BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 23 April 2015

Pidato Berbahasa Inggris Soal Kemitraan Asia-Afrika, SBY Dapat Standing Ovation

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kunci dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika. Dalam pemaparannya SBY menceritakan bagaimana kerja sama bangsa-bangsa Asia Afrika selama ini.

"Sepuluh tahun lalu saya menyelenggarakan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika, di situ terlihat bagaimana eratnya kemitraan kita. Saat itu saya menginisiasi New Asian-African Strategic Partnership," ungkap SBY pada awal pidatonya yang berbahasa Inggris di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015).

SBY kemudian menyatakan apresiasinya terhadap peringatan KAA yang kembali digelar. Menurut dia saat ini merupakan momen tepat untuk kembali mempererat hubungan antar negara.

"Kalau dulu anti kolonialisme dan anti penjajahan, sekarang setelah kita merdeka kita tetap fight for justice atau keadilan, juga perdamaian dan kesejahteraan termasuk permasalahan di Palestina," ungkap SBY disambut tepuk tangan para hadirin.

Peserta dalam pertemuan ini adalah para delegasi Parlemen Asia-Afrika, termasuk seluruh anggota DPR RI. SBY yang kini menjadi Chairman of Global Green Growth Institute (GGGI) berpidato dengan jelas dan tegas.

Selama pemaparannya yang berlangsung hampir 18 menit, SBY ditepuktangani sebanyak empat kali ketika menyampaikan pernyataan yang menyangkut perdamaian. SBY juga sempat memuji Pidato Presiden Jokowi.

"Kita sudah dengar pidato Presiden Jokowi, saya menambahkan pidato saya tadi yang lebih praktis, apa yang bisa dilakukan oleh negara Asia-Afrika," kata SBY.

Di akhir pemaparannya, SBY mendapatkan standing ovation selama lebih dari satu menit dari para peserta. SBY kemudian meninggalkan ruangan setelah memberikan salam hormat kepada hadirin.

Tidak ada komentar: