Washington
(ANTARA News) - Seorang hakim Amerika Serikat menyampaikan putusan yang
memukul upaya pengumpulan rekaman pembicaraan telepon oleh Dewan
Keamanan Nasional (NSA).
Hakim ini memutuskan
bahwa upaya NSA itu melanggar privasi warga negara yang kemungkinan
besar bisa dianggap tidak konstitusional.
Putusan
hakim federal di Washington ini memang masih akan diuji dalam peradilan
banding namun jika diluluskan akan membuat NSA dilarang mengumpulkan
metadata percakapan telepon.
Ini memang bukan
keputusan akhir, namun putusan itu membuat langkah pemerintah AS mundur
ke belakang dalam menghadapi gugatan atas program penyadapan NSA di seluruh dunia.
"Saya
tak bisa membayangkan ada pendudukan tak pandang bulu dan
sewenang-wenang yang lebih besar dibandingkan dengan pengumpulan dan
penyerapan data pribadi seluruh warga negara yang sistematis dan
berteknologi tinggi ini," kata hakim pengadilan tinggi Richard Leon
seperti dikutip AFP.
Leon menegaskan bahwa
bapak pendiri Amerika James Madison yang adalah salah seorang penyusun
konstitusi AS, mungkin akan "terperanjat" oleh pelanggaran hak-hak
privasi warga negara oleh pemerintah AS ini yang disebutnya "hampir
Orwellian".
Orwellian adalah kondisi masyarakat
yang digambarkan sastrawan George Orwell sebagai destruktif terhadap
kesejahteraan sebuah masyarakat bebas dan terbuka.
Leon
juga mengkritik klaim pemerintah AS bahwa skala pengumpulan data itu
penting untuk menggagalkan rencana-rencana para teroris.
"Pemerintah
tidak mengutipkan satu pun contoh mengenai analisis bahwa pengumpulan
meta data oleh NSA itu benar-benar telah menghentikan serangan yang
terjadi, sebaliknya hanya membantu pemerintah dalam mencapai tujuan yang
sensitif menurut pertimbangan waktu," tulis Leon.
Ketika dihubungi AFP, NSA menolak berkomentar, sedangkan Departemen Kehakiman AS menyatakan akan mempelajari putusan ini.
"Kami
yakin program (penyadapan) itu konstitusional sebagaimana diputuskan
para hakim sebelumnya," kata seorang juru bicara Departemen Kehakiman
AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar