BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 23 November 2012

KPK: Perlu 1 Bulan Telaah Laporan Dipo Sebelum Diumumkan ke Publik

Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - KPK masih memverifikasi laporan Seskab Dipo Alam soal tiga kementerian yang diduga melakukan kongkalikong anggaran dengan DPR. KPK akan mengumumkan hasil awal penelaahan tersebut dalam waktu dekat.

"Butuh waktu 1 minggu sampai 1 bulan, nanti disampaikan ke pelapor dan publik," ujar Jubir KPK Johan Budi di kantor Kemenkum HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Johan memastikan hanya ada tiga kementerian yang dilaporkan, tidak lebih dari itu. Dia mengaku belum tahu kementerian apa saja yang dimaksud.

"Ada laporan dari Pak Dipo 3 kementerian, salah satu kementerian yang dilaporkan sedang dalam penyelidikan di KPK. Laporan Pak Dipo masih kita telaah," ujar Johan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, 3 kementerian yang dilaporkan Dipo yaitu Kemenhan, Kementan, dan Kemendag. Sedang anggota DPR yang dilaporkan di komisi terkait kementerian itu.

Pernyataan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelumnya bisa menjadi isyarat. Mantan Ketua KY ini mengatakan seharusnya parpol dari kementerian yang dilaporkan Dipo ini segera menarik menterinya.

"KPK strick pada SOP. Siapapun yang terjerat kejahatan besar ini akan kami proses berbasis dua alat bukti. Jika parpol yang bersangkutan jujur pro rakyat, segera tarik menterinya. Ganti expert profesional yang clean dan clear track record-nya," ujar Busyro dalam pesan singkatnya kepada detikcom Minggu (17/11) malam.

Kemenhan dan Kemendag dipimpin oleh menteri yang tidak secara resmi tercatat sebagai kader parpol. Sedangkan Kementan dipimpin oleh Suswono, kader dari PKS. Suswono sendiri mengaku bahwa Kementerian yang dipimpinnya adalah salah satu yang dilaporkan Dipo ke KPK. Suswono mengklaim dirinyalah yang meminta Dipo untuk melapor. Dia menyatakan siap untuk diklarifikasi.

Tidak ada komentar: