BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 08 Oktober 2015

Harga minyak turun setelah produksi AS naik

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah rilis data minyak Amerika Serikat (AS) terbaru menunjukkan peningkatan persediaan dan produksi yang secara tak terduga berbalik naik.

Angka minyak mingguan Departemen Energi itu memperlemah harapan penurunan kembali produksi Amerika Serikat yang secara umum berarti bisa memperketat persediaan global.

Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 72 sen menjadi menetap di 47,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent North Sea, untuk pengiriman November berakhir di 51,33 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 59 sen dari penutupan Selasa.

WTI, yang bertambah lebih dari empat dolar AS dalam tiga sesi sebelumnya, sempat naik ke tingkat tertinggi harian di atas 49 dolar AS pada Rabu, sebelum laporan minyak pemerintah Amerika Serikat menekan pasar.

Produksi minyak mentah Amerika Serikat, yang telah turun 40.000 barel per hari di pekan sebelumnya, secara tak terduga naik 76.000 barel per hari dalam pekan yang berakhir 2 Oktober.

Persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat melonjak 3,1 juta barel, lebih besar dari estimasi pasar sebesar 2,25 juta barel. Itu membawa persediaan menjadi 461,0 juta barel, lebih dari 27 persen lebih tinggi dari setahun lalu.

Persediaan bensin tumbuh hampir dua juta barel, melebihi harapan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Bart Melek dari TD Securities mengatakan tingginya tingkat persediaan telah menekan harga, namun kenaikan produksi minyak mentah merupakan faktor "negatif besar" bagi pasar.

Analis Wells Fargo mengatakan dalam sebuah laporan penelitian bahwa "karena penyesuaian lambat dalam pasokan dan permintaan di pasar minyak bertahan, 2016 cenderung membawa perubahan lebih besar dalam harga, tanpa banyak tren kenaikan harga."(Uu.A026)

Tidak ada komentar: