BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 21 Agustus 2015

Jokowi Instruksikan Jalur Darat Timika-Ilaga Papua Dibuka di 2017

Elza Astari Retaduari - detikNews
Papua - Masyarakat pedalaman Papua yang berada di daerah pegunungan kesulitan karena akses jalan yang hanya bisa dilalui dengan jalur udara. Selain membuat harga kebutuhan sangat mahal, jalur udara juga dirasa membahayakan karena medan pegunungan yang rawan kecelakaan.

Hal tersebut seperti terjadi di wilayah Kabupaten Puncak, Papua. Untuk mencapai 8 distrik di kabupaten tertinggi tersebut, hanya pesawat perintis lah yang bisa digunakan. Bupati Puncak Willem Wandik pun memiliki solusi untuk pembukaan jalur darat tersebut. Itu ia kemukakan saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pekan lalu.

"Jadi itu pertemuan mewakili daerah-daerah sulit. Ada masalah apa di daerahnya. Baik yang kebutuhan harga mahal, pendidikan, kesehatan. Juga masalah daerah pelosok dan perbatasan," ungkap Willem memulai ceritanya saat berbincang dengan detikcom di Ilaga, Rabu (19/8/2015).

Saat giliran Willem membahas mengenai kesulitan di daerahnya, ia mengungkapkan kepada Jokowi betapa mahalnya harga di Puncak, termasuk di Ibukota kabupaten yakni di Distrik Ilaga. Harga semen satu sak mencapai Rp 2 juta. BBM jenis premium Rp 50 ribu/liter, hingga kesulitan mengangkut bahan-bahan bantuan untuk warga.

"Kami kesulitan di bidang infrastruktur daerah. Saya jelaskan di daerah kita harga-harga mahal karena transportasi. Lalu saya sampaikan ada solusi, bisa jalan Timik-Grasberg diterus ke Ilaga," kata Willem.

Jalur Timika hingga Grasberg sebenarnya sudah ada namun hanya bisa diakses oleh PT Freeport. Lalu Willem meminta kepada Jokowi agar pemerintah pusat menyuruh Freeport membuka akses tersebut untuk kebutuhan logistik warga yang berada di atas pegunungan. Dari Grasberg menuju Ilaga jalur hanya perlu dibuka sepanjang 80 km.

"Saya sampaikan, kita tidak perlu dana pemerintah. Sampaikan saja ke Freeport buka akses Timika-Grasberg. Lalu sebagai kompensasi bangun 80 km jalan dari Grasberg ke Ilaga. Itu kan untuk kesejahteraan rakyat. Mereka hanya perlu buka akses. Kita tidak minta apa-apa. Silakan mereka tambang," ucap Willem.

Sebelumnya hal tersebut juga telah diungkapkan Willem kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono saat berkunjung ke Ilaga Februari 2015 lalu. Itu tengah dalam kajian dan sedang diusahakan oleh Basuki dan jajarannya.

"Saya bilang ke Pak Jokowi berkas sudah kami berikan kepada Menteri PU dan sudah ada perencanaan. Kata pak Jokowi mana (berkasnya), terus minta berkas itu dia dikasih juga. Bulan Februari kemarin ada pak menteri PU, kami sudah siapkan semua," tutur Willem.

"Kemudian pak presiden langsung telepon ke menteri PU menanyakan (perkembangan) katanya kita selesai pada 2017. Lalu pak presiden bilang, 2017 ya sudah sampai Ilaga (jalannya). Jadi kita tunggu saja 2017," sambung bapak 4 anak itu.

Dalam kesempatan itu, Willem juga mengatakan kepada Jokowi bahwa warga bahkan sudah menyiapkan nama jalan dari Grasberg-Ilaga meski belum benar-benar terealisasi. Warga setempat memang sangat menghargai tokoh yang memperhatikan daerahnya.

"Saya sampaikan warga sudah punya rencana ingin kasih nama jalan itu jalan Jokowi. Itu kepala suku yang kasih nama, Antenus Jolema," ujar Willem.

Bupati Puncak sungguh menghargai pemerintah pusat yang kini mulai memperhatikan wilayah pedalaman Papua. Kini atas nama warganya, Willem mengaku bersyukur kabinet Jokowi-JK mau datang ke Kab Puncak. Selain Basuki, Mensos Khofifah juga telah datang saat Distrik di Kab Puncak terkena bencana hujan es.

"Sekian tahun tidak ada pembicaraan buka akses ini. Presiden ke presiden tidak mau sentuh dan itu yang membuat orang jadi takut atau tabu dengan daerah sini. Tapi kabinet Jokowi kasih izin. Menteri Siti Nurbaya soal Taman Laurenz, hutan Lindung. Kami sudah ketemu. Dia bilang ini prosesnya benar. Lalu diizinkan untuk wisata Cartenz, sedang kita urus," terang Willem.

"Jadi pertama kali datang menteri itu di sini adalah menteri PU. Warga kasih nama satu bukit di sini bukit Cinta Basuki karena warga jadi merasa diperhatikan," imbuhnya.

Menteri Basuki datang pada Sabtu (14/2) lalu untuk meresmikan pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Ilaga. Dalam kunjungan itu Basuki juga meresmikan proyek jalan antar Distrik lintas kabupaten yakni Sinak-Ilaga-Mulia dan Ilaga-Beoga-Sugapa. Pembukaan jalur Grasberg-Ilaga juga telah mengemuka dalam kedatangan Basuki tersebut. 

Tidak ada komentar: