BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 27 Juni 2013

Keluh Kesah Penerima Kompensasi BBM

VIVAnews - Sekitar seribu warga mengambil uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di kantor Pos Induk Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Rabu 26 Juni 2013. Sebagian penerima bantuan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM itu mengeluh tidak seimbangnya antara kenaikan harga sembako dengan jumlah bantuan.

Salah satunya, Lani (40) yang berprofesi sebagai buruh cuci. Menurut dia, uang bantuan dua bulan senilai Rp300 ribu itu tidak cukup untuk membiayai kehidupan dia bersama dua orang anaknya yang masih sekolah. Apalagi, suaminya sudah meninggal.

"Uang belanja sekolah anak saya saja Rp10 ribu sehari. Belum lagi ongkos angkotnya," kata Lani, warga Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur kepada VIVAnews.
Bersamaan dengan Ibu Lani, tetangganya yang juga bekerja sebagai tukang cuci, Sami (42), mengaku harga-harga kebutuhan pokok sudah banyak yang naik.

"Beras, cabai, bawang merah naik semua. Sebelum BBM naik, saya bisa beli bawang dan cabai di pasar Rp1.000. Sekarang sudah tidak bisa," keluhnya.

Demikian pula dengan harga beras. Sebelum BBM naik, harga beras paling murah Rp6.000 per liter. Sekarang harganya melonjak jadi Rp7.000 per liter.
Hal senada juga diungkapkan oleh Warsih. Jika bisa memilih, wanita 45 tahun ini ingin BBM tidak usah naik saja. Daripada menerima BLSM tapi jumlahnya tak mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Uang bantuan ini hanya cukup buat tambahan kebutuhan dapur," tuturnya.

Sementara itu, salah satu petugas penyaluran BLSM yang tidak mau disebutkan namanya, mangatakan, kantor Pos Jalan Pemuda tersebut, sudah membagikan bantuan ke seribuan kepala keluarga dari 57.000 KK yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Hingga Rabu siang, warga penerima masih berbondong-bondong mendatangi kantor pos untuk mengambil BLSM. Namun, tidak tampak antrean dalam proses pengambilan dana bantuan tersebut. (adi)

Tidak ada komentar: