BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 14 Agustus 2015

Mengenang Bung Karno dan Hatta Lewat Kutipan Pidato 70 Tahun Merdeka

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Ada yang menarik di pidato pemimpin lembaga negara dalam forum sidang tahunan DPR/MPR/DPD kali ini. Dalam setiap momen pidato, dari Ketua MPR Zulkifli Hasan sampai Presiden Joko Widodo mengutip kalimat dari proklamator Sukarno dan Muhammad Hatta.

Dimulai dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Dia menutup pidato kenegaraan saat sidang tahunan MPR pagi tadi, dengan mengutip pernyataan Hatta.

"Renungkan kembali pidato Bung Hatta: Indonesia, luas tanahnya, besar daerahnya, dan tersebar letaknya. Pemerintahan negara yang semacam itu hanya dapat diselenggarakan mereka yang mempunyai tanggung jawab yang sebesar-besarnya dan mempunyai pandangan yang amat luas. Rasa tanggung jawab itu akan hidup dalam dada jika kita sanggup hidup dengan memikirkan lebih dahulu kepentingan masyarakat, keselamatan nusa dan kehormatan bangsa," kata Zulkifli dalam pidatonya di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2015).

Ketua DPD Irman Gusman saat menyampaikan pidato sempat mengutip Bung Karno. Dia mencatat pernyataan soal perbedaan perjuangan kemerdekaan antara dulu dan kini.

"Sebagaimana proklamator Bung Karno berkata: perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," kata Irman yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kutipan Bung Karno juga disinggung oleh Presiden Joko Widodo di akhir pidato kenegaraan saat sidang tahunan DPD-DPR.

"Mengakhiri pidato ini, saya ingin mengingat pesan Bung Karno pada Sewindu Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1953; "...kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, bernegara buat selama-lamanya," demikian tutup Jokowi.
(bag/mad)

Tidak ada komentar: