BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 01 Maret 2013

Dituding Langgar HAM, Polda Sulteng Sudah Periksa Beberapa Anggotanya

Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Din Syamsuddin menyerahkan video dugaan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terduga teroris di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kapolda Suteng, Brigjen I Made Dewa Parsana menegaskan, pihaknya telah terlebuh dulu melakukan pemeriksaan terhadap informasi adanya praktik kekerasan seperti yang dilaporkan masyarakat.

Parsana mengaku tidak mengetahui persis video yang diserahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo, terkait dugaan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terduga teroris yang diamankan personel kepolisian.

Alasannya, kegiatan pengungkapan teroris di wilayah Sulteng, khususnya Poso begitu banyak terjadi. "Jadi, itu video yang mana dulu? Kejadian kapan?" kata Parsana saat dihubungi detikcom, Kamis (28/2/2013) malam.

Namun, dia mengatakan bila pihaknya pernah memproses terkait laporan masyarakat yang menyebut ada oknun kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap para terduga teror.

"Saat laporan masuk dari masyarakat, saya sudah keluarkan surat perintah (Sprin) untuk segera menyelidikinya dan itu menjadi atensi untuk urusan begini. Polisi tidak boleh main pukul, walaupun dia DPO lalu tertangkap, dibentak pun tidak boleh," terangnya.

Namun, karena banyaknya personel yang diperiksa, pihaknya belum menindaklanjuti hasil pemeriksan Bidang Propam Polda Sulteng. Menurutnya, dalam operasi pengungkapan teroris di Poso, hampir seluruh jajaran dikerahkan, tidak hanya Densus 88/Antiteror.

Saat ini, imbuh Parsana, pihaknya masih mengejar 21 terduga teroris yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebelumnya, polisi menetapkan jumlah DPO sebanyak 22 orang, diketahui beberapa pekan lalu seorang terduga teroris menyerahkan diri diantar orangtuanya.

"Dia yang menyerahkan diri tidak ada kekerasan terhadapnya, kita menganggap dia adalah bagian dari korban," terang Parsana.

Din Syamsuddin dan sejumlah pimpinan ormas Islam menyerahkan bukti video kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi saat menginterogasi orang terkait kasus terorisme, Kamis (28/2/2013).

Menurut Din, video itu dikirim oleh orang tak dikenal kepadanya sekitar seminggu lalu. Di dalam gambar, ada penyiksaan terhadap teroris oleh oknum kepolisian.

Tidak ada komentar: