BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 29 Januari 2015

Jasad Sang Raja Dimakamkan dengan Sangat Sederhana

 Jpnn
RIYADH - Para pemimpin dunia berkumpul di Arab Saudi kemarin (24/1). Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud yang mangkat pada Jumat dini hari waktu setempat (23/1).
Selain itu, mereka menyempatkan diri untuk berkenalan dengan raja baru, Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Pangeran Charles termasuk rombongan pertama tokoh-tokoh dunia yang melayat Abdullah. Kemarin Presiden Prancis Francois Hollande juga tampak di antara para pelayat.
Mereka menyalami Salman dan menyampaikan dukacita secara resmi. Selain para pemimpin Eropa, para presiden dan PM negara-negara Islam terlihat di tengah kerumunan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan PM Pakistan Nawaz Sharif tampak berbincang dengan para pemimpin Teluk. Demikian juga Presiden Sudan Omar Al Bashir dan PM Ethiopia Hailemariam Desalegn.
Para pemimpin dunia itu mengikuti jalannya upacara pemakaman Abdullah dengan khidmat. Kemarin Abdullah dimakamkan setelah menjalani ritual sederhana di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Kota Riyadh.

"Abdullah dikebumikan di Pemakaman Umum Al Od," terang media Saudi. Jasad Abdullah yang sudah berbalut kain kafan itu diusung anggota keluarga kerajaan yang memakai kafiyeh kotak-kotak merah dan putih, menuju pemakaman yang tidak jauh dari masjid.
Meski semasa hidup bergelar raja dan berkuasa atas seluruh Saudi, Abdullah dimakamkan dengan sangat sederhana.

"Hanya ada batu nisan warna abu-abu seukuran buku tulis yang menandai makam sang raja," terang Agence France-Presse. Tidak ada yang istimewa pada makam Abdullah.
Seperti makam-makam lain di kuburan tersebut, liang lahad yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Abdullah pun tidak berhias cungkup. Seusai pemakaman, para pemimpin dunia yang melayat kembali menyalami Salman dan pulang.

Kemarin pemimpin Palestina Mahmud Abbas dan PM Malaysia Najib Razak serta Presiden Iraq Fuad Masum tiba setelah jasad Abdullah dimakamkan. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang merupakan sekutu dekat Abdullah malah baru melayat pada Selasa lusa (27/1). Sebab, saat ini pemimpin 53 tahun itu sedang melakukan kunjungan resmi ke India.

"Presiden (Obama) membatalkan rencana kunjungan beliau ke Taj Mahal supaya bisa langsung bertolak ke Saudi setelah urusannya di India usai," terang Gedung Putih.
Kendati belum sempat melayat, Obama menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Saudi. Bagi bapak dua anak itu, Abdullah adalah salah seorang sekutu yang sangat berharga. (AP/AFP/hep/c10/ami)

Tidak ada komentar: