BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 29 April 2011

Pesan Al Gore untuk RI: Waspada Krisis Pangan

Tak hanya harus memikirkan kesiapan pangan dalam jangka waktu lima tahun. Juga 25 tahun. 

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore mengatakan, setiap negara di dunia, termasuk Indonesia, harus bersiap menghadapi masalah global seperti perubahan iklim.

Penerima Nobel Perdamaian 2007 itu juga mendorong para generasi muda untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari konsekuensi buruk terjadinya perubahan iklim (climate change) melalui The Climate Project.

"Pentingnya memahami krisis perubahan iklim dan mengubah sikap juga perilaku adalah bagian dari solusi," ujar Al Gore dalam telekonferensi di Pacific Place, Jakarta, Kamis malam, 28 April 2011.

Dalam percakapannya bersama Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Ted Osius dan sekitar seratus undangan lainnya, Al Gore menyatakan untuk memerangi krisis perubahan iklim penting sekali menggerakkan aksi lokal dan nasional yang mengarah kepada perekonomian dan lapangan pekerjaan berbasis energi bersih. Kemudian, dia pun menambahkan, dukungan bagi aksi global dan implementasi komitmen internasional juga perlu dilakukan.

"Yang juga perlu dipersiapkan suatu negara untuk beradaptasi dari perubahan iklim ini adalah kesiapan pangan. Dengan situasi krisis seperti ini, diperlukan teknik pertanian yang bisa menghasilkan makanan pokok yang cukup bagi masyarakat banyak," jelasnya.

Al Gore mengingatkan, Indonesia harus siap dan serius menghadapi berbagai tantangan krisis perubahan iklim. Tak hanya harus memikirkan kesiapan pangan dalam jangka waktu lima tahun, tapi bagaimana caranya masyarakat banyak tak kekurangan pangan dalam 25 tahun ke depan.

"Kesadaran untuk memberikan perhatian terhadap upaya mendukung gerakan mengatasi masalah perubahan iklim membantu kita beradaptasi dengan konsekuensi dari persoalan ini," ungkapnya. (adi)

Tidak ada komentar: