BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 28 April 2015

Sempat Minder Kehilangan Kaki, Begini Perjuangan Aipda Beni untuk Bangkit

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Perjalanan hidup Beni Hendrik Hernawan sempat berubah drastis. Dia gundah gulana karena sepasang kakinya harus diamputasi dokter setelah mengalami musibah kecelakaan sewaktu bertugas di Nagreg, Kabupaten Bandung, pada 2005. Emoh sepanjang hari meratapi keterpurukan soal kondisi fisik yang tak lagi sempurna, pria berprofesi polisi ini perlahan 'merangkak' berjuang bangkit.

"Awalnya saya minder dengan kondisi tanpa kaki," ucap Beni usai menghadiri acara Hari Bakti Pemasyarakatan di Lapas Wanita Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Selasa (28/4/2015).

Selama menjalani proses penyembuhan usai sepasang kakinya dipotong, Beni terpaksa tak bertugas selama 1,5 tahun. Dia menghabiskan waktu bersama istri dan dua anak di rumah.

"Mau kerja lagi sempat malu," ujarnya.

Polisi berpangkat Aipda ini terus berusaha mengubur dan melawan rasa tidak percaya diri yang membelenggu benak. Niatnya tersebut berujung manis.

"Keluarga, sanak saudara dan rekan kerja terus memberikan spirit. Lalu saya berpikir, kalau terus-terusan minder, mau bagaimanan nasib anak dan istri. Semenjak itulah saya bangkit," tutur Beni yang menjadi polisi sejak 1996.

Dia kembali bekerja pada 2007. Beni menghadap AKBP Supratman yang waktu itu menjabat Kapolres Bandung. Beni ditugaskan atasannya di Samsat Rancaekek. Lalu pada 2010 lalu pindah dinas ke Polsek Rancaekek.

"Hingga sekarang saya masih di Polsek Rancaekek. Tugasnya di bagian administrasi lalu lintas," ucap Beni.

Beni ingin menginspirasi kepada publik jika keterbatasan fisik bukan suatu penghalang melakoni perjalanan hidup di muka bumi. "Jangan kalah dengan orang berfisik normal. Buktikan meski kita punya kekurangan juga bisa," tutur Beni.

Tidak ada komentar: