BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Minggu, 27 April 2014

Tiga Kubu Capres Bertempur di Media Sosial

INILAHCOM, Jakarta - Setelah pemilihan umum legislatif selesai, perhatian pengguna media sosial kini beralih pada ajang Pilpers. Jika dilihat dari banyaknya pembicaraan di Twitter, akan ada tiga kubu Capres yang bersaing dalam Pilpres mendatang yakni kubu Jokowi, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie.

"Pembicaraan yang berhubungan Capres sekarang di dominasi oleh Jokowi, Prabowo dan Ical. Mereka ini adalah kandidat terkuat dan sudah pasti mereka menyiapkan cyber army untuk membentuk opini masyarakat dari dunia maya," ujar Direktur Eksekutif Indexpolitica Denny Charter, Minggu (27/4/2014).

Denny menjelaskan dari pantauan Indexpolitica, saat ini Jokowi masih memimpin pembicaraan di twitter dengan 31.21% Share Of Voice, disusul Prabowo Subianto dengan 13.48%, dan Aburizal Bakrie perlahan tapi pasti di posisi ke tiga dengan 11.79%.

"Peperangan di Pilpres adalah perang di udara, Indonesia terlalu luas untuk ditaklukan hanya dengan strategi perang darat, maka dari itu setiap Capres berjuang keras untuk memenangkan peperangan udara tersebut," ujarnya.

Menurutnya berbagai cara dilakukan oleh Tim Digital Campaign dari masing-masing Capres tersebut mulai dari memaparkan visi misi, menceritakan keberhasilan sang kandidat, saling sindir menyindir, gosip politik sampai negatif campaign juga dilakukan.

"Khusus negatif Campaign semua Tim Capres melakukannya di Twitter," ucapnya.

Ia menambahkan, teori Agenda setting yang dikemukakan oleh McComb saat ini menjadikan Social Media sebagai titik awalnya. Issue-issue yang dianggap penting oleh Social Media maka akan dianggap penting oleh media media lainnya seperti media online dan media cetak sehingga akhirnya menjadi penting bagi publik.

"Disinilah arti penting perang udara bagi para Capres, public opinion harus dapat dimenangkan untuk dapat melenggang mulus pada 9 Juli nanti," tandasnya.[bay]

Tidak ada komentar: