BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Minggu, 24 April 2011

Ibu IF Pingsan, Anaknya yang Berprestasi Jadi Tersangka Teroris

Nograhany Widhi K - detikNews

 Jakarta - Ibu tersangka teroris yang kamerawan Global TV, IF, pingsan berkali-kali mendengar anaknya menjadi tersangka teroris dalam kasus bom Serpong. Pasalnya, selama ini IF adalah wartawan yang berprestasi.

"Ibunya lemas, pingsan berkali-kali, tidak menyangka," ujar pengacara IF, Ferry Juan, ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (24/4/2011).

IF, menurut Ferry, termasuk orang baik. Bahkan dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan yang juga kamerawan TV, termasuk berprestasi.

"Dia sebagai wartawan sudah menunjukkan prestasinya. Pernah meliput konflik di Papua, dengan garis paling depan. Berani mengungkap kebenaran, wartawan satu-satunya yang membongkar peredaran narkoba di dalam penjara, meliput Gunung Kelud sampai beliau hilang 2 hari 2 malam di Gunung Kelud dan menjadi juara lomba tayangan dokumenter di Mesir," papar Ferry.

Ferry Juan menyatakan ditunjuk keluarga IF menjadi kuasa hukum pada Sabtu (23/4/2011) malam kemarin. Ferry dan paman IF atas inisiatif pihak keluarga telah mencoba bertemu IF di Mabes Polri, Minggu dini hari tadi namun belum berhasil. Ferry dan keluarga akan kembali ke Mabes Polri, Senin (25//4/2011) besok.

Mabes Polri menangkap  IF, bersama 19 tersangka kasus bom buku dan bom Serpong, Tangerang, Banten, lainnya. Menurut Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, peran IF adalah direkrut untuk merekam aksi teror yang direncanakan.

Selain itu, IF juga ditawari oleh perancang aksi bom berinisial P untuk menyiarkan peristiwa tersebut secara langsung. IF juga diminta untuk mengajak media asing untuk melakukan hal yang sama.

IF ditangkap pada Jumat (22/4/2011), pagi, di Jakarta. Saat ini, IF sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dengan ditangkapnya IF, total ada 20 orang tersangka kasus terorisme yang diamankan oleh Polri sejak penggerebekan pada Kamis (21/4/2011) lalu.

Tidak ada komentar: