BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 27 Mei 2015

Begini Skema Pembayaran Bila Lewat Tol Cikapali dari Jakarta

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jakarta - Untuk bisa masuk ke Tol Cikampek-Palimanan, pengendara mobil harus masuk terlebih dulu ke Tol Cikampek. Lalu bagaimana proses pembayarannya mengingat 2 tol tersebut berbeda operator?

"Ini nanti kami akan bahas bersama. Ada beberapa option," ungkap Kasubid Pemantauan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Chairal Yandi yang ikut dalam rombongan Kakorlantas melakukan pemantauan Jalur Selatan di Brebes, Jateng, Selasa (26/5/2015).

Seperti diketahui, Tol Cikampek dikelola oleh PT Jasa Marga sementara operator Tol Cikapali adalah PT PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Tol Cikampek sendiri selama ini menggunakan sistem tertutup yang berarti mengambil kartu saat masuk dan membayar ketika keluar dengan tarif sesuai jarak.

"Bisa saja nanti modelnya ambil kartu di Pintu Cikarang utama lalu dikembalikan saat masuk di Pintu Gerbang Tol Cikapali dan bayar. Lalu sekaligus nanti ambil kartu untuk Cikapali, bayarnya pas exit. Jadi ada 2 transaksi," kata Yandi.

"Tapi ini masih akan dikoordinasi lagi antara PT LMS dengan Jasa Marga dan BPJT serta pihak terkait. Karena ini mekanisme dan tarif tol, nanti kita akan duduk bersama untuk membahasnya," sambungnya.

Namun yang jelas, kata Yandi, BPJT menginginkan agar proses transaksi tidak merepotkan pengendara. Untuk informasi, PT LMS mematok tarif Rp 87.500 untuk ruas Cikampek hingga Palimanan, dan tarif Tol Jakarta-Cikampek adalah Rp 13.500.

"Intinya kan memudahkan masyarakat. Jasa Marga punya sistem sendiri karena dia sistem tertutup, ambil diawal bayar di penutup. Cikapali juga sama, nanti kita perpendek proses transaksinya entah sharing profit atau gimana," jelas Yandi.

Yandi bersama tim Bina Marga lainnya kemarin pun, Senin (25/5), ikut memantau Tol Cikapali bersama Kakorlantas Irjen Pol Condro Kirono. Hadir pula dalam kesempatan tersebut dari pihak LMS dan Dirut Jasa Raharja Budi Setiyarso serta Kadiv Pencegahan dan Pelayanan Jasa Raharja Abdul Haris.

Tidak ada komentar: