BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 25 Juni 2013

Siswa Sekolah Kepolisian Tewas, Mabes Polri Turun Tangan

VIVAnews - Tim Mabes Polri langsung turun ke lapangan untuk melihat langsung dan mengetahui kejadian tewasnya siswa Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Jambi saat menjalani pendidikan latihan ketangkasan lapangan.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Senin 24 Juni 2013, mengatakan bawha tim Mabes Polri saat ini sudah di Jambi dan sedang melakukan pertemuan dengan pihak Polda dan SPN Jambi.

Namun, belum bisa diketahui apa hasil dari pertemuan tersebut. "Saya belum mendapat informasi terkait hasil pertemuan itu," jelas Almansyah.

Sementara itu, informasi di lapangan menyebutkan, tim Mabes Polri yang turun ke Jambi dari Lemdik Mabes Polri dan tim DVI Polri dari Palembang. Namun, belum bisa diketahui hasilnya karena masih melakukan otopsi terhadap jasad Hottua Halomoan Tampubolon yang ditemukan tewas pada Minggu 23 Juni 2013, dari lokasi latihan ketangkasan fisik lari cross country sejauh enam kilometer di lokasi SPN.

Sementara itu, Polda Jambi mengaku bahwa sebanyak 11 orang siswa SPN Jambi yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang ada di kota itu.

Sebelumnya, para siswa SPN tersebut harus dilarikan ke rumah sakit usai mengikuti giat pelajaran ketangkasan lapangan dengan lari cross country, pada Jumat 21 Juni 2013, yang mengakibatkan dua siswa tewas dan 11 orang siswa dirawat di rumah sakit. Di mana, dua orang dirawat di Rumah Sakit DKT Jambi, sedangkan sembilan orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Tim dari Polda Jambi dan Mabes Polri masih melakukan penyelidikan terkait masalah ini. "Kalau memang karena faktor cuaca, maka kebijakan pimpinan, kegiatan fisik akan dikurangi," kata Almansyah.

Jenazah Hottua Halomoan Tampubolon, yang sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, saat ini berada di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk diotopsi.

Sementara itu, orang tua korban Hottua, Altur Tampubolon dan ibunya, L Marpaung, minta agar kasus ini diusut sampai tuntas dan transparan. "Kami keluarga menerima atas meninggalnya anak kami, namun jika ada kejanggalan dalam kasus ini agar bisa diproses dan ditegakkan hukum yang berlaku," kata Altur.

Rencananya jasad Hottua setelah diotopsi akan dibawa oleh keluarga ke Jakarta menggunakan pesawat. 

Tidak ada komentar: