RMOL. Pemerintah membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) di berbagai instansi, baik di pusat maupun daerah. Ratusan ribu
pelamar diperkirakan ikut mengadu nasib penjadi birokrat.
Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar
Abubakar mengatakan, saat ini dibutuhkan sebanyak 65 ribu-an PNS.
”65
ribu-an PNS itu untuk mengisi posisi kosong, seperti yang sudah pensiun
dan meninggal dunia. Selain itu untuk mengisi kebutuhan di sejumlah
instansi,’’ kata Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (16/9).
Berikut kutipan selengkapnya:
Berarti anggaran untuk gaji membengkak dong?
Memang
anggaran untuk gaji PNS dinilai sangat besar. Tapi penerimaan kali ini
benar-benar sesuai kebutuhan. Anggaran yang dikeluarkan harus sesuai
dengan kinerjanya.
Untuk kali ini juga diterapkan penerimaan PNS
dengan model re-distribusi. Artinya, bila ada tenaga yang masih bisa
diberdayakan, tentu diberdayakan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan
itu.
Bagaimana model seleksi penerimaan CPNS kali ini?
Kita membuka dengan model sistem kombinasi, yakni lembar jawaban computer (LJK) dan program Computer Assisted Test (CAT).
Yang
CAT itu belum diterapkan untuk semuanya, baru untuk sekitar 12 instansi
saja yang siap. Ini kan soal model pelaksanaan teknis saja, agar
seleksi dilakukan secara akuntabel, transparan, dan dipercaya.
Model penerimaan seperti itu bisakah mengubah cara kerja dan cara berpikir PNS?
Ujian penerimaan CPNS kali ini dilakukan dengan fair. Negara akan mendapatkan putra-putri terbaik bangsa, sesuai hasil tes.
Dengan
penerimaan yang transparan dan murni, maka masyarakat kita, terutama
pemuda yang ingin menjadi PNS akan percaya lagi kepada pemerintah.
Dengan model seleksi seperti ini memberi peringatan bahwa sekolah bukan sekadar memperoleh ijazah. Tapi belajarlah yang benar.
Bagaimana kalau ada titipan dan calo?
Saya
katakan, tidak ada yang boleh menitip-nitip. Anggota keluarga saja
tidak boleh dibantu. Kalau ada calo akan dipecat dan dihukum
seberat-beratnya.
Makanya kita juga meminta agar masyarakat tidak
berharap pada calo. Itu tidak akan bisa membantu. Kalau mau lulus, ya
belajarlah. Jangan berharap pada calo.
Calo sudah sering diingatkan, tapi tetap saja ada, ini bagaimana?
Memang
sudah berulangkali diperingatkan, namun masih ada calo. Makanya akan
dipecat dan dihukum berat saja. Kami sudah mengingatkan dilarang keras
penerimaan CPNS melalui calo.
Kapan reformasi birokrasi terwujud?
Saya
melihat, proses reformasi birokrasi berjalan on the track, ada
kemajuan. Artinya, semakin baik di masing-masing lembaga, baik di pusat
maupun daerah.
Meski begitu, kita mengakui masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.
Lembaga apa saja yang sudah melakukan reformasi birokrasi?
Paling
tidak, sampai saat ini ada 16 kementerian yang sudah diaudit. Hasilnya
semakin baik tata kelolanya. Begitu juga sejumlah instansi di daerah.
Apa manfaat dari reformasi birokrasi itu?
Tentu
bisa menghemat anggaran. Contohnya di Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang tadinya ada enam deputi,
kini menjadi empat deputi dan ditambah satu Sekjen. Dengan reformasi
yang dilakukan, kami bisa menghemat anggaran sebesar 30 persen.
Coba
bayangkan, berapa besar anggaran bisa diselamatkan dengan reformasi
birokrasi. Nantinya anggaran itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan
masyarakat.
Apa dengan penghematan itu dianggap sukses melakukan reformasi birokrasi?
Tentu
ukurannya bukan hanya soal anggaran semata.Tapi juga menilai kinerja
PNS, apakah efektif atau tidak. [Harian Rakyat Merdeka]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar