BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Sabtu, 05 Oktober 2013

Masyarakat Pedalaman Juga Ikut Kritisi Hancurnya Wibawa MK

Ahmad Toriq - detikNews

Jakarta - Tidak hanya masyarakat di perkotaan saja yang dibuat tercengang dalam kasus tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh KPK karena menerima suap untuk memuluskan sengketa Pilkada. Pertanyaan-pertanyaan kritis juga dilayangkan masyarakat di pedalaman, meski minim fasilitas dan teknologi informasi.

"Saya cukup kaget, saat saya berada di pedalaman, ternyata banyak juga yang bertanya soal kasus Pak Akil," kata Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu (5/10/2013). Taufik saat itu tengah melakukan penyerapan aspirasi di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurutnya, pertanyaan terkait dengan tupoksi dari MK ramai dipertanyakan, meskipun jauh dari fasilitas komunikasi yang memadai dan belum sepenuhnya teraliri listrik. Bahkan, untuk mencapai lokasi pun hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dengan jenis tertentu.

Taufik mengatakan, meskipun jauh dari fasilits seperti yang dinikmati masyarakat perkotaan, pemerintah meski melihat dengan mata terbuka, rakyat mengawasi.

"Ini kondisi rill, rakyat pun ikut mengawasi meskipun mereka di pedalaman. Nggak ada TV akses internet dan lainnya," kata Taufik.

Tak hanya itu, dalam rangkaian tersebut, Taufik pun tetap mengkomuniasikan perihal Empat Pilar Bernegara kepada publik. Menurutnya, gagasan yang didengungkan oleh Taufiq Kiemas bisa memperkokoh bangsa ini, jika benar-benar dihayati dan dilakukan dengan baik.

Tidak ada komentar: