BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 28 Juni 2013

Rumah Triplek dan Suami Lumpuh, Mbah Kasturi Pasrah Tak Dapat 'Balsem'

Ajeng Annastasia Kinanti - detikNews

Jakarta - Kasturi (70) terduduk pasrah di samping suaminya yang terbaring lumpuh di rumahnya yang terbuat dari triplek. Bila dia mendapatkan 'Balsem' yang senilai Rp 150 ribu per bulan, itu akan sedikit membantu. Sayang, dia luput dari pendataan penerima 'Balsem'.

Kasturi, biasa disapa tetangga dengan Mbah Kasturi, merupakan warga Jalan Kalibaru Timur 2, RT 14/RW 3, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Sehari-hari Mbah Kasturi di rumah mengurusi suaminya, Kastim (70) yang lumpuh sejak 5 tahun lalu karena luka bakar dari pinggang ke bawah akibat kompor meleduk.

Kastim sempat koma 3 hari dan dirawat ke RS Koja. Namun setelah bangun dari koma, Kastim meminta dirawat di rumah karena tidak betah dirawat di RS itu karena menurutnya pelayanan yang tidak terlalu menyenangkan. Walaupun masih menderita luka bakar, Kastim yang berobat pakai kartu Jamkesmas bersikukuh pulang dan hanya rawat jalan.

Kastim yang dulunya menghidupi keluarganya dengan menjadi nelayan di Cilincing kini hanya terbaring lemah di kasur besi usang di rumahnya. Makan pun harus disuapi dan diajak berbicara sudah tidak nyambung. Kasturi merawat Kastim dengan obat yang bisa dibeli dengan uang seadanya.

"Obatnya seadanya, kalau duitnya Rp 30 ribu ya beli segitu, adanya Rp 50 ribu ya beli Rp 50 ribu. Kalau obatnya habis dan uangnya nggak ada ya terpaksa beli," kata Kasturi yang sudah bungkuk dan memutih rambutnya.

Alhasil, setelah Kastim lumpuh, mereka menggantungkan hidup dari penghasilan anak semata wayangnya, Kadis (28), yang bekerja sebagai tenaga kontrak lepas cleaning service di salah satu mal besar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebagai pekerja kontrak lepas, penghasilan Kadis tak tentu, terkadang Rp 1 juta atau bisa kurang.

"Kadis biasanya naik sepeda ke tempat kerjanya. Karena sepedanya rusak, dia sekarang naik angkot yang Rp 15 ribu setiap hari. Apalagi BBM naik. Kan nggak mungkin anak saya disuruh jalan kaki ke Gading, untuk ongkos pasti ada. Makan dikalahin, kalau nggak dari makan ya obat bapaknya nggak beli dulu," tutur Kasturi berkebaya hijau dan berjarik batik.

Tidak ada komentar: