “Dia tenang sekali menurut saya dibanding (teman) satunya (Hani) yang panik bukan main,” ujar pelayan itu.

Polisi pun tak membantah isi dari transkrip yang beredar luas di masyarakat itu.

2. Begitu kejadian, Jessica susah untuk dimintai keterangan, sedangkan Hani begitu kooperatif
Sedangkan Hani sangat kooperatif. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti pada Sabtu (9/1) malam, pihaknya sudah meminta Jessica untuk ikut ke kantor polisi menjalani pemeriksaan. Namun, permintaan itu ditolak.
Lantaran statusnya masih saksi, kepolisian pun tidak punya hak untuk memaksa. "Dia tidak mau ya sudah, kami tidak bisa paksa karena masih saksi,” ujarnya.

3. Jessica tenang dan tersenyum, Hani bungkam lalu menangis
Jessica menjalani pemeriksaan Senin (19/1) lalu. Kedatangannya ke Mapolda Metro Jaya didampingi sang pengacara Yudi Wibowo Sukinto. Berdasarkan pantauan JPNN, begitu keluar dari pemeriksaan, Jessica tampak tenang menghadapi para wartawan yang sudah menunggunya. Bahkan dia tampak santai dan sesekali tersenyum. 
Hal itu berbeda dengan reaksi Hani seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/1) lalu. Begitu keluar dari pemeriksaan, Hani yang mengenakan kaos merah muda itu bungkam dan langsung menangis saat dicerca pertanyaan oleh awak media.
Gadis cantik itu mempercepat langkah kakinya sembari menundukkan kepala kemudian masuk ke dalam mobil Honda CR-V berplat nomor B 828 TON. (mas/mg4/jpnn)

Tidak ada komentar: