Satu bungkus yang ditengarai sebagai bahan peledak ditemukan petugas.
VIVAnews - Petugas Puslabfor Mabes Polri membongkar lubang di kontrakan milik Darto, salah pelaku teror bom yang berada di Kampung Rawadas RT 1 RW 3, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari rumah itu, petugas menemukan sejumlah bahan baku pembuat bom.
Menurut Zain Aminudin, tentangga yang persis berada di samping rumah Darto, petugas Puslabfor datang sekitar pukul 01.00 Sabtu 23 April 2011. Jumlah petugas yang datang mencapai 10 orang.
Setelah menunggu ketua RT dan sejumlah warga, upaya pembongkaran kemudian dilakukan. Lubang itu berada di bagian pojok rumah pada ruang tengah.
"Kira-kira berukuran 1 x 1 meter dengan kedalaman lebih dari setengah meter," ujar Zain saat berbincang dengan VIVAnews.com, Sabtu malam, 23 April 2011.
Dari lubang itu polisi menemukan empat jam dinding berukuran besar, dan empat jam ukuran kecil yang dikemas dalam plastik. Sejumlah antena radio berukuran kecil, dan alat tumbuk. Selain itu, satu bungkus yang ditengarai sebagai bahan peledak juga ditemukan.
"Barang ini yang kita cari," ujar Zain menirukan ucapan petugas.
Zain juga menjelaskan sebelum pembongkaran lubang di rumah itu, sejumlah petugas juga datang untuk mengambil empat buku dan dua jam dinding.
Dari kontrakan yang digerebek itu sebenarnya berisi tiga penghuni. Saat Darto diamankan, dua rekannya tidak diketahui ke mana perginya.
Apa profesi Darto dan dua rekannya? Dalam kesehariannya, ketiganya berjualan penganan agar-agar dan mainan anak-anak. Tetapi, Darto dan dua rekannya itu termasuk penghuni yang tertutup.
"Tiga orang yang tinggal di situ sering pakai baju koko (baju muslim)," kata Zain. Menurut dia, polisi tidak hanya membawa Darto, tapi juga sejumlah barang. (eh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar