BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 22 November 2012

Dunia Sambut Gencatan Senjata Israel-Hamas

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Washington - Gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan Hamas menuai sambutan baik dari banyak pihak. Pemerintah Mesir yang berperan aktif dalam upaya gencatan senjata di Gaza tersebut ikut mendapat pujian.

Dengan adanya kesepakatan ini, berarti untuk sementara pertumpahan darah di Gaza dan wilayah selatan Israel terhenti. Negara-negara di dunia merasa lega dengan adanya kesepakatan ini.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji kiprah Presiden Mesir Mohamed Morsi yang berhasil menjalankan peran diplomatik dalam krisis Gaza. Dalam krisis pertama yang dihadapinya saat menjabat, Morsi dielu-elukan sebagai perantara perdamaian yang berhasil. Terutama bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mendorong gencatan senjata di Gaza.

"Presiden (Obama) berterima kasih kepada Presiden Morsi atas usahanya mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan dan juga bagi jiwa kepemimpinannya saat negosiasi opsi gencatan senjata," demikian pernyataan Gedung Putih AS seperti dilansir AFP, Kamis (22/11/2012).

Obama juga menegaskan 'kemitraan erat' antara AS dan Mesir, terutama dalam menjaga kestabilan kondisi di Gaza. "Kedua kepala negara sepakat soal pentingnya bekerja sama demi mencari solusi jangka panjang bagi Gaza," imbuhnya.

Dewan Keamanan PBB juga memuji peran Presiden Morsi dalam krisis ini. Sekjen PBB Ban Ki-Moon menyampaikan kelegaannya atas disepakatinya gencatan senjata oleh Israel dan Hamas.

"Saya mengapresiasi pihak-pihak yang bersedia menghentikan serangan dan saya mengapresiasi Presiden Morsi dari Mesir atas kepemimpinannya yang luar biasa," puji Ban.

Pujian lainnya datang dari Kanada. Menteri Luar Negeri Kanada John Baird menyatakan, pihaknya menyambut baik gencatan senjata ini. Namun, Baird juga mengkritik militan-militan Hamas di Palestina.

"Kanada menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap agar kelompok teroris yang berada di Gaza mematuhi ketentuan ini. Pemerintah Mesir telah menunjukan kepemimpinan dan tanggung jawabnya sebagai negara terbesar di kawasan tersebut," ucap Menlu Baird.

Terakhir, pujian datang dari pemimpin Uni Eropa Jose Manuel Barroso dan Herman Van Rompuy. Keduanya menyambut baik gencatan senjata namun menekankan pentingnya upaya penjaminan ketentuan tersebut terus berlanjut dan mencegah kembali terjadinya kekerasan.

"Diperlukan segera solusi yang menguntungkan kedua pihak, agar keduanya bisa hidup berdampingan dengan damai dan aman," tutur mereka.

Tidak ada komentar: