BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 28 November 2014

Rini Titip Tugas buat Dirut Pertamina Baru

Jpnn
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto langsung mendapat tugas utama dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno. Dwi sendiri baru Jumat (28/11) sore diumumkan menjadi Orang Nomor 1 di Pertamina.
Salah satu pekerjaan rumah (PR) untuk Dwi yakni menjadikan perseroan menjadi perusahaan mendunia. Rini mengatakan, tugas tersebut selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo, yang berkeinginan agar Pertamina bisa menorehkan sejarah panjang menjadi perusahaan yang mendunia.
"Arahan presiden Jokowi, jelas menginginkan transformasi Pertamina menjadi perusahaan yang mendunia harus dipercepat. Karena itu harus dipastikan proses bisnis yang dilakukan Pertamina dapat lebih efisien dan transparan dari hulu ke hilir," ujar Rini saat mengelar jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (28/11).
Tugas lainnya Dwi juga harus menganalisa secara mendalam kejelasan nasib anak usahanya, Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Mengingat selama ini Petral berdomisili di Singapura. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar
"Ini pekerjaan utama direksi baru dengan tim tata kelola migas di ESDM, temasuk soal Petral. Itu yang kita lihat bagaimana supaya transparan. Memang lebih baik bagaimana semuanya bisa dilakukan di Indonesia," ujar Rini. 
Petral merupakan anak perusahaan yang didirikan pada 1976 berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong, yang 99,83 persen sahamnya dimiliki oleh Pertamina. Petral memfokuskan kegiatan usaha untuk mendukung Pertamina memenuhi kewajiban untuk memasok dan memenuhi permintaan (ekspor impor) minyak dan gas di Indonesia.
Namun, beberapa pihak menginginkan Petral dibubarkan saja. Sejumlah kalangan bahkan menilai Petral merupakan perusahaan tempat korupsi para pejabat dan petinggi-petinggi lama Pertamina. Belakangan isu Petral dijadikan sebagai ajang korupsi semakin merebak.
Perusahaan ini diduga juga dijadikan 'mainan', guna mendapatkan komisi dari ekspor impor minyak bagi orang-orang tertentu, karena berdomisili di Singapura sehingga sulit untuk dikontrol. (chi/jpnn)

Tidak ada komentar: