BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Minggu, 30 November 2014

Nilai minyak dunia anjlok, ini seharusnya besaran harga Premium

MERDEKA.COM. Harga minyak dunia terus mengalami penurunan lantaran negara-negara yang tergabung dalam OPEC enggan memangkas produksinya saat pasar kelebihan pasokan minyak. Bahkan, harga minyak dunia mencapai titik terendah sejak tahun 2009 sebesar USD 66,15 per barel.

Dengan harga minyak yang anjlok tersebut, berapa besaran harga keekonomian premium atau RON 88 di pasaran?

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Kardaya Warnika mengatakan harga keekononomian BBM subsidi jenis premium atau RON 88 saat ini berada pada kisaran Rp 7.000 per liter. Dengan begitu, saat ini pemerintah mendapatkan keuntungan apabila harga jual BBM subsidi jenis Premium mencapai Rp 8.500 per liter.

"Kalau biaya atau harga premium di pasar internasional itu sekitar Rp 7.000. Kalau pengadaan biasanya sekitar 80 persen dari biaya produksi. Pemerintah untung dong, sekarang kan harga premium itu dijual Rp 8.500 per liter," ujar Kardaya kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (29/11).

Menurut Kardaya, saat ini sangat susah untuk menghitung harga keekonomian BBM jenis premium di pasaran. Lantaran, Premium atau RON 88 tidak tersedia di negara-negara lain.

"Jadi begini, kalau menghitung harga premium agak susah karena itu jenis RON 88. Sangat rendah, kualitasnya jelek karena di negara-negara luar itu tidak ada barang jenis premium atau RON 88," pungkas dia.

Tidak ada komentar: