BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 25 Agustus 2011

KPK Berharap Objektifitas Komisi III dalam Seleksi Capim

Detiknews
Jakarta - Banyak yang pihak yang meragukan objektifitas Komisi III DPR dalam menyeleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak KPK sendiri berharap anggota komisi hukum dapat mengedepankan objektifitas untuk memilih para calon pimpinan.

"Kami sebagai pegawai KPK berharap komisi III akan obyektif dan menanggalkan sejenak kepentingan-kepentingan yang sempit dalam memilih pimpinan KPK," tutur jubir KPK dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (24/8/2011) pagi.

Johan sendiri yakin masih banyak para anggota dewan yang akan mengedepankan objektifitas untuk memilih para calon pimpinan.

"Kami yakin masih banyak anggota komisi III yang akan bertindak objektif," terang Johan.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan bahwa dalam seleksi fit and propet test pimpinan KPK nantinya DPR akan menggunakan pertimbangan politik semata. DPR tak akan mendengarkan masukan dari LSM dan masyarakat.

"Seleksi fit and proper test menjadi sangat penting. Pertimbangan DPR dalam memilih 4 pimpinan KPK dengan pertimbangan politik. Tentu setiap fraksi akan memilih yang searah dengan visi politik partainya bukan hanya soal bersih dan integritasnya," ujar Benny.

Hal ini disampaikan Benny mengutarakan persiapan fit and proper test pimpinan KPK di Komisi III DPR. Hal ini disampaikan Benny kepada detikcom, Sabtu (20/8/2011).

Menurut Benny, DPR adalah lembaga politik. Sehingga dipandangnya sangat wajar jika DPR menggunakan pertimbangan politik untuk memilih calon pimpinan KPK yang dipandang satu visi dengan parpol.

"DPR punya legitimasi politik untuk memilih empat pimpinan KPK. Legitimasi DPR tentu bisa berbeda dengan legitimasi Pansel KPK. Karena DPR menganggap yang dipilih Pansel adalah sudah putra-putri terbaik bangsa," papar Benny.

Tidak ada komentar: