BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 29 Januari 2014

Rudi jadi saksi untuk tersangka Waryono Karyo

Pewarta: Anom Prihantoro

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Kepala SKK Migas yang juga tersangka korupsi Rudi Rubiandini memberikan keterangan kepada KPK terkait keterlibatan skandal gratifikasi dan atau suap atas nama tersangka mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo. 

"Saya barusan cuma diperiksa sebagai saksi untuk Pak Waryono," kata Rudi seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Rudi yang keluar mengenakan rompi jingga khas Tahanan KPK itu mengatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap Waryono sama seperti yang pernah ditujukan kepadanya saat diperiksa oleh penyidik komisi antigratifikasi itu.

"Tapi isinya hanya mengkopi BAP saya yang lama menjadi BAP saksinya Pak Waryono. Jadi tidak ada yg baru. Maka perkembangannya masih sama," katanya.

Selain mantan Kepala SKK Migas itu, KPK juga memeriksa pelatih golf Rudi Rubiandini, Deviardi, terkait kesaksian keduanya untuk tersangka Waryono.

Rudi dikabarkan pernah dihubungi oleh Waryono agar memberi sejumlah uang untuk tunjangan hari raya bagi para anggota Komisi VII DPR RI.

Uang THR itu diduga menjadi alat pemulus kepentingan Kementerian ESDM di komisi yang membidangi energi itu.

KPK telah menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan atau suap di lingkungan Kementerian ESDM.

Komisi antigratifikasi itu juga telah memeriksa Direktur Utama Pertamina Galaila Karen Kardinah.

Karen sempat mengatakan dirinya enggan menjadikan Pertamina sebagai "sapi perah" oleh sejumlah pejabat negara. Salah satu kejadiannya adalah saat ia diminta oleh Rudi untuk patungan memberi uang THR kepada anggota parlemen.

Dirinya juga mengakui siap dipecat jika tidak menuruti keinginan Rudi.

Sebelumnya, Rudi sempat mengancam Karen akan dilaporkan kepada menteri jika tidak mau "urunan" uang THR.

Meski begitu, melalui kuasa hukum Karen, Rudy Alfonso, Dirut Pertamina itu tidak menyebut nama siapa menteri yang dimaksudkan oleh Rudi.

Tidak ada komentar: