Saud Rosadi - detikNews
Samarinda - Natalia dan Natasia bayi kembar siam
berusia 4 hari asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berada dalam
perawatan inkubator. Penanganan lanjutan keduanya belum bisa dipastikan
mengingat pendanaan yang diperlukan tidak sedikit.
Detikcom
berkesempatan berkunjung ke RS Dirgahayu di Jl Gunung Merbabu, Rabu
(18/12/2013) pukul 16.30 WITA. Seorang perempuan terlihat menangis dari
dalam salah satu Ruang Perawatan Gemma lantai 1 sambil dipapah seorang
laki-laki.
Mereka adalah Arta Maruli Hutabarat (22) dan suaminya,
Lukman Ompu (33), orangtua dari Natalia dan Natasia. Maruli pertama
kalinya melihat Natalia dan Natasia, sejak kelahirannya bayi siamnya,
pada hari Sabtu (14/12/2013) lalu sekitar pukul 19.00 WITA.
"Bayi kami berjenis kelamin perempuan sehat, dempet dada hingga perut," kata Lukman, dalam perbincangan bersama wartawan.
Laki-laki
pekerja swasta itu tidak bisa berbuat banyak mengetahui kondisi kedua
bayinya dempet dada hingga perut. Baik Lukman dan Maruli hanya
memasrahkan kepada tim dokter yang kini merawat keduanya untuk
menentukan penanganan lebih lanjut.
"Kalau sampai harus dirujuk
ke rumah sakit di Surabaya, kami pasti tidak sanggup biayanya.
Mudah-mudahan ini pengurusan Jamkesmas bisa membantu meringankan," ujar
Lukman.
Natalia dan Natasia, sebelumnya berada dalam kandungan
ibu mereka selama 9 bulan. Usai lahir ke dunia, Natalia dan Natasia yang
memiliki berat 6 kilogram itu, harus dihadapkan pada kenyataan tubuh
mereka menyatu
"Sudah dilakukan CT Scan. Secara fisik terlihat dari luar, sehat-shat
saja. Istri saya memang baru ini melihat Natalia dan Natasia. Menangis,
tidak tega," sebut Lukman yang tinggal di Jl Sultan Hasanudin RT 10
Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.
"Sejauh ini belum ada
rencana penanganan lebih lanjut akan ditangani seperti apa. Itu tadi,
saya tidak sanggup (biaya) kalau dirujuk ke rumah sakit di Surabaya,"
ungkap Lukman.
Meski baru-baru ini menjadi konsumsi pemberitaan
media lokal, namun belum cukup mampu mengetuk hati pejabat pemerintahan
untuk turun langsung mengetahui kondisi Natalia dan Natasia lebih dekat.
"Belum,
belum ada pejabat atau dari instansi terkait yang menjenguk anak saya.
Tidak apa-apa, saya sekarang hanya lagi berusaha mengurus surat
keterangan tidak mampu, mudahan mendapat keringanan. Karena saya
benar-benar tidak mampu," terang dia.
Sayangnya, saat sejumlah
media ingin menjenguk langsung kondisi Natalia dan Natasia, pihak RS
Dirgahayu belum memperkenankannya. Rencananya, tim dokter akan
memberikan keterangan resmi terkait penanganan bayi kembar siam itu
dalam waktu dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar