BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 28 Juni 2013

Geledah Rektorat UI, Penyidik Dibagi Jadi Empat Tim

VIVAnews - Geledah sejumlah ruangan di gedung Rektorat Universitas Indonesia dan PT Makara Mas, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membagi tugas menjadi empat tim. Mereka disebar untuk memeriksa berkas dan dokumen penting di ruangan tersebut.
      
Menurut salah seorang sumber, pembagian hingga menjadi beberapa tim itu dilakukan karena ada sederet daftar nama yang diperiksa di sejumlah ruangan yang digeledah.
     
"Daftarnya banyak, saya lupa ada berapa. Pemeriksaan ini agak lama, kami membaginya menjadi empat tim," kata dia saat ditemui di luar ruang PT Makara Mas, area Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis 27 Juni 2013.
    
Pemeriksaan KPK di lingkungan UI itu terkait adanya dugaan kasus korupsi yang menjerat petinggi UI, yakni Wakil Rektor II Universitas Indonesia,  Tafsir Nurchamid terkait dugaan kasus pengadaan IT dan proyek perpusatakaan UI.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menjelaskan, penggeledahan sejumlah ruangan di Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI) untuk mengumpulkan barang bukti berupa dokumen-dokumen. Saat ini, KPK tengah menyidik dugaan korupsi pada pengadaan informasi teknologi perpustakaan pusat UI anggaran 2010/2011.

"Dokumen itu bisa mengungkap tabir lebih jauh perkara yang sudah diselidiki. Wajar saja. Untuk mengembangkan kasus," kata Abraham di Gedung DPR. (eh)

Tidak ada komentar: