BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 23 November 2012

Rapat Tertutup, DPR dan Eks Penyidik Susun Skenario Pelemahan KPK?

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Kecaman terhadap pertemuan antara Komisi III DPR dan 14 mantan penyidik KPK di Polri terus bergulir. Kali ini, datang dari peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok yang menilai ada skenario pelemahan KPK di balik rapat tersebut.

"Saya menduga pertemuan itu dalam rangka menyusun skenario untuk KPK hanya tinggal nama saja di republik ini," kata Jamil saat berbincang, Jumat (23/11/2012).

Bahkan, Jamil memperkirakan ada kesepakatan jahat terkait masalah korupsi di Indonesia. Pertemuan itu sangat berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi.

"Sebagian besar kunci rahasia KPK dalam penindakan ada di para eks penyidik itu," tegasnya.

Menurut Jamil, bila tabir rahasia penyidikan di KPK terbuka, maka bisa saja dimanfaatkan oleh oknum di DPR untuk menghadang KPK. Terlebih lagi, DPR memiliki sejumlah kewenangan yang bisa disalahgunakan.

"Sangat tidak pantas, itu perbuatan tercela, itu adalah konsolidasi hitam. Penyidik ya secara etika harus menjaga. Karena itu rahasia negara. Membuka rahasia negara itu sama saja berbuat khianat terhadap negara," kecamnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR menggelar pertemuan tertutup dengan 14 mantan penyidik KPK. Dari sejumlah anggota DPR diketahui, pertemuan itu untuk mengorek jeroan KPK, mulai dari urusan penyadapan sampai stigma negatif terhadap pimpinan KPK.



Tidak ada komentar: